Benarkah Metabolisme Lambat Bikin Berat Badan Sulit Turun? Ini Faktanya

Amanda Nabila Noor Azahra | Beautynesia
Kamis, 05 Nov 2026 07:00 WIB
Benarkah Metabolisme Lambat Bikin Berat Badan Sulit Turun? Ini Faktanya
Benarkah Metabolisme Lambat Bikin Berat Badan Sulit Turun? Ini Faktanya/Foto: pexels.com/SHVETS production

Beauties, familiarkah kalian dengan konten yang menjanjikan metabolisme lebih cepat hanya dengan mengonsumsi minuman tertentu, suplemen, atau mengikuti rutinitas khusus? Klaim seperti ini mudah menarik perhatian, terutama ketika media sosial terus dipenuhi tips menurunkan berat badan.

Dilansir dari Bustle, terdapat tren produk dan kebiasaan yang diklaim dapat “mengaktifkan” atau mempercepat metabolisme. Padahal, metabolisme merupakan proses kompleks yang tidak bisa diubah secara drastis hanya dengan satu trik. Lalu, apa yang sebenarnya perlu dipahami tentang metabolisme dan tren metabolism booster? Simak penjelasannya berikut ini, yuk, Beauties! 

1. Metabolisme Bukan Satu-Satunya Penentu Berat Badan

Metabolisme Bukan Satu-Satunya Penentu Berat Badan/Foto: pexels.com/Jonathan Borba

Metabolisme adalah proses tubuh mengubah makanan dan minuman menjadi energi untuk menjalankan berbagai fungsi, mulai dari bernapas hingga bergerak. Menurut Harvard Health Publishing, laju metabolisme dipengaruhi faktor genetik dan kondisi tubuh, serta berperan dalam penggunaan energi sehari-hari.

Selain itu, metabolisme bukan ditentukan oleh berat badan semata. Pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, kondisi kesehatan, dan berbagai faktor lain juga dapat berpengaruh. Karena itu, berat badan yang sulit turun tidak otomatis berarti seseorang memiliki metabolisme yang lambat.

2. Produk Metabolism Booster Belum Tentu Efektif

Produk Metabolism Booster Belum Tentu Efektif/Foto: pexels.com/Nataliya Vaitkevich

Mulai dari suplemen fat burner hingga produk herbal, berbagai produk dipasarkan dengan janji membantu tubuh membakar lebih banyak kalori. Namun, klaim pemasaran tidak selalu sejalan dengan bukti ilmiah.

Dilansir dari Cleveland Clinic, banyak suplemen penurun berat badan belum memiliki bukti penelitian yang memadai untuk memastikan efektivitasnya. Beberapa produk juga berpotensi menimbulkan efek samping atau berinteraksi dengan obat-obatan tertentu.

Artinya, jika ingin menggunakan suplemen untuk tujuan kesehatan atau pengelolaan berat badan, Beauties sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan para profesional di bidang kesehatan.

3. Hidup Sehat Yang Dapat Berubah Menjadi Tekanan untuk Kurus

Hidup Sehat Yang Dapat Berubah Menjadi Tekanan untuk Kurus/Foto: pexels.com/Gustavo Fring

Selain soal kesehatan, tren metabolism booster atau budaya diet yang ada di media sosial juga bisa membentuk pemikiran soal bagaimana kita melihat tubuh kita. Konten wellness yang terus menyiratkan bahwa metabolisme harus dipercepat dan berat badan harus selalu dikurangi, bisa membuat seseorang melihat tubuhnya dengan negatif. 

Menjaga kesehatan tentu penting, tetapi tidak berarti mengejar setiap tren atau terus-menerus merasa perlu mengubah bentuk tubuh. Beauties bisa lebih selektif dalam menerima informasi kesehatan dan memilih kebiasaan yang realistis, aman, serta sesuai dengan kebutuhan diri sendiri.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE