Alasan Stres dan Kurang Tidur Bisa Memicu Jerawat serta Wajah Kusam

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Minggu, 13 Sep 2026 20:00 WIB
3. Stres Dapat Memicu Peradangan pada Kulit
Ilustrasi peradangan kulit/Freepik: magnific

Beauties, pernah merasa skincare sudah dipakai rutin, tapi jerawat malah muncul satu-satu dan wajah kelihatan makin kusam? Coba ingat-ingat lagi, belakangan ini kamu lagi banyak pikiran atau malah sering tidur larut malam?

Ternyata, stres dan kurang tidur bukan cuma bikin badan lelah dan mood berantakan. Keduanya juga dapat memengaruhi berbagai proses di dalam tubuh yang berkaitan dengan produksi minyak, peradangan, dan proses pemulihan kulit.

Nah, sebenarnya apa yang terjadi pada kulit saat kamu sedang stres dan kurang tidur?

1. Stres Bisa Memengaruhi Produksi Minyak Kulit

Ilustrasi stres/freepik: magnific

Lagi stres biasanya bukan cuma pikiran yang terasa berantakan, kulit pun kadang ikut “rewel”. Salah satunya bisa terlihat dari wajah yang terasa lebih berminyak atau jerawat yang tiba-tiba muncul.

Dilansir dari PubMed, kelenjar minyak atau sebaceous gland memiliki reseptor yang dapat merespons berbagai sinyal neuroendokrin yang berkaitan dengan stres. Sinyal tersebut dapat memengaruhi produksi lipid atau minyak pada kulit.

Produksi minyak yang berlebihan sendiri merupakan salah satu faktor yang berperan dalam terbentuknya jerawat. Jadi, stres memang bukan satu-satunya penyebab jerawat, tetapi bisa ikut memperburuk kondisi kulit pada sebagian orang.

2. Lonjakan Hormon Kortisol

Ilustrasi kurang tidur/Freepik: tirachardz

Ketika sedang stres, tubuh otomatis masuk ke mode “siaga”. Salah satu responsnya adalah meningkatkan produksi hormon kortisol, yang membantu tubuh menghadapi situasi yang dianggap menekan.

Stres psikologis dapat mengaktifkan sistem respons stres tubuh yang kemudian meningkatkan pelepasan kortisol. Perubahan ini juga dapat memengaruhi fungsi kulit, termasuk produksi minyak dan respons peradangan. 

Nah, kalau kondisi stres berlangsung terus-menerus, perubahan tersebut bisa ikut membuat kulit lebih mudah bermasalah. Jadi, bukan berarti kortisol langsung bikin jerawat dalam sekali naik, ya, Beauties, tetapi stres yang berkepanjangan dapat menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi jerawat.

3. Stres Dapat Memicu Peradangan pada Kulit

Ilustrasi peradangan kulit/Freepik: magnific

Kamu mungkin pernah mengalami jerawat yang terasa lebih merah atau meradang ketika sedang stres. Hal ini bukan sekadar perasaan saja, karena stres memang dapat memengaruhi respons peradangan tubuh.

Stres psikologis dapat memengaruhi sistem saraf, hormon, dan sistem imun kulit. Respons tersebut dapat meningkatkan berbagai sinyal yang berkaitan dengan peradangan.

Sementara itu, jerawat sendiri merupakan kondisi kulit yang melibatkan proses peradangan. Karena itu, stres dapat menjadi salah satu faktor yang memperburuk jerawat, meskipun bukan satu-satunya penyebabnya.

4. Pori-Pori Tersumbat

Ilustrasi wajah muncul jerawat/Freepik: pvproductions

Nah, ini salah satu bagian penting dalam proses munculnya jerawat. Pori-pori sebenarnya bukan tiba-tiba “kotor”, tetapi folikel rambut dan kelenjar minyak di dalam kulit bisa tersumbat oleh campuran sebum dan sel kulit.

Terbentuknya jerawat melibatkan beberapa proses, termasuk produksi sebum berlebih dan gangguan proses pengelupasan sel kulit di saluran folikel. Sumbatan tersebut kemudian dapat berkembang menjadi komedo dan lesi jerawat lainnya.

Stres juga dapat memengaruhi aktivitas kelenjar minyak sehingga secara tidak langsung dapat ikut berhubungan dengan proses tersebut. Jadi, kalau Beauties merasa wajah makin berminyak saat stres, jangan heran kalau jerawat juga lebih gampang muncul. Tapi bukan berarti semua jerawat disebabkan oleh pori-pori yang “kotor”, ya!

5. Gangguan Regenerasi Kulit

Ilustrasi kulit kusam/Freepik: magniifc

Hal yang mungkin paling gampang kamu lihat setelah beberapa hari tidur berantakan adalah wajah terlihat capek, kulit terasa kurang nyaman, dan tampilannya jadi lebih kusam.

Stres psikologis dapat mengganggu fungsi skin barrier, antara lain dengan menurunkan hidrasi lapisan kulit dan meningkatkan kehilangan air dari permukaan kulit. Penelitian lain juga menemukan bahwa kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan gangguan fungsi skin barrier. Bahkan, studi mengenai hubungan tidur dan jerawat menunjukkan bahwa kurang tidur dapat memperburuk jerawat melalui perubahan hormonal, peradangan, dan respons imun.

Ternyata, kondisi kulit nggak cuma ditentukan oleh skincare yang kamu pakai. Stres dan kurang tidur juga bisa ikut memengaruhi produksi minyak, hormon, peradangan, pori-pori, sampai proses pemulihan kulit.

Jadi, kalau kulit lagi rewel, jangan cuma buru-buru checkout skincare baru, Beauties. Coba kasih tubuh waktu buat istirahat dan kelola stres juga, karena kulit yang sehat ternyata dimulai dari kebiasaan yang sehat juga.

__

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE