Mengenal Perbedaan Antiperspiran dan Deodoran
Ketika berhadapan dengan iklim tropis dengan suhu yang cenderung tinggi seperti di Indonesia, produk yang bisa mengatasi bau dan efek dari keringat menjadi sebuah kebutuhan. Jenis produk yang sering diandalkan untuk mengatasinya adalah deodoran ataupun antiperspiran.
Keduanya sering jadi pilihan karena memiliki fungsi utama untuk menghadapi masalah yang berkaitan dengan keringat. Lantas, hal tersebut juga bisa menimbulkan sebuah pertanyaan, antiperspiran dan deodoran apakah sama? Ataukah keduanya memiliki perbedaan? Yuk, simak penjelasannya di sini!
1. Perbedaan Fungsi
Ilustrasi perbedaan fungsi/ Foto: unsplash.com/Zulfugar Karimov
Produk antiperspiran dan deodoran memiliki tujuan yang hampir serupa. Namun, keduanya memiliki perbedaan fungsi. Antiperspiran berfungsi untuk mengurangi banyaknya keringat yang dihasilkan oleh tubuh pada area yang diaplikasikan. Sehingga cocok untuk mencegah bekas keringat timbul.
Deodoran memiliki fungsi yang mengarah pada kontrol aroma yang dihasilkan oleh tubuh. Memiliki fungsi utama untuk menghilangkan bau ketiak yang disebabkan oleh bakteri dan keringat yang bersumber dari sana. Bahkan beberapa deodoran juga memiliki kandungan parfum untuk bantu mengurangi potensi bau ini.
2. Kandungan Produk
Ilustrasi kandungan produk/ Foto: unsplash.com/ibnu ihza
Fungsi dari produk antiperspiran dan deodoran juga bersumber dari perbedaan main ingredient yang digunakan. Deodoran biasanya memiliki bahan utama alkohol untuk bantu mengurangi bau badan.
Di sisi lain, antiperspiran seringkali menggunakan bahan berbasis senyawa aluminium yang bisa menghalangi pori-pori kulit ketiak untuk sementara waktu. Ketika keringat terhalang dan berkurang maka akan lebih sedikit potensi bakteri yang ada, membuat potensi bau badan juga berkurang.
3. Cara Kerja
Ilustrasi cara kerja/ Foto: unsplash.com/Ruben Ramirez
Perbedaan antiperspiran dan deodoran selanjutnya adalah bagaimana cara kedua produk tersebut bekerja. Mengutip dari laman Healthessentials, kandungan dalam antiperspiran ‘memblokir’ pori-pori di permukaan kulit yang menjadi akses keringat untuk keluar.
Sementara itu, deodoran tidak menutup pori-pori dan fokus pada hal yang berbeda. Kandungan yang ada dalam produk deodoran justru bekerja untuk menetralisir bakteri yang kemudian bisa menyebabkan bau ketika kita keringat.
4. Klasifikasi Produk
Ilustrasi klasifikasi produk/ Foto: unsplash.com/Abdul Raheem Kannath
Berdasarkan bahan dan kandungannya, kedua produk ini memiliki perbedaan dalam hal klasifikasi produk. Dikutip dari laman WebMD, deodoran masuk ke dalam kategori kosmetik sedangkan antiperspiran adalah golongan obat-obatan.
Hal itu jugalah yang menyebabkan Food and Drug Administration (FDA) di Amerika membuat antiperspiran harus memiliki izin edar dan mengikuti prosedur dari FDA sebelum bisa memasuki pasar. Jadi meskipun sepintas terlihat serupa, dua produk ini dimasukkan dalam klasifikasi yang berbeda.
Nah, itu dia beberapa perbedaan produk antiperspiran dan deodoran yang perlu kamu ketahui. Jadi kira-kira mana yang kamu pilih untuk menemani aktivitasmu sehari-hari, Beauties?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!