7 Perawatan Kulit DIY yang Sebaiknya Tidak Dicoba di Rumah

Belinda Safitri | Beautynesia
Minggu, 15 Feb 2026 15:30 WIB
6. Scrub Gula untuk Mengangkat Sel Kulit Mati
Scrub gula untuk mengangkat sel kulit mati/ Foto: Freepik.com/jcomp

Beauties, banyak tips perawatan kulit beredar di internet dengan embel-embel alami dan murah meriah. Tidak sedikit di antaranya yang menyarankan penggunaan bahan dapur sebagai solusi instan untuk berbagai masalah kulit, mulai dari jerawat hingga kulit kusam. Padahal, tidak semua bahan rumahan aman digunakan langsung pada wajah.

Tanpa pemahaman yang tepat, perawatan DIY justru bisa merusak skin barrier dan memicu iritasi. Karena itu, penting mengetahui apa saja perawatan rumahan berbahaya yang sebaiknya dihindari demi menjaga kesehatan kulit jangka panjang. Melansir Youthlab, Dr. Kate Jameson, seorang Dokter Spesialis di bidang kosmetik dan ilmu kulit, mengungkap sejumlah perawatan kulit DIY yang sebaiknya tidak dicoba di rumah! 

1. Lemon untuk Mencerahkan

Lemon untuk mencerahkan/ Foto: Freepik.com/jcomp

Dr. Kate menyatakan bahwa menggunakan jus lemon sebagai agen pencerah atau pemutih kulit bisa sangat berbahaya. Kulit memiliki keseimbangan pH alami di kisaran 4–5, sedangkan lemon memiliki pH sekitar 2 yang sangat asam. Ketidakseimbangan ini dapat merusak fungsi pelindung kulit, sehingga memicu kemerahan, pengelupasan, jerawat, hingga sensasi terbakar.

Selain itu, lemon mengandung psoralen yang membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Jika kulit yang terkena lemon terpapar sinar UV, risiko luka bakar, hiperpigmentasi, hingga jaringan parut bisa meningkat. Alih-alih mencerahkan, penggunaan lemon akhirnya justru dapat memperparah masalah warna kulit menjadi tidak merata.

2. Putih Telur untuk Mengencangkan Kulit

Putih telur untuk mengencangkan/ Foto: Freepik.com/azerbaijan_stockers

Masker putih telur sering dianggap bisa mengencangkan kulit karena teksturnya yang mengeras setelah kering. Efek kencang tersebut sebenarnya hanya sementara, mirip seperti putih telur yang mengeras saat digoreng. Tidak ada mekanisme fisiologis yang membuktikan bahwa putih telur benar-benar dapat mengencangkan kulit atau mengurangi kerutan.

Selain tidak memiliki manfaat nyata, putih telur mentah juga berisiko membawa bakteri seperti Salmonella. Teksturnya yang kental pun dapat menyumbat pori-pori, memicu komedo, hingga memperparah jerawat. Karena itu, penggunaan putih telur sebagai masker wajah bukanlah pilihan yang aman.

3. Mengoleskan Pasta Gigi pada Jerawat

Mengoleskan pasta gigi pada jerawat/ Foto: Freepik.com/freepik

Mengoleskan pasta gigi pada jerawat merupakan trik lama yang masih sering dilakukan. Memang, beberapa kandungan dalam pasta gigi bisa membuat jerawat tampak kering dalam waktu singkat. Namun, efek tersebut biasanya disertai iritasi pada kulit.

Bahan seperti SLS dan perasa mint yang sering ada di pasta gigi dapat memicu kemerahan, pengelupasan, bahkan perubahan pigmentasi. Dalam jangka panjang, penggunaan pasta gigi pada jerawat justru berisiko meninggalkan bekas dan memperparah kondisi kulit.

4. Cabai dan Kayu Manis untuk Membuat Bibir Berisi

Cabai dan kayu manis untuk membuat bibir berisi/ Foto: Freepik.com/azerbaijan_stockers

Beberapa tren DIY turut menyarankan penggunaan cabai rawit atau kayu manis untuk membuat bibir tampak lebih berisi. Nyatanya, efek plumpy yang muncul sebenarnya berasal dari reaksi iritasi yang menyebabkan pembuluh darah melebar. Akibatnya, bibir tampak merah dan sedikit bengkak. Reaksi tersebut juga merupakan respons tubuh terhadap ancaman.

Penggunaan bahan pedas dapat menyebabkan sensasi terbakar, gatal, hingga dermatitis kontak. Dalam kasus yang lebih parah, bibir bisa mengalami pembengkakan hebat dan ruam, sementara efek penuh yang diharapkan hanya bersifat sementara.

5. Minyak Kelapa sebagai Pelembab Wajah

Minyak kelapa sebagai pelembab/ Foto: Freepik.com/freepik

Minyak kelapa populer sebagai alternatif pelembap alami karena kandungan asam lemaknya. Banyak orang juga percaya bahwa minyak ini memiliki sifat antibakteri yang bermanfaat untuk kulit berjerawat.

Sayangnya, minyak kelapa memiliki tekstur yang sangat kental dan bersifat komedogenik. Artinya, minyak ini bisa menyumbat pori-pori dan memicu jerawat. Tak hanya itu, minyak kelapa tidak mampu memberikan hidrasi ke lapisan kulit yang lebih dalam, sehingga sebenarnya tidak efektif sebagai pelembab wajah.

6. Scrub Gula untuk Mengangkat Sel Kulit Mati

Scrub gula untuk mengangkat sel kulit mati/ Foto: Freepik.com/jcomp

Scrub gula sering dianggap sebagai cara mudah dan murah untuk eksfoliasi. Terkait itu, kristal gula memang dapat membantu mengangkat sel kulit mati di permukaan kulit, sehingga kulit terasa lebih halus.

Akan tetapi, tekstur kristal gula yang keras dan kasar dapat menyebabkan luka mikro pada kulit. Jika digunakan terus-menerus, kulit bisa menjadi lebih sensitif, kering, dan rentan iritasi. Kerusakan pada skin barrier ini akhirnya juga meningkatkan risiko infeksi dan masalah kulit lainnya.

7. Soda Kue sebagai Eksfoliator

Soda kue sebagai eksfoliator/ Foto: Freepik.com/freepik

Soda kue kerap dipuji sebagai bahan eksfoliasi murah dan mudah didapat. Padahal, bahan ini memiliki pH yang sangat basa, jauh dari pH alami kulit yang bersifat asam.

Ketidakseimbangan pH tersebut dapat merusak lapisan pelindung kulit, menyebabkan kekeringan, iritasi, hingga infeksi. Penggunaan jangka panjang bahkan bisa memicu kerusakan kulit yang lebih parah. Karena itu, soda kue sebaiknya hanya digunakan untuk memasak atau membersihkan rumah, bukan untuk perawatan kulit.

Jadi, itulah beberapa perawatan kulit DIY yang berbahaya. Jangan nekat coba lagi ya, Beauties! 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.