Mengenal Pagophagia, Kebiasaan Mengunyah Es Batu dan Bahayanya bagi Kesehatan

Cikal Chairunisa | Beautynesia
Senin, 04 Sep 2023 06:15 WIB
Pagophagia, kebiasaan yang harus mulai kamu tinggalkan/ Foto: Freepik/@teksomolika

Jika kamu mempunyai kebiasaan buruk mengunyah es batu, mungkin saja kamu mengalami pagophagia, Beauties. Hal ini merupakan salah satu bentuk pica, yaitu kelainan yang menyebabkan orang mengidam dan memakan makanan yang tidak mempunyai nilai gizi. Contoh pica lain adalah makan kapur, kertas, atau pasir.

Pagophagia umumnya bukanlah masalah yang serius dan tidak berbahaya bagi tubuh. Akan tetapi, hal ini dapat menunjukkan gejala kondisi medis yang membutuhkan perhatian, misalnya kekurangan kalsium dan zat besi. 

Gejala Pagophagia


Gejala pagophagia/ Foto: Freepik/@suksao

Mengutip dari Healthline, gejala pagophagia yang paling umum adalah mengunyah es batu. Dalam jangka pendek, keinginan untuk memakan banyak es batu mungkin tidak berarti apa-apa. Namun, apabila keinginan tersebut bertahan lebih dari sebulan, kamu mungkin didiagnosis menderita pica.

Pagophagia terkait dengan anemia defisiensi besi. Anemia jenis ini terjadi karena tubuh kekurangan zat besi. Akibatnya, kamu mungkin mengalami gejala lainnya, yakni:

  • Kelelahan ekstrem.
  • Kulit pucat dan kering.
  • Nyeri dada, detak jantung cepat, atau sesak napas.
  • Pusing atau sakit kepala ringan.
  • Lidah bengkak atau sakit.
  • Tangan atau kaki dingin.
  • Nafsu makan yang buruk.

Penyebab Pagophagia


Penyebab pagophagia/ Foto: Freepik/@cookie_studio

Walaupun sering terjadi pada anak-anak, pagophagia juga dapat terjadi pada orang dewasa yang dipicu oleh kondisi medis lainnya. Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan pagophagia, menurut Verywell Mind.

1. Anemia Defisiensi Besi


Anemia defisiensi besi/ Foto: Freepik/@jcomp

Saat kamu menderita anemia defisiensi besi, gejala yang muncul adalah kelelahan, kelemahan, kulit pucat, dan lidah bengkak. Beberapa orang dengan anemia jenis ini juga mengalami pagophagia.

Satu teori mengatakan bahwa hal ini bisa memberikan kelegaan untuk lidah bengkak pada orang yang mengalami gejala khusus. Dalam sebuah studi tahun 2014 tentang hubungan antara anemia defisiensi besi dan pagophagia, para ilmuwan menemukan bahwa 16 persen peserta yang semuanya menderita anemia, juga menderita pagophagia.

2. Gangguan Psikiatri


Gangguan psikiatri/ Foto: Freepik/@diana.grytsku

Gangguan kejiwaan seperti Obsessive Compulsive Disorder (OCD), depresi, dan gangguan spektrum autisme dapat menimbulkan pagophagia. Pada orang dengan OCD, pagophagia bisa berkembang sebagai dorongan sebagai respons terhadap obsesi. Penelitian juga menunjukkan bahwa orang mungkin mengembangkan pagophagia sebagai respons terhadap kecemasan atau situasi stres.

Gangguan lain yang terkait dengan pagophagia adalah gangguan makan, kehamilan, dan kekurangan kalsium. Contohnya, beberapa perempuan hamil mengidam es batu selama periode tertentu kehamilannya. Setelah melahirkan, keinginan tersebut cenderung hilang. Selain itu, orang dengan gangguan makan mungkin menggunakan makanan yang tidak bernilai gizi untuk mengelabui perut mereka agar kenyang.

(naq/naq)