6 Kebiasaan yang Bisa Memicu Rambut Bercabang dan Mudah Patah

Ema Parwanti | Beautynesia
Minggu, 13 Sep 2026 18:30 WIB
1. Terlalu Sering Menggunakan Alat Styling Panas
Ilustrasi rambut yang di styling/foto: magnific.com

Beauties, siapa di sini yang sering merasa kesal karena rambut susah bertumbuh panjang, padahal sudah menunggu berbulan-bulan?

Salah satu penyebab utamanya bisa jadi karena rambut kamu bercabang dan mudah patah, lho. Meski terlihat sepele, masalah ini ternyata sering dipicu oleh kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari justru merusak kesehatan rambut kita sendiri.

Rambut bercabang atau yang dikenal juga dengan istilah trichoptilosis ini terjadi ketika ujung rambut membelah akibat kerusakan pada kutikula, lapisan pelindung terluar batang rambut.

Nah, daripada terus-terusan bingung kenapa  rambut  nggak kunjung sehat, yuk simak enam kebiasaan yang bisa memicu rambut bercabang dan mudah patah berikut ini, Beauties!

1. Terlalu Sering Menggunakan Alat Styling Panas

Ilustrasi rambut yang di styling/foto: magnific.com

Kebiasaan pertama yang sering jadi biang kerok rambut bercabang adalah penggunaan alat styling panas seperti hair dryer, catokan, maupun alat pengeriting rambut secara berlebihan.

Suhu panas dari alat-alat ini dipercaya dapat menghilangkan kelembapan alami rambut, sehingga membuatnya lebih rentan kering dan rapuh. Semakin sering menggunakan alat styling panas ini, semakin besar pula risiko kerusakan pada struktur rambut. 

Paparan panas yang berulang-ulang bisa merusak kutikula rambut, yang pada akhirnya membuat ujung rambut lebih mudah terbelah dan patah. Ada baiknya selalu menggunakan produk pelindung panas atau heat protectant terlebih dahulu sebelum mengaplikasikannya ke rambut, supaya kerusakan yang ditimbulkan bisa diminimalisir.

Selain itu, cobalah untuk memberi jeda waktu antar penggunaan alat styling panas, sehingga rambut punya kesempatan untuk memulihkan kelembapan alaminya sebelum kembali terpapar suhu tinggi dari alat-alat tersebut. 

2. Sering Melakukan Perawatan Kimia seperti Pewarnaan dan Pelurusan

Ilustrasi pewarnaan rambut/foto: maginific.com

Kebiasaan lain yang tidak kalah berisiko adalah terlalu sering melakukan perawatan kimia pada rambut, seperti pewarnaan, bleaching, pelurusan, maupun pengeritingan.

Proses kimia ini dipercaya dapat membuat batang rambut menjadi rapuh dan lebih mudah bercabang. Khusus untuk pewarnaan rambut, proses ini dapat menghilangkan kandungan melanin alami dari batang rambut. 

Akibatnya, rambut menjadi lebih lemah dan rentan mengalami kerusakan, terutama jika dilakukan secara berulang tanpa diimbangi perawatan tambahan. Jika Beauties memang gemar berganti-ganti warna rambut atau melakukan perawatan pelurusan secara rutin, penting untuk memberi jeda waktu yang cukup antar perawatan kimia tersebut, supaya rambut punya waktu untuk memulihkan diri sebelum menerima paparan bahan kimia berikutnya.

 

3. Menyisir Rambut dalam Keadaan Basah

Ilustrasi menyisiri rambut yang basah/foto: magnific.com

Kebiasaan menyisir rambut saat masih basah ternyata juga jadi salah satu penyebab umum rambut bercabang yang sering tidak disadari. Pasalnya, rambut dalam kondisi basah cenderung lebih rapuh dan elastis, sehingga lebih mudah rusak saat mendapat tekanan dari sisir.

Menyisir rambut basah dengan cara yang terlalu keras atau terburu-buru bisa menyebabkan batang rambut tertarik secara berlebihan, yang pada akhirnya membuat ujung rambut lebih rentan terbelah maupun patah dibandingkan saat rambut dalam kondisi kering.

Untuk mengurangi risiko ini, ada baiknya menggunakan sisir bergigi jarang saat menyisir rambut basah, karena jenis sisir ini cenderung lebih lembut dan tidak terlalu menarik batang rambut dibandingkan sisir bergigi rapat.

Menggunakan produk leave in conditioner sebelum menyisir rambut basah juga bisa membantu mempermudah proses penyisiran, sekaligus mengurangi gesekan berlebih yang berpotensi merusak struktur rambut.

 

4. Mengikat Rambut Terlalu Kencang

Ilustrasi rambut yang terlalu kencang terikat/foto: maginific.com

Kebiasaan mengikat atau mengepang rambut terlalu kencang ternyata juga bisa memicu munculnya rambut bercabang, lho. Tekanan dan gesekan yang berulang akibat ikatan yang terlalu erat dapat merusak batang rambut, sehingga ujungnya menjadi lebih mudah terbelah.

Kebiasaan ini semakin berisiko jika dilakukan dalam waktu yang lama, misalnya membiarkan rambut terikat kencang sepanjang hari atau bahkan saat tidur. 

Jika memang perlu mengikat rambut untuk keperluan aktivitas sehari-hari, usahakan untuk melonggarkan ikatan sedikit demi sedikit, sehingga tekanan pada batang rambut tidak terlalu besar dan risiko kerusakannya bisa berkurang.

Pemilihan aksesori rambut juga perlu diperhatikan, karena beberapa jenis ikat rambut yang kasar atau memiliki bagian logam dapat memperbesar gesekan pada batang rambut. Sebaiknya pilih ikat rambut berbahan lembut yang lebih ramah untuk kesehatan rambutmu, Beauties. 

5. Jarang Menggunakan Kondisioner Setelah Keramas

Ilustrasi kondisi rambut tanpa menggunakan kondisioner/foto: magnific.com

Kebiasaan melewatkan kondisioner setelah keramas ternyata juga jadi salah satu penyebab rambut bercabang yang sering diabaikan, Beauties. Tanpa kondisioner, rambut kehilangan kelembapan serta lapisan pelindung alaminya, sehingga menjadi lebih kering, kasar, dan rentan bercabang.

Sampo sendiri umumnya berfungsi untuk membersihkan kotoran dan minyak berlebih pada kulit kepala maupun rambut, namun proses ini juga bisa ikut menghilangkan kelembapan alami rambut. 

Di sinilah peran kondisioner menjadi penting untuk mengembalikan kelembapan yang hilang tersebut. Selain melembapkan, kondisioner juga membantu menutup kembali kutikula rambut yang terbuka setelah proses keramas, sehingga rambut menjadi lebih halus, mudah diatur, dan tidak mudah kusut ketika disisir maupun ditata.

Untuk hasil maksimal, aplikasikan kondisioner terutama pada bagian tengah hingga ujung rambut, karena area inilah yang paling rentan mengalami kekeringan.

6. Jarang Trimming dan Sering Terpapar Sinar Matahari Tanpa Pelindung

Ilustrasi rambut yang terpapar sinar matahari/foto: magnnific.com

Kebiasaan terakhir yang sering jadi penyebab rambut bercabang adalah jarang melakukan trimming atau pemangkasan ujung rambut secara berkala, dikombinasikan dengan seringnya rambut terpapar sinar matahari maupun angin tanpa perlindungan tambahan.

Meski terkesan bertentangan dengan keinginan memanjangkan rambut, trimming secara rutin justru penting dilakukan untuk memotong bagian ujung rambut yang sudah mulai bercabang, sebelum kerusakannya menjalar semakin jauh ke bagian batang rambut yang masih sehat.

Selain itu, paparan sinar UV secara berlebihan dapat merusak struktur protein pada rambut, membuatnya lebih kering dan rentan bercabang. Begitu pula dengan angin kencang yang bisa mempercepat penguapan kelembapan alami rambut, sehingga rambut menjadi lebih rapuh dan kusut.

Jika kamu sering beraktivitas di luar ruangan, ada baiknya menggunakan pelindung tambahan seperti topi atau produk perawatan rambut yang mengandung UV protection, untuk membantu meminimalisir dampak buruk sinar matahari terhadap kesehatan rambut kamu.

Dari keenam kebiasaan tersebut, mana nih yang paling sering jadi kebiasaan kamu selama ini, Beauties?

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE