5 Alasan Blue Light Layar Ponsel Bikin Penuaan Dini

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Jumat, 11 Sep 2026 18:30 WIB
1. Memicu Radikal Bebas pada Kulit
Ilustrasi tekstur kulit kusam/Freepik: magnific

Beauties, hampir setiap hari kita nggak bisa lepas dari layar, mulai dari bangun tidur sambil cek HP, bekerja di depan laptop, sampai scrolling media sosial sebelum tidur. Tapi pernah nggak, Beauties, kepikiran kalau kebiasaan menatap layar berjam-jam ternyata juga bisa berhubungan dengan kondisi kulit?

Salah satu yang sering dibahas adalah blue light layar ponsel, yaitu cahaya biru yang dipancarkan perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, dan komputer. Lantas, apakah blue light menyebabkan penuaan diri dan benar-benar bisa merusak kulit?

1. Memicu Radikal Bebas pada Kulit

Ilustrasi tekstur kulit kusam/Freepik: magnific

Sederhananya, Beauties, radikal bebas adalah molekul yang sangat reaktif dan bisa menyebabkan kerusakan pada sel ketika jumlahnya terlalu banyak. Kulit sebenarnya punya sistem perlindungan sendiri untuk mengatasinya, tetapi paparan cahaya tertentu dapat meningkatkan pembentukan molekul reaktif tersebut.

Dilansir dari PubMed, blue light pada kulit dapat meningkatkan pembentukan reactive oxygen species atau ROS pada kulit. Molekul tersebut dapat memicu berbagai perubahan seluler, termasuk kerusakan DNA dan perubahan respons imun kulit.

Nah, kondisi inilah yang kemudian membuat peneliti tertarik melihat kemungkinan hubungan antara blue light pada kulit dan tanda-tanda penuaan. Meski begitu, kamu nggak perlu langsung panik setiap kali membuka HP karena intensitas blue light dari perangkat elektronik sehari-hari jauh lebih rendah dibandingkan paparan dari matahari.

2. Kulit Lebih Rentan Mengalami Hiperpigmentasi

Ilustrasi hyper-pigmentasi/Freepik: magnific

Beauties, kamu pasti nggak mau, dong, kalau kulit yang sudah dirawat malah muncul flek hitam atau warna kulit yang nggak merata? Nah, salah satu hal yang sedang diteliti dari efek blue light pada kulit adalah pengaruhnya terhadap produksi melanin, yaitu pigmen yang memberikan warna pada kulit.

Dilansir dari PubMed, penelitian pada kulit manusia menunjukkan bahwa paparan blue light dapat merangsang aktivitas melanosit dan meningkatkan produksi melanin, terutama pada kulit dengan warna lebih gelap. Efek ini dapat membuat pigmentasi bertahan lebih lama dibandingkan beberapa jenis paparan cahaya lainnya. 

3. Merusak Kolagen dan Elastin

Ilustrasi penuaan dini/freepik: rawpixel.com

Beauties, kamu pasti sudah familiar dengan kolagen dan elastin, kan? Keduanya merupakan bagian penting dari struktur kulit. Kolagen membantu memberikan kekuatan dan struktur, sedangkan elastin membantu kulit tetap elastis.

Dalam penelitian laboratorium, paparan blue light dalam dosis tertentu memang menunjukkan perubahan pada penanda yang berkaitan dengan penuaan kulit. Dilansir dari PubMed, penelitian pada jaringan kulit manusia menemukan bahwa paparan blue light berulang dapat mengubah biomarker yang berkaitan dengan penuaan, peradangan, dan kerusakan jaringan, termasuk perubahan pada protein kolagen, loh!

4. Merusak Kolagen dan Elastin

Ilustrasi kulit seha/Freepik: magnific

Beauties pasti sudah familiar dengan kolagen dan elastin, kan? Keduanya merupakan bagian penting dari struktur kulit. Kolagen membantu memberikan kekuatan dan struktur, sedangkan elastin membantu kulit tetap elastis.

Dalam penelitian laboratorium, paparan blue light dalam dosis tertentu memang menunjukkan perubahan pada penanda yang berkaitan dengan penuaan kulit. Dilansir dari PubMed, penelitian pada jaringan kulit manusia menemukan bahwa paparan blue light berulang dapat mengubah biomarker yang berkaitan dengan penuaan, peradangan, dan kerusakan jaringan, termasuk perubahan pada protein kolagen.

Penelitian lain pada fibroblas manusia juga menemukan bahwa paparan blue light dengan dosis tinggi dapat menurunkan ekspresi kolagen tipe I dan III serta meningkatkan beberapa enzim yang berkaitan dengan degradasi matriks kulit.

Namun, Beauties tidak perlu panik. Dosis blue light yang digunakan dalam penelitian laboratorium tersebut jauh lebih tinggi ketimbang radiasi layar smartphone sehari-hari. Jadi, kita tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa penggunaan ponsel terbukti dapat merusak kolagen dan elastin kulit.

5. Menghambat Regenerasi Kulit dan Menurunkan Antioksidan

Ilustrasi merawat kulit/Freepik: KamranAydinov

Kulit sebenarnya punya antioksidan alami yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Masalahnya, ketika jumlah radikal bebas meningkat, sistem pertahanan ini harus bekerja lebih keras untuk menetralisirnya. Dilansir dari PubMed, ketika kondisi kulit terus mengalami stres oksidatif, proses pemulihan dan fungsi normal sel kulit juga berpotensi ikut terganggu. 

Jadi, efek blue light pada kulit memang sedang banyak diteliti karena dapat berkaitan dengan radikal bebas, stres oksidatif, pigmentasi, dan perubahan struktur kulit. Tapi kamu nggak perlu langsung panik setiap kali scroll HP! Tetap pakai sunscreen, jangan lupa rawat kulit, dan kalau bisa kasih mata serta tubuh waktu istirahat dari layar juga, ya.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE