5 Mitos tentang Telur yang Masih Banyak Dipercaya

Aqida Widya Kusmutiarani | Beautynesia
Selasa, 22 Sep 2026 06:00 WIB
Kenali mitos dan fakta tentang telur yang masih sering beredar/Foto: pexels.com/Dee Dave

Mitos tentang telur masih sering bikin banyak orang bingung, apalagi karena informasinya terus beredar dari mulut ke mulut hingga media sosial. Ada yang bilang kuning telur harus dihindari karena kolesterol, ada juga yang percaya makan telur setiap hari bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Akibatnya, makanan yang sebenarnya praktis, bergizi, dan jadi andalan banyak orang ini justru sering dipandang sebelah mata.

Padahal, nggak semua anggapan tersebut benar, Beauties. Seiring berkembangnya penelitian, banyak mitos lama tentang telur yang terbantahkan.

Nah, supaya kamu nggak salah paham lagi tentang makanan yang kaya akan protein ini, yuk, kenali beberapa mitos tentang telur yang paling sering dipercaya beserta fakta sebenarnya seperti yang dilansir dari SA Health!

Mitos: Cangkang Telur yang Kotor Berarti Lebih Alami


Mitos telur/Foto: pexels.com/Rio Lecatompessy

Banyak orang mengira cangkang telur yang masih ada noda tanah, bulu, atau kotoran ayam menandakan telur tersebut lebih alami karena belum banyak diproses. Padahal, anggapan ini hanyalah mitos.

Faktanya, cangkang telur yang kotor justru bisa membawa risiko kesehatan. Noda pada cangkang dapat mengandung bakteri berbahaya, termasuk Salmonella, yang bisa menyebabkan keracunan makanan. Oleh karena itu, telur yang terlihat kotor sebaiknya nggak dikonsumsi dan lebih aman untuk dibuang daripada mengambil risiko.

(dmh/dmh)