Slow Dopamine, Cara Baru Menemukan Kebahagiaan yang Lebih Tahan Lama

Elvin Nuril Firdaus | Beautynesia
Minggu, 03 May 2026 08:00 WIB
Slow Dopamine, Cara Baru Menemukan Kebahagiaan yang Lebih Tahan Lama/Foto: pexels.com/Gary Barnes

Perkembangan teknologi memudahkan berbagai aktivitas manusia, mulai dari mencari informasi, belanja, dan beberapa hal yang ternyata bisa meningkatkan suasana hati. Meski sekadar scroll media sosial, melihat meme lucu, konten yang terasa relate dengan suasana hati, membuatmu betah berlama-lama berseluncur di media sosial.

Rasa senang yang muncul tersebut terjadi karena adanya lonjakan dopamin. Menurut Harvard Health Publishing, dopamin punya peran untuk membantu kita merasa senang.

Sayangnya, lonjakan dopamin yang terjadi cepat umumnya bertahan sementara dan kamu akan kembali ke kondisi semula atau justru merasa lebih murung, Beauties.

Di sisi lain, slow dopamine atau dopamin lambat muncul dari aktivitas yang memberikan kepuasan secara perlahan, butuh kesabaran untuk berusaha, tetapi rasa puasnya bertahan dalam jangka panjang.

Dengan mengubah caramu menemukan kebahagiaan, kamu bisa lebih puas, tenang, dan menghindari kelelahan. Nah, berikut ini beberapa contoh slow dopamine yang bisa membantu membahagiakanmu dalam jangka panjang.

1. Mencoba Keterampilan Baru

Slow dopamine bisa kamu dapatkan dari berbagai aktivitas, seperti mencoba keterampilan baru. Kamu bisa memulainya dengan hal-hal yang membuatmu tertarik, seperti mempelajari bahasa baru, berkebun, atau memulai hobi baru.

Aktivitas-aktivitas kreatif juga bisa membantu mendorong pelepasan dopamin secara perlahan, seperti menulis, melukis, atau bermain alat musik.

(naq/naq)