5 Gejala Perimenopause yang Sering Tidak Disadari Perempuan

Anggita Kusmadewi | Beautynesia
Selasa, 13 Oct 2026 08:30 WIB
3. Mood Mudah Berubah
Ilustrasi perempuan yang mengalami perubahan suasana hati selama masa perimenopause/Foto: Magnific/magnific

Menopause bukanlah fase yang datang begitu saja. Sebelum sampai di tahap itu, tubuh perempuan akan melewati masa transisi yang bisa berlangsung selama beberapa tahun.

Masa tersebut disebut perimenopause, ketika kadar hormon mulai berubah dan siklus menstruasi perlahan bisa menjadi lebih tidak teratur. Mengutip Cleveland Clinic, perimenopause bisa dimulai sekitar delapan hingga sepuluh tahun sebelum menopause. Biasanya fase ini mulai terjadi di pertengahan usia 40-an, tetapi bisa juga datang lebih awal.

Perubahan selama perimenopause bisa terasa berbeda pada setiap perempuan. Lalu, seperti apa gejala perimenopause yang mungkin muncul? Yuk, simak selengkapnya, Beauties!

1. Siklus Menstruasi Tidak Teratur

Ilustrasi perempuan sedang menunjukkan catatan siklus menstruasi/Foto: Magnific/user18526052

Perubahan siklus menstruasi termasuk salah satu tanda perimenopause yang cukup umum. Namun, perubahan ini tidak selalu sama pada setiap perempuan, sehingga terkadang baru terasa setelah pola haid mulai berbeda dari biasanya.

Menurut Mayo Clinic, siklus menstruasi selama perimenopause bisa menjadi lebih panjang atau lebih pendek. Aliran darah juga bisa berubah menjadi lebih banyak atau lebih sedikit, bahkan menstruasi bisa terlewat karena ovulasi mulai sulit diprediksi.

Selain pola haid yang berubah, gejala PMS juga bisa terasa berbeda selama masa transisi ini. Pada sebagian perempuan, keluhan PMS bahkan dapat menjadi lebih berat dibandingkan sebelumnya.

2. Pola Tidur Mulai Berantakan

Ilustrasi perempuan terbangun di malam hari dan tampak sulit kembali tidur/Foto: Magnific/tirachardz

Salah satu gejala perimenopause yang mungkin jarang disadari adalah perubahan pola tidur. Beauties bisa jadi lebih sulit tidur, sering terbangun di malam hari, atau tetap merasa lelah meski sudah tidur.

Gangguan tidur memang bisa muncul selama perimenopause ini, bahkan bisa tanpa disertai hot flashes atau keringat malam. Karena itu, perubahan ini kadang hanya dianggap sebagai efek dari rutinitas yang padat.

Kalau pola tidur mulai berubah bersamaan dengan perubahan menstruasi atau keluhan lainnya, coba perhatikan lebih jauh. Bisa jadi, tubuh sedang mengalami perubahan yang berkaitan dengan perimenopause.

3. Mood Mudah Berubah

Ilustrasi perempuan yang mengalami perubahan suasana hati selama masa perimenopause/Foto: Magnific/magnific

Perubahan suasana hati juga termasuk salah satu tanda perimenopause yang mungkin muncul. Perempuan bisa mengalami perubahan suasana hati, lebih mudah tersinggung, hingga perubahan kondisi emosional selama masa ini.

Namun, perubahan mood tidak selalu berkaitan dengan perimenopause. Kondisi tersebut juga bisa dipengaruhi oleh hal lain, termasuk riwayat perubahan mood yang sebelumnya pernah dialami.

Menurut Mayo Clinic, perempuan yang pernah mengalami PMS (Premenstrual Syndrome), PMDD (Premenstrual Dysphoric Disorder), depresi setelah melahirkan, atau memiliki riwayat depresi dan kecemasan juga lebih berisiko mengalami perubahan suasana hati selama perimenopause.

4. Hot Flashes atau Keringat Malam

Ilustrasi perempuan yang tiba-tiba merasa kepanasan/Foto: Magnific/magnific

Hot flashes atau sensasi panas yang muncul tiba-tiba cukup umum dialami selama perimenopause. Rasanya bisa datang tanpa diduga dan membuat tubuh terasa lebih panas dari biasanya.

Namun, pengalaman setiap perempuan tidak selalu sama. Ada yang merasakannya cukup kuat, ada juga yang mungkin hanya mengalami sensasi panas ringan.

Begitu juga dengan durasi dan frekuensinya. Hot flashes bisa berlangsung dalam waktu yang berbeda dan muncul sesekali atau lebih sering selama perimenopause.

5. Terjadi Masalah pada Vagina dan Kandung Kemih

Ilustrasi perempuan yang mengalami masalah pada area vagina dan saluran kemih selama perimenopause/Foto: Magnific/ArtPhoto_studio

Perubahan hormon selama perimenopause juga bisa terasa di area vagina dan saluran kemih. Salah satunya ketika kadar estrogen menurun dan membuat vagina terasa lebih kering atau tidak nyaman.

Rasa kering ini juga bisa menimbulkan sensasi terbakar saat buang air kecil. Bahkan, kondisi tersebut bisa membuat perempuan lebih rentan mengalami infeksi pada vagina maupun saluran kemih.

Selain itu, Beauties mungkin jadi lebih sering ingin buang air kecil dari biasanya. Sebagian perempuan juga bisa mengalami kebocoran urin yang lebih sering selama perimenopause.

Nah, itulah beberapa gejala perimenopause yang mungkin muncul tanpa banyak perempuan sadari. Setiap perempuan bisa mengalami pengalaman yang berbeda selama fase ini.

Jadi, kalau Beauties mulai merasakan perubahan yang sebelumnya tidak biasa, coba perhatikan saja polanya. Tidak perlu langsung menganggapnya sebagai efek lelah atau bertambahnya usia.

Kalau keluhannya mulai terasa mengganggu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Apalagi jika perubahan tersebut muncul bersamaan dengan gejala lain yang juga terasa berbeda dari biasanya.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE