Beauties, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan makanan khas Indonesia bernama rendang, bukan? Yup, rendang adalah masakan daging yang berasal dari daerah Minangkabau, Sumatera Barat. Kelezatannya sudah tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, rendang digadang-gadang menjadi salah satu makanan terenak di dunia, lho! Popularitasnya pun sudah menjangkau ke berbagai belahan dunia.
Baru-baru ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno meresmikan proyek 'Rendang Goes to Europe' pada Jumat (25/03) di Bali. Proyek ini merupakan inisiasi dari Duta Besar RI untuk Bulgaria, Makedonia Utara, dan Albania, Iwan Bogananta.
Dalam proyek ini, rencananya akan dibuka pabrik rendang di Bulgarian di bawah perusahaan Bella Bulgaria. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan rendang. Lalu, rendang yang diproduksi di pabrik tersebut akan dipasarkan di negara-negara Eropa hingga Timur Tengah.
Meski didukung oleh banyak pihak, namun ada beberapa pihak yang kecewa dan kurang setuju dengan proyek ini. Wah, kenapa, ya? Dilansir dari detikFood, berikut 5 fakta soal 'Rendang Goes to Europe' yang menuai pro dan kontra!
Bagian dari 'Indonesia Spice up The World'
Proyek 'Rendang Goes to Europe' merupakan bagian dari Indonesian Spice up The World (ISUTW) yang diluncurkan Presiden Joko Widodo pada tahun 2021. ISUTW sendiri merupakan gerakan nasional yang bertujuan meningkatkan nilai ekonomi pada sektor pariwisata, perdagangan dan investasi melalui industri gastronomi.
'Rendang Goes to Europe' merupakan salah satu kegiatan dalam program besar Indonesia Spice Up The World'. Tak hanya melulu berupa rempah-rempah saja tetapi juga rempah dalam bentuk bumbu rendang dan bumbu masakan tradisional lainnya.
Ajak Pakar Kuliner William Wongso sebagai konsultan ahli
Beauties, mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan nama pakar kuliner William Wongso. Yup, di proyek 'Rendang Goes to Europe', William Wongso akan membantu merancang teknis produksi rendang.
Bahan baku beserta bumbu akan didatangkan langsung dari Indonesia, dan proses produksi dilakukan di Bulgaria. Proses produksinya akan menggunakan mesin, lantaran jumlahnya banyak. Namun dipastikan rasa dan kualitas akan diusahakan seperti buatan tangan. Selain itu, rendang yang diproduksi dan dipasarkan di Eropa juga harus memiliki sertifikat halal.
Tuai Pro dan Kontra
Rendang mendunia rupanya menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia. Tak sedikit yang merasa bangga, namun ada pula yang merasa kecewa, khususnya masyarakat Minang.
Sebab, masyarakat Minang tidak ikut digandeng untuk bekerjasama dalam proyek tersebut. Rendang sendiri adalah makanan masyarakat Minang dan sudah menjadi bagian dari tradisi.
Salah satunya disampaikan oleh Reno Andam Suri, seorang praktisi kuliner Minang sekaligus penulis buku 'The Story of Rendang'.
"Pagi ini aku terima DM (Direct Message) tentang launching Rendang Goes to Europe di Bali. Sore ini saat mulai tenang, melihat bagaimana acara ini melukai hati teman-teman komunitas Perendang Minang. Para UMKM yang juga berjuang untuk besarnya Rendang. Ya sudahlah kemarin ada berita berdiri pabrik rendang di Bulgaria," tulisnya di Instagram.
Diluncurkan di Bali
Menanggapi kekecewaan masyarakat Minang soal lokasi peluncuran 'Rendang Goes to Europe' yang dilaksanakan di Bali, bukan Sumatera Barat, Sandiaga Uno buka suara.
Melalui akun Instagramnya, Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa Bali merupakan simbol pariwisata yang paling populer di Indonesia. Selain itu, Bali juga merupakan tempat utama berlangsungnya rangkaian acara G20 hingga bulan November 2022 nanti.
"Sementara, simbol brand kreatif yang dikenal dunia adalah rendang. Ini yang kemudian kita gabungkan dan mendapat antuasiasme dari masyarakat dunia," ujar Sandiaga Uno seperti yang dikutip dari detikTravel.
Melibatkan UMKM Indonesia
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahan baku serta bumbu untuk membuat rendang didatangkan langsung dari Indonesia. Proyek ini pun akan melibatkan para UMKM di Indonesia.
"Bumbu itu di sana ada, tapi rasanya berbeda dengan bumbu Indonesia, dan harganya lebih mahal. Jadi kita sudah olah di Indonesia sebagai bumbu rendang siap olah. Santan juga begitu," ujar William Wongso.
Menurut Sandiaga Uno 'Rendang Goes to Europe' ini bisa melibatkan rantai pasok sebanyak-banyaknya dari hasil bumi Sumatera Barat. Mulai dari bumbu, pengemasan, santan dan racikan.
"Semuanya bisa memberi peluang usaha dan kebangkitan ekonomi dari Sumbar," ujar Sandiaga Uno.
Gimana menurutmu, Beauties?
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!