Beauties, sadarkah kamu bahwa Albert Einstein, Bill Gates, Sir Isaac Newtown, Warren Buffet, bahkan Elon Musk merupakan orang-orang introvert? Nama para pesohor ini memang sudah tidak asing lagi berkat kesuksesannya dalam bidang masing-masing. Banyak dari mereka yang merupakan pemikir cemerlang dalam sejarah.
Hal yang digarisbawahi dalam hal ini adalah mereka introvert tetapi dapat meraih kesuksesan besar. Ini menunjukkan bahwa, tidak ada yang membatasi seseorang untuk sukses, termasuk kepribadian introvert. Dikutip dari laman Psych2go, berikut adalah tanda kamu seorang introvert yang jenius.
Terkadang Dianggap Aneh
Ilustrasi dianggap aneh/ Foto: Freepik.com/freepik |
Tanda pertama yang dapat dikenali adalah dianggap aneh pada beberapa kesempatan. Sebab, kejeniusan yang ada dapat melahirkan pandangan berbeda dari padangan secara umum. Sehingga, saat itu muncul, bisa saja orang lain menganggapnya sebagai sebuah keanehan.
Apabila ini terjadi, maka tidak perlu repot-repot menjelaskan diri sendiri kepada orang lain. Cukup terima, dan buktikan bahwa pemikiran atau sudut pandang yang dimiliki dapat memberikan hasil menakjubkan.
Selalu Mengeksplorasi Potensi Diri
Ilustrasi mengeksplorasi hobi/ Foto: Freepik.com/freepik |
Seorang introvert yang jenius dicirikan oleh motivasi yang kuat untuk mempelajari hal-hal baru dan mengeksplorasi potensi mereka sendiri. Selain itu, mereka juga terdorong untuk terus memperbaiki diri, dan memiliki berbagai macam minat, keterampilan, dan hobi.
Oleh karenanya, apabila Beauties mendapati diri sendiri memiliki banyak ketertarikan dan senantiasa ingin terus mengeksplorasi diri, maka itu dapat berarti tanda sebuah kejeniusan.
Selektif Memilih Lingkungan
Ilustrasi selektif memilih lingkungan/ Foto: Freepik.com/freepik |
Pada dasarnya, orang yang introvert lebih suka menyendiri daripada bersosialisasi. Lebih lanjut, mereka akan sangat cerdas dan berhati-hati terhadap orang-orang yang mereka biarkan masuk ke dalam lingkungan hidupnya. Pada umumnya, mereka hanya akan berinteraksi banyak dengan orang-orang yang berpikiran sama dan menjaga lingkaran pertemanan yang erat.
Bahkan, studi psikolog Li dan Kanazawa menemukan bahwa orang yang sangat cerdas cenderung lebih bahagia sendirian daripada ketika bersosialisasi dengan sekelompok teman.