5 Penyebab Komedo yang Perlu Kamu Tahu
Komedo adalah masalah kulit yang hampir semua orang pernah alami setidaknya sekali dalam hidup mereka. Bentuknya berupa benjolan kecil yang muncul ketika pori-pori tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati bisa muncul sebagai komedo terbuka yang berwarna gelap, maupun komedo tertutup yang tersembunyi di bawah permukaan kulit.
Melansir dari laman Cleveland Clinic, komedo berbeda dari jerawat meradang karena nggak disertai infeksi bakteri aktif, sehingga tidak terasa nyeri atau membengkak. Namun bukan berarti komedo bisa diabaikan begitu saja. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini bisa berkembang menjadi jerawat yang lebih serius.
1. Produksi Minyak Berlebih di Kulit
Kulit secara alami memproduksi sebum, yakni minyak yang berfungsi melindungi dan melembapkan permukaan kulit. Namun ketika produksinya berlebihan, sebum dapat menumpuk di dalam pori-pori bersama sel kulit mati dan membentuk sumbatan.
Melansir dari laman Clear Ritual, kualitas sebum juga memengaruhi terbentuknya komedo, bukan hanya jumlahnya. Ada orang yang memproduksi minyak ringan yang mudah keluar dari pori-pori, sementara yang lain menghasilkan sebum lebih kental yang lebih mudah mengeras ketika bercampur dengan kotoran sel.
Oleh karena itu, seseorang dengan jenis kulit berminyak lebih rentan mengalami komedo, Beauties. Produksi minyak yang terus-menerus tinggi menciptakan kondisi ideal bagi pori-pori untuk tersumbat.
2. Penumpukan Sel Kulit Mati yang Nggak Normal
Penumpukan sel kulit mati yang nggak normal/foto: freepik.com
Kulit manusia secara rutin memperbarui dirinya dengan cara melepaskan sel-sel kulit lama dan menggantinya dengan yang baru. Dalam kondisi kulit yang sehat, proses ini menjaga pori-pori tetap bersih. Namun pada sebagian orang, sel kulit mati cenderung menempel satu sama lain alih-alih luruh secara normal.
Kondisi ini dikenal sebagai retention hyperkeratosis, di mana lapisan dalam pori memproduksi terlalu banyak sel keratin yang nggak terpisah dengan baik. Sel-sel tersebut menggumpal menjadi lapisan tebal yang mempersempit saluran folikel.
Akibatnya, bahkan jumlah sebum yang normal pun kesulitan melewati saluran yang sudah menyempit itu, Beauties. Kondisi inilah yang menjadi dasar biologis utama dari terbentuknya hampir semua jenis komedo.
3. Perubahan Hormon dalam Tubuh
Hormon memainkan peran besar dalam kemunculan komedo, terutama hormon androgen yang merangsang kelenjar minyak untuk memproduksi lebih banyak sebum. Melansir dari laman Cleveland Clinic, fluktuasi hormon, seperti yang terjadi saat pubertas, kehamilan, atau menjelang menstruasi, adalah salah satu faktor risiko utama komedo.
Melansir dari laman Clear Ritual, fase luteal dalam siklus menstruasi membawa kadar progesteron yang lebih tinggi, yang dapat meningkatkan produksi sebum sekaligus mempercepat proliferasi sel di dinding folikel. Kombinasi keduanya menciptakan kondisi yang sangat kondusif untuk pembentukan sumbatan.
Kondisi medis tertentu yang memengaruhi kadar androgen, seperti polycystic ovary syndrome (PCOS), juga sering kali disertai komedo yang terus-menerus muncul sebagai salah satu gejalanya, Beauties.
4. Penggunaan Produk Perawatan yang Menyumbat Pori
Penggunaan produk perawatan yang menyumbat pori/ Foto: unsplash.com/Poko Skincare
Produk skincare atau makeup dengan formula tebal dan oklusif dapat secara fisik menutup pori-pori dari luar. Pelembap berat, sunscreen tebal, serta makeup berbasis minyak berpotensi memerangkap kotoran di dalam folikel dan menghambat proses pengeluaran sebum secara alami.
Menumpuk terlalu banyak produk dalam satu rutinitas perawatan juga meningkatkan risiko penyumbatan. Memilih produk berlabel noncomedogenic sangat dianjurkan bagi kamu yang rentan mengalami komedo.
Selain itu, faktor mekanis seperti gesekan dari topi, masker, atau kebiasaan menyentuh wajah juga dapat mendorong kotoran dari permukaan kulit masuk lebih dalam ke dalam pori, Beauties.
5. Pola Makan dan Gaya Hidup Sehari-hari
Apa yang kamu konsumsi ternyata juga berdampak pada kondisi pori-pori. Konsumsi berlebihan produk susu, gula, dan lemak termasuk dalam faktor risiko yang dapat memicu komedo. Makanan dengan indeks glikemik tinggi menyebabkan lonjakan insulin yang pada akhirnya merangsang kelenjar sebum dan mempercepat produksi sel kulit.
Kurang tidur juga berkontribusi pada masalah ini. Selama tidur, kulit melakukan proses regenerasi dan pembaruan sel secara aktif. Ketika tidur nggak cukup, siklus ini terganggu dan lebih banyak sel mati yang tersisa di pori-pori.
Kebiasaan membersihkan wajah secara berlebihan pun bisa menjadi bumerang, Beauties. Mencuci muka terlalu sering justru merusak pelindung alami kulit dan memicu produksi minyak kompensasi yang semakin memperparah penyumbatan pori.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!