Rujak Cingur khas Jawa Timur
Cingur dalam bahasa Jawa berarti mulut. Penamaan ini disebabkan karena adanya campuran irisan mulut atau moncong sapi di hidangannya. Rujaknya sendiri terdiri dari berbagai jenis buah seperti krai, mangga muda, nanas, timun, bengkuang dan kedondong. Ditambahkan juga lontong, tempe, tahu, cingur, taoge, kacang panjang dan bendoyo.
Lalu semua bahan tersebut disiram saus khas yang terbuat dari olahan petis udang, bawang goreng, campuran gula merah, cabai, kacang tanah, dan lain-lain. Disajikan dalam dua cara, Rujak Cingur bisa dihidangkan secara biasa yaitu semua bahan dicampurkan atau secara matengan yang mana hanya bahan-bahan yang matang saja yang dicampurkan. Jangan lupa menyantapnya dengan kerupuk juga ya!
Rawon yang Terkenal
Memiliki kekhasan pada warna kuah hitamnya yang berasal dari kluwek, hidangan ini termasuk salah satu kuliner yang paling terkenal di Surabaya. Daging sapi yang digunakan dalam hidangan para raja zaman dahulu ini biasanya adalah daging dengan potongan kecil-kecil. Rawon biasa disajikan dengan nasi, empal, sabal, daun bawang dan kerupuk udang.
Hidangan yang di luar negeri terkenal dengan nama Black Soup ini memiliki rasa yang manis jika tepat dalam memilih kluweknya, karena kesalahan memilih kluwek malah akan membuat rawon menjadi hidangan yang pahit.
Enaknya Soto Lamongan
Salah satu kekhasan yang membuat Soto Lamongan wajib dicoba adalah adanya Poya. Poya adalah serbuk kerupuk uang yang dicampurkan dengan kuahnya. Perpaduan poya, kuah bening dan bahan lainnya akan otomatis memberikan rasa gurih yang lezat di lidah.
Memiliki bahan yang tak jauh beda dengan soto lainnya, Soto Lamongan biasa dihidangkan bersama ceker ayam, kulit ayam, sayap ayam dan kentang goreng. Meskipun bernama Lamongan, hidangan ini menjadi salah satu hidangan yang paling diburu wisatawan di Surabaya.