5 Tren Skincare 2026 yang Diprediksi Dokter Kulit, Fokus pada Perawatan Jangka Panjang

Retno Anggraini | Beautynesia
Selasa, 13 Jan 2026 09:30 WIB
2. Skin Minimalism
Skin minimalism menekankan rutinitas sederhana yang lebih ramah kulit/Foto: Freepik.com/artursafronovvvv

Memasuki tahun 2026, dunia kecantikan bergerak ke arah yang semakin matang dan berbasis ilmu pengetahuan. Para dokter kulit memprediksi bahwa tren skincare ke depan akan semakin mengedepankan teknologi dermatologi, bahan yang selaras dengan kulit, serta pendekatan yang lebih sadar dan personal.

Tren skincare 2026 akan berfokus pada perawatan yang bekerja dari dalam, minim risiko, dan memberikan hasil bertahap namun berkelanjutan. Mulai dari teknologi radiofrekuensi monopolar, filosofi skin minimalism, hingga inovasi slow-release skincare, berikut 5 tren skincare 2026 menurut dokter kulit sebagaimana telah dilansir dari Glamour dan Refinery29.

1. Radiofrekuensi Monopolar

Radiofrekuensi monopolar menjadi tren skincare 2026 karena efektif merangsang kolagen, minim downtime, dan direkomendasikan dokter kulit.
Radiofrekuensi monopolar diprediksi jadi tren skincare 2026 untuk merangsang kolagen/Foto: Freepik.com/serhii_bobyk

Radiofrekuensi monopolar diprediksi menjadi salah satu tren skincare 2026 yang paling menonjol di dunia dermatologi estetika. Teknologi ini bekerja dengan menghantarkan energi panas ke lapisan dermis terdalam untuk merangsang produksi kolagen dan elastin.

Berbeda dengan perawatan topikal, radiofrekuensi monopolar menargetkan struktur kulit dari dalam tanpa melukai permukaan kulit. Menurut Dendy Engelman, MD, dokter spesialis kulit kosmetik dan ahli bedah bersertifikasi, radiofrekuensi monopolar menjadi pilihan populer karena kemampuannya memberikan hasil nyata tanpa downtime panjang.

Ia menilai teknologi ini efektif untuk mengencangkan kulit, memperbaiki tekstur, dan mengurangi tanda penuaan dini secara bertahap. Pendekatan non-invasif ini sejalan dengan tren 2026 yang mengutamakan keamanan dan hasil alami. Selain minim downtime, radiofrekuensi monopolar juga dinilai fleksibel untuk berbagai usia dan kondisi kulit.

2. Skin Minimalism

Skin minimalism menekankan rutinitas sederhana yang lebih ramah kulit/Foto: Freepik.com/artursafronovvvv

Skin minimalism atau perawatan kulit minimalis menjadi antitesis dari tren perawatan kulit multi-step yang sempat mendominasi media sosial. Dalam tren skincare 2026, pendekatan ini semakin ditekankan oleh dokter kulit karena banyaknya kasus skin barrier rusak akibat penggunaan produk berlebihan dan tidak tepat sasaran.

Nava Greenfield, MD, dokter kulit bersertifikasi, menekankan bahwa menggunakan terlalu banyak produk aktif justru dapat memicu iritasi, peradangan, dan ketidakseimbangan kulit. Menurutnya, rutinitas perawatan kulit yang efektif seharusnya fokus pada kebutuhan inti kulit, seperti pembersihan, hidrasi, perlindungan, dan perawatan spesifik bila diperlukan.

3. Pendekatan Regeneratif

Pendekatan regeneratif menjadi tren skincare 2026 karena fokus pada perbaikan struktur kulit jangka panjang.
Pendekatan regeneratif menjadi tren skincare 2026 dengan fokus regenerasi alami kulit/Foto: Freepik.com/Freepik

Pendekatan regeneratif menjadi pendekatan yang semakin mendapat perhatian dalam tren skincare 2026. Konsep ini menitikberatkan pada kemampuan alami kulit untuk memperbaiki dan meregenerasi dirinya sendiri melalui stimulasi biologis, bukan hanya menyamarkan masalah di permukaan.

Pendekatan regeneratif sering melibatkan kombinasi teknologi medis dan bahan aktif yang mendukung pembentukan sel kulit baru. Alih-alih mengejar hasil instan, pendekatan regeneratif menawarkan perbaikan bertahap yang lebih stabil dan tahan lama.

Dokter kulit melihat tren ini sebagai solusi ideal untuk mengatasi penuaan dini, bekas jerawat, hingga tekstur kulit tidak merata.

4. Bahan-Bahan Biomimetik

Bahan biomimetik menjadi tren skincare 2026 karena bekerja selaras dengan kulit/Foto: Unsplash.com/crystalweed

Bahan biomimetik diprediksi akan semakin banyak digunakan dalam formulasi produk skincare di tahun 2026. Biomimetik merupakan bahan yang dirancang menyerupai struktur dan fungsi komponen alami kulit, seperti lipid, ceramide, dan faktor pelembap alami.

Keunggulan bahan biomimetik terletak pada kemampuannya berintegrasi dengan kulit secara lebih harmonis. Karena mirip dengan kulit, bahan ini cenderung lebih mudah diterima dan minim risiko iritasi. Inilah alasan mengapa banyak dokter kulit merekomendasikan produk biomimetik untuk kulit sensitif atau yang mengalami kerusakan skin barrier.

5. Slow-Release Skincare

Slow-release skincare menjadi tren skincare 2026 karena memberikan manfaat stabil dan lebih ramah kulit.
Slow-release skincare, tren skincare 2026 untuk hasil yang lebih stabil dan tahan lama/Foto: Freepik.com/Freepik

Slow-release skincare merupakan inovasi yang memungkinkan bahan aktif dilepaskan secara perlahan ke kulit. Teknologi ini dinilai lebih aman dan efektif karena membantu menjaga kestabilan bahan aktif serta mengurangi risiko iritasi.

Pendekatan slow-release sangat relevan untuk kandungan aktif yang berpotensi menimbulkan sensitivitas jika digunakan secara langsung, seperti retinol atau exfoliating acids. Dengan pelepasan bertahap, kulit menerima manfaat secara konsisten sepanjang waktu, bukan dalam satu lonjakan dosis.

Tren skincare 2026 menunjukkan bahwa dunia perawatan kulit bergerak menuju pendekatan yang lebih cerdas, aman, dan berorientasi jangka panjang. Kita diajak untuk lebih memahami kulit sendiri dan tidak tergoda hasil instan yang berisiko. Mulai sekarang, yuk, kita jadikan skincare sebagai bentuk perawatan diri yang bijak.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.