Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Papua Selatan masih terjadi. Kebakaran ini telah memakan banyak korban, Beauties. Asap yang dihasilkan dapat memperburuk gangguan pernapasan dan menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi kelompok tertentu yang lebih rentan.
Lantas, siapa saja yang berisiko tinggi mengalami dampak kesehatan akibat asap karhutla? Apa yang bisa dilakukan untuk melindungi mereka? Yuk, kenali kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih dan cara melindunginya dari paparan asap karhutla berikut ini!
Kelompok yang Paling Berisiko Terdampak Paparan Asap Karhutla
Saat asap kebakaran hutan cukup tebal, siapa pun bisa mengalami gangguan kesehatan, tanpa memandang usia atau kondisi tubuh. Namun, ada beberapa kelompok yang lebih rentan mengalami efek paparan asap karena kondisi kesehatan, usia, atau aktivitas sehari-hari yang membuat mereka lebih sering terpapar.
Berikut kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih saat karhutla terjadi melansir dari laman Government of Canada.
- Orang yang memiliki penyakit kronis, terutama gangguan paru-paru dan jantung, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan penyakit jantung.
- Lansia berusia 65 tahun ke atas
- Bayi dan anak-anak
- Ibu hamil
- Orang yang sering beraktivitas di luar ruangan
- Masyarakat dengan keterbatasan ekonomi dan tempat tinggal