4 Kebiasaan Keramas yang Memicu Rambut Jadi Ketombean
Siapa di antara Beauties yang rambutnya kerap berketombe? Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya kebiasaan keramas yang keliru. Jika tidak ditangani sampai ke akarnya, ketombe bisa semakin menumpuk dan berkembang menjadi dermatitis seboroik.
Lantas, kebiasaan keramas seperti apakah yang dimaksud, sampai akhirnya bisa memicu rambut ketombean? Berikut ini empat kebiasaan keramas yang memicu rambut jadi ketombean, menurut para ahli.
1. Memakai Air yang Terlalu Panas
Ilustrasi orang keramas/Foto: Pexels.com/Hairlust Official
Keramas dengan air yang terlalu panas bukan ide yang bagus untuk kulit kepala. Air panas dapat menyebabkan kulit kepala dehidrasi dan melemahkan kutikula, sehingga rambut menjadi rapuh dan mudah patah.
Selain itu, juga dapat memperparah kondisi seperti eksim dan ketombe karena pembuluh darah melebar akibat suhu air yang terlalu tinggi. Menurut kepala ahli trikologi group di Svenson Hair Centre, Kim Fong, keramas dengan air hangat suam-suam kuku atau yang suhunya mendekati tubuh adalah pilihan terbaik untuk melarutkan minyak dan sisa produk rambut tanpa mengganggu kesehatan kulit kepala, melansir CNA Lifestyle.
2. Jarang Keramas
Ilustrasi orang keramas/Foto: Magnific.com/gpointstudio
Yap, kebiasaan jarang keramas adalah faktor yang sering membuat rambut menjadi berketombe. Hal tersebut dibenarkan oleh ahli kulit Deanne Mraz Robinson, M.D., pada Allure.
Rambut yang tidak rutin dibersihkan akan membuat minyak dan sel kulit mati menumpuk, serta memicu pertumbuhan jamur Malassezia, yang pada akhirnya mengakibatkan ketombe.
Malassezia adalah jamur alami di kulit kepala yang jika tumbuh berlebihan, dapat memicu iritasi dan mempercepat pergantian sel kulit mati, sehingga menghasilkan serpihan kulit kepala yang berminyak dan kekuningan.
3. Keseringan Keramas
Ilustrasi orang keramas/Foto: Magnific.com/Jcomp
Selain jarang keramas, keseringan keramas juga dapat memicu ketombe, menyebabkan rambut patah, dan rusak seiring berjalannya waktu. Lantas, kapan waktu ideal untuk mencuci rambut?
Seberapa sering sebaiknya mencuci rambut bergantung pada produksi minyak, jenis, dan tekstur rambut. Berikut ini penjelasannya menurut dokter kulit Shilpi Khetarpal, M.D., melansir Cleveland Clinic.
- Rambut bertekstur kasar dan keriting, keramas setidaknya dua hingga empat hari sekali.
- Rambut tipis dan halus setidaknya keramas dua hari sekali.
- Kulit kepala berminyak bisa memilih untuk mencuci rambut setiap hari jika kondisi tersebut dirasa mengganggu.
- Rambut kering tidak perlu dicuci sesering jenis rambut lainnya.
4. Menggunakan Produk Rambut yang Tidak Tepat
Ilustrasi orang keramas/Foto: Magnific.com/Prostooleh
Pemilihan produk haircare sangatlah penting. Menggunakan kondisioner atau produk rambut berbahan dasar minyak secara berlebihan di kulit kepala dapat memperparah ketombe.
Dokter Khetarpal pun mengingatkan tentang penggunaan sampo dan kondisioner yang benar.
“Sampo sebaliknya diaplikasikan pada kulit kepala. Sementara kondisioner diaplikasikan pada ujung rambut, bukan kulit kepala. Mengaplikasikan kondisioner pada kulit kepala justru dapat membuat kulit kepala berminyak,” jelas dokter Khetarpal.
Itulah beberapa kebiasaan keramas yang ternyata bisa memicu ketombe. Jadi, jangan diulangi lagi kebiasaan di atas demi rambut yang sehat!
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!