Sisa makanan sering kali dianggap sebagai limbah yang sudah tidak punya nilai guna. Padahal kalau kita mau sedikit lebih kreatif, banyak bahan sisa dapur yang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan kembali dengan cara yang ramah lingkungan. Cara mengolah sisa makanan seperti ini bukan hanya membantu mengurangi sampah rumah tangga, tapi juga jadi langkah kecil yang berdampak besar untuk lingkungan.
Tren pemanfaatan sisa makanan ini juga semakin populer karena dinilai hemat, mudah dilakukan, dan tidak memerlukan alat khusus. Melansir Woke Waves, berikut 5 cara mengolah sisa makanan yang akan membantu mengurangi jejak karbon pribadi dan menjaga ekosistem tetap seimbang di masa depan.
1. Kulit Pisang sebagai Kompos Tanaman
|
Kulit pisang dapat diolah menjadi kompos alami/Foto: Unsplash.com/Louis Hansel |
Kulit pisang mengandung nutrisi penting seperti kalium, fosfor, dan kalsium yang sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh subur. Alih-alih membuangnya, kita bisa mencacah kulit pisang menjadi potongan kecil dan menguburnya langsung di dalam pot atau area perakaran tanaman.
Nutrisi ini akan terserap perlahan oleh tanah dan memperkuat struktur akar serta merangsang pembuahan yang lebih maksimal pada tanaman buah atau bunga. Cara mengolah sisa makanan ini membantu kita menghemat biaya pembelian pupuk kimia yang terkadang justru merusak unsur hara tanah dalam jangka panjang.
Selain dikubur langsung, kita juga bisa merendam kulit pisang dalam air selama 24 jam untuk membuat teh kompos yang kaya mineral. Cairan ini sangat efektif untuk menyiram tanaman hias di dalam ruangan agar daunnya tetap terlihat segar dan hijau mengilap tanpa bau menyengat.