Menurut Dokter, Hindari Konsumsi 3 Makanan Ini untuk Jaga Kesehatan Liver

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Selasa, 20 Jan 2026 07:00 WIB
Menurut Dokter, Hindari Konsumsi 3 Makanan Ini untuk Jaga Kesehatan Liver/Foto: Freepik/pvproductions

Bayangkan livermu seperti penyaring air canggih yang bekerja tanpa henti menyaring zat-zat berbahaya bagi tubuhmu. Organ terbesar dalam tubuh ini bukan hanya bertugas menyaring racun, limbah, dan sel darah merah yang sudah rusak, tetapi juga menjalankan banyak fungsi penting lainnya yang jarang disadari.

Kita mungkin tahu bahwa kebiasaan seperti merokok dan mengonsumsi alkohol bisa merusak kesehatan liver, tetapi ternyata, pilihan makanan kita sehari-hari juga bisa memberikan dampak yang sama buruknya. Menurut Dr. Saurabh Sethi, seorang ahli gastroenterologi bersertifikat dan ahli endoskopi intevensional, dilansir dari Best Life, ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari karena diam-diam bisa menyebabkan kerusakan liver (hati) yang yang serius.

Makanan yang Mengandung Fruktosa Tinggi

Dalam sebuah video TikTok, Dr. Sethi mengungkapkan bahwa ia menghindari makanan yang tinggi fruktosa karena ini adalah makanan perusak liver. Fruktosa, yang banyak ditemukan dalam minuman manis dan makanan olahan, diproses hampir seluruhnya oleh hati. Ini membuat hati bekerja ekstra keras, apalagi jika jumlah fruktosa yang dikonsumsi melebihi batas wajar.

Dulu, asupan fruktosa dari buah dan sayuran hanya sekitar 15 gram per hari. Namun sekarang, sebagian besar orang mengonsumsi empat hingga lima kali lipat dari jumlah itu, terutama dari gula tambahan dalam makanan manis seperti sereal, soda, jus buah kemasan, dan kue-kue.

Kelebihan fruktosa ini dapat menyebabkan lemak menumpuk di area perut, yang menjadi salah satu pemicu utama penyakit hati berlemak alias kondisi di mana lemak berlebih disimpan di dalam organ hati. Sebuah penelitian pada tahun 2008 bahkan menunjukkan bahwa konsumsi fruktosa berlebih secara signifikan meningkatkan risiko kondisi tersebut.

Tidak hanya itu, penelitian tahun 2020 juga menemukan bahwa fruktosa yang berlebihan bisa merusak penghalang usus yang seharusnya berfungsi melindungi tubuh dari bakteri dan racun. Jika penghalang ini rusak, zat-zat berbahaya bisa masuk ke dalam darah dan akhirnya membebani hati lebih lanjut.

(naq/naq)