Memiliki waktu tidur yang cukup dapat membantu kesehatan tubuh tetap terjaga. Sebaliknya, apabila seseorang kekurangan waktu tidur maka hal itu akan berdampak pada kesehatan tubuh. Sehingga aktivitas di pagi hari berjalan tidak maksimal karena rasa kantuk yang menyerang.
Seperti yang Beauties tahu bahwa gangguan tidur adalah kondisi medis yang dapat memengaruhi kualitas, jumlah, hingga waktu tidur yang bisa kamu dapatkan di malam hari.
Melansir dari Cedars Sinai, Dr.OragunRojanapairat, seorang ahli paru dan ahli obat tidur, mengatakan, "Jika kamu pergi tidur pada waktu yang normal dan saat bangun di pagi haritubuhmu merasa kelelahan hampir di setiap hari maka hal itu tidak boleh disepelekan dan harus segera diatasi. Sebab, gangguan tidur dapat mengganggu fungsi dan kesehatan tubuh secara serius."
Dalam hal ini, jika gangguan tidur dibiarkan berlarut terlalu lama maka seiring berjalannya waktu dapat menyebabkan obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, hingga kesehatan mental yang buruk. Oleh karena itu, penting untukmu mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis dari gangguan tidur agar bisa mengatasinya.
Lantas, apa saja jenis-jenis gangguan tidur? Berikut 5 jenis gangguan tidur dan cara mengatasinya. Yuk, simak!
Insomnia
Insomnia/Foto: Freepik/@tirachardz |
Insomnia adalah gangguan tidur yang paling umum. Gangguan ini membuatmu tidak bisa mendapatkan waktu tidur yang cukup sehingga kamu akan terus menguap sepanjang hari. Biasanya, insomnia lebih mungkin terjadi pada orang tua dan perempuan. Namun, sekitar 10 persen orang dewasa yang memiliki masalah kronis juga dapat mengalami insomnia.
Orang-orang yang mengalami insomnia akan menghabiskan waktunya lebih dari 20 hingga 30 menit di tempat tidur sebelum tertidur. Dalam beberapa kasus juga ada yang sering bangun atau bangun terlalu pagi dan tidak bisa tidur lagi. Insomnia dapat bersifat akut (jangka pendek) dan kronis (jangka panjang).
Melansir dari Verywell Health, kamu dapat didiagnosis dengan insomnia kronis jika kamu mengalami kesulitan tidur setidaknya tiga malam per minggu selama setidaknya tiga bulan. Sementara itu, untuk mengatasi masalah insomnia bisa dengan tiga cara berikut:
- Pendidikan kebersihan tidur untuk menanamkan kebiasaan baik atau memperbaiki kebiasaan buruk saat tidur.
- Terapi perilaku kognitif untuk insomnia (CBTI).
- Penggunaan obat tidur jangka pendek, seperti obat penenang/hipnotis, antidepresan, dan antihistamin. Pastikan penggunaan obat-obatan tersebut harus berdasarkan resep dokter.
Otak Terus Bekerja Saat Tidur
Gangguan tidur/Foto: Freepik/@jcomp |
Beauties, pernahkah kamu kesulitan tidur karena otakmu terus bekerja atau berpikir? Hampir kebanyakan orang setidaknya pernah sekali mengalami gangguan tidur semacam ini. Seperti yang dikutip dari akun TikTok Davi dengan username @pejuangnyenyak, seorang influencer TikTok yang kerap membagikan konten tentang Sleep Education ini menjelaskan bahwa otak yang terus bekerja saat tidur biasanya disebabkan oleh faktor stres yang disadari maupun tidak disadari.
Untuk mengatasi gangguan tidur ini, kamu bisa melakukan relaksasi tubuh dan pikiran sekitar satu jam sebelum tidur. Adapun relaksasi tersebut haruslah relaksasi yang menenangkan, contohnya membaca. Namun, apabila solusi ini tidak bekerja pada dirimu maka kamu bisa mencoba mengatasinya dengan menuangkan isi pikiranmu dengan menulis di buku atau jurnal harian sebelum tidur.
Mendengkur dan Sleep Apnea
Mendengkur saat tidur/Foto: Freepik/@katemangostar |
Mendengkur adalah salah satu jenis gangguan tidur yang paling sering terjadi dan dapat terjadi kepada siapa saja, baik pria maupun perempuan. Meskipun demikian, gangguan ini bisa menjadi cukup buruk ketika sudah ke masuk ke tahap sleep apnea.
Sleep apnea merupakan gangguan tidur lanjutan dari mendengkur. Kondisi ini tergolong lebih kronis dan berpotensi serius karena napas bisa berhenti beberapa kali per jam selama 10 detik atau lebih dalam satu waktu. Hal ini bisa membuat kadar oksigen dalam darah menjadi turun.
Melansir dari Verywell Health, untuk mengatasi sleep apnea bisa dengan melakukan beberapa cara berikut:
- Menggunakan perangkat gigi atau peralatan mulut yang menarik rahang dan lidah ke depan sehingga tidak dapat menghalangi saluran udara.
- Menggunakan alat bantu tidur posisi yang mencegahmu berguling telentang.
- Operasi pengangkatan jaringan tenggorokan berlebih.
- Menurunkan berat badan.
- Menggunakan perangkat implan untuk merangsang otot tenggorokan saat tidur.