Karhutla Kalimantan Meluas, Ini Bahaya Kesehatan Akibat Menghirup Asap Kebakaran Hutan
Beauties, kebakaran hutan yang melanda wilayah Kalimantan semakin meluas. Imbasnya, kabut asap tebal menutupi berbagai wilayah dan menganggu aktivitas warga setempat.
Mengutip laporan dari CNN Indonesia, kabut asap tebal akibat kebakaran hutan menyelimuti Kalimantan Selatan, termasuk daerah Liang Anggang, Banjar Baru. Dampak kebakaran hutan dan lahan ini juga berimbas ke wilayah Kalimantan lainnya, seperti Palangka Raya, Kalimantan Tengah, bahkan mencapai negara tetangga. Mengutip dari DetikKalimantan, per Rabu (19/8/2026), kondisi udara di Palangka Raya berdasarkan Air Quality Index (AQI) terpantau mencapai 487 dengan kategori berbahaya.
Jika masyarakat terpapar asap akibat kebakaran hutan ini, tentu saja akan ada dampak kesehatan yang dirasakan, Beauties. Pasalnya, mengutip dari situs UNICEF, kebakaran hutan melepaskan campuran polutan beracun, termasuk karbon monoksida, oksida nitrogen, senyawa organik yang mudah menguap, logam berat, dan partikulat halus (PM2.5). Kepulan polusi ini dapat terbawa hingga ratusan atau ribuan kilometer sehingga jika terhirup oleh masyarakat di wilayah pemukiman penduduk, bisa menimbulkan banyak masalah kesehatan.
Efek Langsung yang Dialami
Gangguan pernapasan yang bisa langsung dialami akibat paparan asap kebakaran hutan/ Foto: Pexels.com/Anna Shvets
Berdasarkan International Association of Wildland and Fire, masalah kesehatan akibat menghirup asap kebakaran hutan dapat menyebabkan efek yang langsung dialami, antara lain batuk dan sesak napas, mata perih, tenggorokan terasa gatal atau kasar, hidung meler, dan iritasi pada sinus. Mayo Clinic turut menyebutkan dampak lainnya seperti serangan asma, sakit kepala, nyeri dada, kelelahan, dan juga mengi.
Dampak Fatal terhadap Kesehatan
Dampak serius dari paparan asap kebakaran hutan/ Foto: Pexels.com/Sora Shimazaki
Dampak yang lebih serius dapat dialami ketika seseorang terpapar terus-menerus serta pada mereka dengan penyakit jantung dan hipertensi. Paparan jangka pendek, yaitu dalam hitungan hari hingga minggu, dikaitkan dengan peningkatan kematian dini serta memburuknya penyakit pernapasan dan kardiovaskular yang sudah ada sebelumnya.
Beberapa penyakit serius akibat paparan asap kebakaran hutan antara lain penurunan fungsi paru-paru, bronkitis, perburukan asma dan penyakit jantung, termasuk serangan jantung, gagal jantung, dan irama jantung abnormal, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan kematian.
Dampak terhadap Anak-anak dan Ibu Hamil
Dampak kesehatan paparan asap kebakaran hutan terhadap anak-anak dan ibu hamil/ Foto: Pexels.com/cottonbro studio
Anak-anak dan ibu hamil turut menjadi kelompok rentan yang dapat mengalami gangguan kesehatan tertentu akibat paparan asap kebakaran hutan. UNICEF menjelaskan, pada ibu hamil, paparan polusi tersebut dapat meningkatkan risiko preeklamsia, keguguran atau lahir mati, diabetes gestasional, hipertensi gestasional, dan persalinan prematur.
Sementara risiko pada bayi termasuk berat badan lahir rendah, cacat bawaan, diabetes pada anak, serta kematian. Pada anak kecil, risiko dari paparan asap seperti asma dan penyakit pernapasan, sistem kekebalan tubuh melemah, serta penurunan fungsi kognitif dan neurologis.
Untuk menghindari risiko, pencegahan yang bisa dilakukan antara lain tetap berada di dalam ruangan, menggunakan filter udara, mengenakan masker N95/KN95 saat beraktivitas, batasi aktivitas fisik, serta banyak minum air putih. Namun jika kondisi semakin parah, maka disarankan untuk mengungsi ke tempat yang aman.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!