Apakah Pria Bisa Terkena Kanker Payudara? Ini Penjelasannya

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Senin, 02 Nov 2026 07:00 WIB
Faktor Risiko Kanker Payudara pada Pria
Faktor Risiko Kanker Payudara pada Pria/Foto: Magnific

Pernah kepikiran, apakah pria bisa terkena kanker payudara? Selama ini kanker payudara memang lebih sering dikaitkan dengan perempuan. Ternyata, pria juga bisa mengalaminya, lho, Beauties!

Setiap orang terlahir dengan sejumlah kecil jaringan payudara. Karena itu, sel-sel pada jaringan tersebut tetap bisa mengalami perubahan dan berkembang menjadi kanker.

Meski tergolong langka, kanker payudara pada pria paling sering ditemukan pada pria yang lebih tua, tetapi bukan berarti usia muda sepenuhnya terbebas dari risikonya. Dilansir dari Mayo Clinic, ini penjelasan lengkapnya!

Gejala Kanker Payudara pada Pria

Gejala Kanker Payudara pada Pria/Foto: Magnific

Kanker payudara pada pria bisa menimbulkan perubahan yang terlihat pada area dada dan puting. Salah satu tanda yang paling umum adalah munculnya benjolan atau penebalan jaringan yang biasanya tidak terasa sakit.

Beberapa perubahan lain yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Muncul benjolan atau penebalan: bagian tertentu pada dada terasa lebih tebal atau terdapat benjolan yang tidak biasa.
  • Perubahan kulit: kulit di sekitar dada mengalami perubahan, seperti berlekuk, mengerut, bersisik, atau berubah warna.
  • Perubahan puting: puting mengalami perubahan warna, kulit bersisik, atau mulai tertarik ke dalam.
  • Cairan dari puting: dapat berupa cairan yang keluar secara tidak biasa, bahkan disertai darah.

Jika menemukan perubahan yang tidak biasa pada area payudara, jangan langsung menyimpulkan bahwa itu kanker. Namun, pemeriksaan medis tetap penting agar penyebabnya bisa diketahui dengan tepat.

Apa Penyebab Kanker Payudara pada Pria?

Penyebab Kanker Payudara pada Pria/Foto: Magnific

Sampai saat ini, penyebab pasti kanker payudara pada pria belum sepenuhnya diketahui. Kondisi ini dimulai ketika sel-sel pada jaringan payudara mengalami perubahan pada DNA.

Sederhananya, DNA membawa instruksi yang mengatur bagaimana sel tumbuh, membelah, dan mati. Ketika terjadi perubahan tertentu, sel dapat menerima instruksi yang berbeda sehingga tumbuh terlalu cepat dan terus hidup ketika seharusnya mati.

Akibatnya, sel-sel abnormal tersebut dapat menumpuk dan membentuk tumor. Seiring waktu, sel kanker bisa menyerang jaringan di sekitarnya atau menyebar ke bagian tubuh lain. Penyebaran kanker ke bagian tubuh lain disebut sebagai kanker metastatik.

Tipe Kanker Payudara pada Pria

Tipe Kanker Payudara pada Pria/Foto: Magnific

Mungkin terdengar mengejutkan, tetapi jaringan payudara tetap dimiliki semua orang sejak lahir. Jaringan tersebut terdiri dari kelenjar penghasil ASI, saluran yang membawa ASI menuju puting, serta jaringan lemak.

Pada pria, perkembangan jaringan payudara biasanya tidak sebanyak perempuan setelah masa pubertas. Meski begitu, sel-sel yang ada tetap dapat mengalami perubahan dan berkembang menjadi kanker.

Beberapa tipe kanker payudara yang dapat terjadi pada pria meliputi:

  • Ductal carcinoma: kanker yang dimulai dari saluran payudara. Ini merupakan tipe kanker payudara pada pria yang paling umum.
  • Lobular carcinoma: kanker yang bermula dari kelenjar penghasil ASI atau lobulus. Tipe ini lebih jarang pada pria karena mereka umumnya memiliki lebih sedikit sel lobulus.
  • Paget's disease pada puting: tipe kanker yang dapat memengaruhi area puting dan kulit di sekitarnya.
  • Inflammatory breast cancer: tipe kanker yang lebih jarang dan dapat menyebabkan perubahan pada kulit serta pembengkakan pada area payudara.

Jadi, meskipun struktur jaringan payudara pria berbeda dengan perempuan, bukan berarti pria sama sekali tidak memiliki kemungkinan mengalami kanker payudara.

Faktor Risiko Kanker Payudara pada Pria

Faktor Risiko Kanker Payudara pada Pria/Foto: Magnific

Selain memahami bagaimana gejala, penyebab, dan tipe kanker payudara pada pria, penting juga mengetahui beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risikonya. Tapi ingat, ya! Faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kanker, tetapi dapat membuat kemungkinannya menjadi lebih tinggi.

Beberapa faktor yang diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara pada pria antara lain:

  • Usia lebih tua: kanker payudara pada pria paling sering didiagnosis pada usia sekitar 60-an.
  • Terapi hormon tertentu: penggunaan obat yang mengandung estrogen, termasuk dalam terapi hormon untuk kanker prostat, dapat meningkatkan risiko.
  • Riwayat keluarga: memiliki kerabat sedarah yang pernah mengalami kanker payudara dapat meningkatkan risiko.
  • Perubahan DNA yang diwariskan: perubahan pada gen tertentu seperti BRCA1 dan BRCA2 dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada pria.
  • Sindrom Klinefelter: kondisi genetik ketika pria terlahir dengan lebih dari satu kromosom X dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan meningkatkan risiko.
  • Penyakit hati: kondisi tertentu seperti sirosis dapat mengubah keseimbangan hormon dalam tubuh.
  • Obesitas: kelebihan berat badan berkaitan dengan kadar estrogen yang lebih tinggi, yang dapat meningkatkan risiko.
  • Masalah atau operasi pada testis: kondisi seperti peradangan testis atau operasi pengangkatan testis dapat berkaitan dengan peningkatan risiko.

Walaupun kasusnya jauh lebih jarang dibandingkan pada perempuan, keberadaan jaringan payudara membuat pria tetap memiliki kemungkinan mengalami kondisi ini. Karena itu, perubahan seperti benjolan, perubahan pada puting, kulit yang tampak berbeda, atau keluarnya cairan dari puting sebaiknya tidak diabaikan. Semakin cepat perubahan tersebut diperiksa, semakin cepat pula penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sesuai kondisi.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.