Benarkah Skin Fasting Bermanfaat untuk Kulit? Ini Penjelasannya

Hanny A | Beautynesia
Jumat, 31 Jul 2026 15:15 WIB
Apakah Skin Fasting Efektif Menjaga Kesehatan Kulit?
Ilustrasi mengangkat pipet produk skincare serum / Foto: pexels.com/www.kaboompics.com

Tren perawatan kulit terus berkembang, salah satu tren lama yang masih relevan sampai sekarang adalah skin fasting atau puasa skincare.

Skin fasting adalah proses mengistirahatkan kulit dari penggunaan berbagai produk perawatan kulit atau kosmetik dalam jangka waktu tertentu, baik secara harian maupun mingguan. Prinsip dasarnya adalah membiarkan kulit menjalankan fungsi alaminya tanpa intervensi produk luar.

Tren ini pertama kali dipopulerkan oleh Dr. Yoshinori Nagumo, seorang dokter asal Jepang, yang membandingkan konsep puasa makan dengan puasa skincare. Sebagaimana puasa memberi waktu istirahat bagi sistem pencernaan, skin fasting diyakini memberikan jeda bagi skin barrier dari paparan bahan kimia secara terus-menerus. 

Saat mempraktikkan skin fasting, bukan kulit saja yang dapat beristirahat, tetapi kamu juga bisa rehat sejenak dari rutinitas skincare berlapis-lapis yang kerap memakan banyak waktu.

Namun, apakah puasa skincare ini perlu dilakukan dan benar membawa manfaat yang terasa pada kulit? Cari tahu jawabannya di sini!

Apakah Skin Fasting Efektif Menjaga Kesehatan Kulit?

Ilustrasi mengangkat pipet produk skincare serum / Foto: pexels.com/www.kaboompics.com

Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak. Respons setiap orang sangat bergantung pada kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing. 

Akan efektif apabila pemberian skincare berlebihan justru menimbulkan ketergantungan produk, iritasi, hingga masalah baru di kulit. Atas alasan itulah diperlukan jeda atau menghentikan penggunaan produk perawatan kulit sesaat untuk mengontrol batas asupan nutrisi sekaligus mengembalikan keseimbangan alami kulit.

Secara umum, skin fasting memberikan beberapa manfaat berikut:

  • Mengurangi risiko iritasi dan kemerahan akibat penggunaan bahan aktif berlebih.
  • Membantu mengidentifikasi bahan skincare yang memicu reaksi negatif atau alergi.
  • Memberi waktu bagi skin barrier untuk beristirahat dan memulihkan fungsi alaminya.
  • Menghindarkan kulit dari penumpukan sisa produk.
  • Menghemat waktu dan meredakan rasa kewalahan akibat rutinitas skincare yang rumit.

Menurut ahli bedah dermatologi di Memorial Sloan Kettering, New York City, memangkas tahapan skincare memang bisa membantu. Namun, ia menekankan agar tidak berharap pada hasil yang instan karena proses pergantian sel epidermis wajah membutuhkan waktu sekitar 14 hari untuk beregenerasi secara total.

Namun, skin fasting sangat tidak disarankan bagi pemilik kondisi kulit medis tertentu seperti eksim, jerawat parah, psoriasis, rosacea, dan melasma. Kondisi-kondisi ini memerlukan perawatan serta penanganan khusus secara konsisten dari produk perawatan medis.

Mengutip rekomendasi dermatolog dari laman Joonbyrd, ada dua hal penting yang perlu diperhatikan. 

Pertama, orang dengan tipe kulit yang sangat kering atau sangat berminyak tidak dianjurkan untuk langsung menghentikan penggunaan produk secara total. 

Kedua, perlindungan kulit dasar tetap sangat diperlukan. Penggunaan produk pembersih wajah, tabir surya/sunscreen, dan pelembap perlu dipertahankan guna menjaga fungsi optimal skin barrier dari paparan polusi, iritan, sinar UV, dan dehidrasi.

Cara Terbaik dan Aman Melakukan Skin Fasting

Ilustrasi menggunakan basic skincare / Foto: pexels.com/Polina Tankilevitch

Sebenarnya tidak ada aturan mutlak dalam menerapkan skin fasting karena respons kulit setiap orang berbeda. Namun, beberapa panduan umum berikut dapat membantumu mencobanya dengan aman.

  • Hindari skin fasting dilakukan jika memiliki masalah kulit spesifik.
  • Jangan menghentikan penggunaan produk berbahan aktif secara mendadak karena dikhawatirkan dapat memicu reaksi negatif.
  • Lakukan penghentian produk satu per satu selama beberapa hari atau minggu untuk memantau reaksi kulit.
  • Saat ingin menggunakan kembali produk perawatanmu, berikan jeda dan waktu bagi kulit untuk beradaptasi secara bertahap.
  • Tetap gunakan produk pembersih jika kulit sering terpapar polusi, pelembap jika kulit cenderung sangat kering, dan sunscreen sebagai perlindungan dari efek buruk sinar UV.

Selain itu, melansir dari laman Glamour, seorang dermatolog membagikan pendekatan skin fasting yang tidak total bagi pasien yang mengalami iritasi dan peradangan.

Daripada menghentikan semua produk, ia menyarankan untuk menyederhanakan rutinitas dan fokus hanya pada pembersih lembut serta pelembap dasar. Sementara untuk jenis kulit sensitif, sangat disarankan meminta petunjuk dokter kulit untuk memilih produk dengan formula serta jumlah bahan yang lebih sederhana.

Pada kenyataannya, kulit lebih membutuhkan rutinitas dasar yang konsisten dan sesuai kebutuhannya, bukan serentetan langkah perawatan yang rumit atau penggunaan banyak jenis produk. Bagaimanapun, produk kecantikan akan terasa paling efektif saat membuat kita merasa nyaman. Tak lupa, selalu konsultasikan kondisi kulitmu dengan dokter spesialis atau dermatolog sebelum mulai memuasakan kulit. 

____

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE