Jangan Asal! Ini 5 Alasan Sayur Sebaiknya Tidak Dicuci Setelah Dipotong

Retno Anggraini | Beautynesia
Senin, 25 May 2026 08:30 WIB
Alasan sayur sebaiknya tidak dicuci setelah dipotong/Foto: Pexels.com/Kampus Production

Memasak hidangan sehat untuk keluarga tercinta tentu menjadi kepuasan tersendiri. Demi memastikan kebersihan bahan makanan, banyak dari kita yang sangat teliti dalam membersihkan setiap lembar daun dan batang sayuran sebelum diolah menjadi hidangan lezat. Ternyata urutan dalam membersihkan sayur memegang peranan yang sangat krusial bagi kualitas masakan.

Ada sebuah kebiasaan keliru yang sering kali dilakukan di dapur, yaitu merendam atau membasuh sayuran yang kondisinya sudah terpotong rapi. Alih-alih membuat masakan menjadi lebih higienis, tindakan ini justru bisa memicu berbagai kerugian yang jarang disadari.

Berdasarkan penelitian dari The Indian Council of Medical Research yang dilansir melalui The Economic Times, berikut 5 alasan kenapa kebiasaan kecil ini bisa berdampak besar pada kualitas makanan kita.

1. Berkurangnya Kandungan Nutrisi


Kandungan nutrisi sayur bisa berkurang jika dicuci setelah dipotong/Foto: Pexels.com/Engin Akyurt

Sayuran mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, terutama vitamin dan mineral. Beberapa vitamin dalam sayur seperti vitamin C dan vitamin B kompleks, termasuk jenis vitamin yang larut dalam air. Artinya, ketika terkena air terlalu lama, kandungannya bisa ikut terbuang bersama air cucian.

Saat sayur dipotong, bagian dalam sayuran yang sebelumnya terlindungi menjadi terbuka. Jika setelah itu sayur langsung dicuci, air akan lebih mudah masuk ke jaringan sayur dan membawa sebagian zat gizi keluar. Semakin kecil ukuran potongan sayur, semakin besar pula permukaan yang terkena air sehingga risiko hilangnya nutrisi juga meningkat.

Jika dilakukan dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa memengaruhi kualitas asupan makanan sehari-hari. Apalagi jika sayuran menjadi sumber utama vitamin dalam menu makan kita.

(naq/naq)