6 Kebiasaan Pemicu Flek Hitam di Usia Muda

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Kamis, 09 Jul 2026 17:00 WIB
6 Kebiasaan Pemicu Flek Hitam di Usia Muda
Ilustrasi flek hitam di usia muda/Freepik: freepik

Flek hitam tidak hanya dialami oleh orang yang berusia lanjut. Kini, semakin banyak orang berusia 20-an hingga 30-an yang mulai mengalami hiperpigmentasi atau munculnya bercak gelap pada wajah. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari paparan sinar matahari, bekas jerawat, perubahan hormon, hingga kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele.

Kabar baiknya, sebagian penyebab flek hitam sebenarnya bisa dicegah dengan mengubah kebiasaan tertentu dan merawat kulit secara konsisten. Semakin dini penyebabnya dikenali, semakin besar pula peluang untuk mencegah flek bertambah banyak atau semakin sulit diatasi.

Lantas, kebiasaan apa saja yang dapat memicu flek hitam di usia muda, Beauties?

1. Jarang Menggunakan Sunscreen

Ilustrasi penggunaan sunscreen/Freepik: freepik

Paparan sinar ultraviolet (UV) merupakan salah satu penyebab utama munculnya flek hitam atau hiperpigmentasi, bahkan pada usia muda. Tanpa perlindungan sunscreen, kulit akan memproduksi lebih banyak melanin sebagai mekanisme pertahanan terhadap sinar matahari.

Akibatnya, bercak hitam lebih mudah muncul dan bekas jerawat pun akan lebih lama memudar. Oleh karena itu, gunakan sunscreen minimal SPF 30 setiap hari, termasuk saat cuaca mendung atau beraktivitas di dalam ruangan yang terkena cahaya matahari melalui jendela.

Menurut Dr. Elizabeth K. Hale, Senior Vice President The Skin Cancer Foundation, penggunaan tabir surya setiap hari merupakan langkah paling efektif untuk membantu mencegah hiperpigmentasi akibat paparan sinar UV.

2. Terlalu Lama di Depan Layar dan Terpapar Matahari

Ilustrasi terlalu lama di depan gadget/Freepik: benzoix

Selain sinar matahari, paparan cahaya tampak berenergi tinggi dari layar gawai dalam waktu lama diduga juga dapat berkontribusi terhadap hiperpigmentasi pada sebagian orang, terutama jika disertai paparan sinar matahari.

Karena itu, selain menggunakan sunscreen, kamu juga disarankan membatasi paparan matahari secara langsung, memakai topi atau payung saat berada di luar ruangan, dan mengistirahatkan mata serta kulit dari penggunaan gadget secara berkala.

The Skin Cancer Foundation menjelaskan bahwa paparan cahaya tampak, termasuk blue light, dapat memperburuk hiperpigmentasi pada beberapa jenis kulit, meski efek sinar UV tetap jauh lebih besar.

3. Begadang dan Stres

Ilustrasi stres/Freepik: stockking

Kurang tidur dan stres berkepanjangan dapat meningkatkan produksi hormon kortisol yang berpengaruh pada kesehatan kulit. Kondisi ini dapat memicu peradangan, memperlambat regenerasi kulit, memperburuk jerawat, dan membuat bekas jerawat lebih sulit memudar sehingga flek hitam tampak lebih jelas.

Dilansir oleh American Academy of Dermatology, stres dapat memperburuk berbagai masalah kulit, termasuk jerawat yang berpotensi meninggalkan hiperpigmentasi. Kurang tidur dan stres emosional dapat mengganggu keseimbangan hormon, yang merupakan salah satu pemicu utama timbulnya melasma (flek hormonal) di usia muda.

4. Memencet Jerawat dan Mengabaikan Bekasnya

Ilustrasi memencet jerawat/Freepik: gpointstudio

Kebiasaan ini sering meninggalkan hiperpigmentasi pasca-inflamasi (PIH), yaitu bekas kehitaman akibat peradangan. Jika bekas jerawat tidak dirawat dan kulit tetap sering terpapar sinar matahari, hiperpigmentasi akan semakin sulit memudar.

Oleh karena itu, hindari memencet jerawat dan gunakan produk yang sesuai untuk membantu mempercepat proses pemulihan kulit.

5. Sering Menggosok Kulit Terlalu Keras

Ilustrasi menggosok wajah terlalu keras/Freepik: jcomp

Menggunakan scrub kasar, menggosok wajah terlalu kuat saat mencuci muka, atau melakukan eksfoliasi berlebihan dapat merusak lapisan pelindung kulit. Iritasi yang terjadi berulang kali dapat memicu hiperpigmentasi, terutama pada orang dengan warna kulit sedang hingga gelap. Lakukan eksfoliasi secukupnya dan pilih produk yang sesuai dengan kondisi kulit.

Dilansir oleh Keck School of Medicine of USC, peradangan akibat iritasi kulit merupakan salah satu pemicu post-inflammatory hyperpigmentation.

6. Pemakaian Produk Skincare yang Tidak Cocok

Ilustrasi menggunakan skincare yang tidak cocok/Freepik: freepik

Menggunakan produk skincare yang tidak sesuai dengan jenis kulit atau mengandung bahan aktif terlalu keras dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, hingga kerusakan skin barrier. Jika kondisi ini dibiarkan, kulit menjadi lebih rentan mengalami hiperpigmentasi, terutama setelah terpapar sinar matahari. Karena itu, penting memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit dan memperkenalkan bahan aktif secara bertahap.

Menurut Dr. Heather Woolery-Lloyd, dokter spesialis dermatologi di University of Miami Miller School of Medicine, iritasi akibat penggunaan skincare yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko hiperpigmentasi, terutama pada kulit yang lebih gelap.

__


Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE