Mengenal "Brain Scars", Bentuk Seksisme Tersembunyi yang Berdampak pada Kesehatan Perempuan

Retno Anggraini | Beautynesia
Selasa, 14 Apr 2026 10:00 WIB
Brain scars, bentuk seksisme tersembunyi yang berdampak pada kesehatan perempuan/Foto: Freepik.com/tirachardz

Ada banyak bentuk ketidakadilan yang terlihat jelas, tapi ada juga yang diam-diam mengendap dan meninggalkan dampak jangka panjang. Salah satunya adalah fenomena brain scars, istilah yang merujuk pada luka tak kasat mata akibat pengalaman seksisme yang terus-menerus dialami perempuan.

Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa lingkungan yang tidak setara bisa mengubah struktur biologis seseorang. Memahami bagaimana diskriminasi ini bekerja adalah langkah awal untuk menyadari bahwa apa yang kita rasakan selama ini bukanlah hal yang berlebihan.

Melansir BBC, mari kita telusuri lebih dalam bagaimana ketidakadilan ini benar-benar meninggalkan bekas di dalam kepala kita.

Seksisme Sehari-hari yang Sering Dianggap Sepele


Brain scars dari seksisme sehari-hari yang dianggap sepele/Foto: Freepik.com/wirestock

Banyak perempuan mungkin pernah mengalami catcalling, komentar merendahkan, atau perlakuan yang membuat tidak nyaman di ruang publik. Hal-hal seperti ini sering kali dianggap biasa saja dan bahkan diabaikan. Padahal, respons tubuh terhadap situasi tersebut nyata, mulai dari rasa cemas, takut, hingga stres yang muncul secara spontan.

Dalam konteks brain scars, pengalaman kecil yang berulang ini menjadi akumulasi stres. Seksisme tidak selalu hadir dalam bentuk besar seperti kekerasan fisik, tapi juga dalam bentuk halus seperti stereotip atau komentar pujian yang sebenarnya merendahkan. Lama-kelamaan, ini bisa memengaruhi cara perempuan melihat diri sendiri dan dunia di sekitarnya, Beauties.

(naq/naq)