Jangan Terjebak Iklan! 5 Klaim Misleading yang Sebenarnya Tidak Ada dalam Produk Sunscreen
Setiap orang tampaknya sudah mulai sadar akan pentingnya menggunakan sunscreen atau tabir surya sebagai perlindungan kulit dari paparan berlebih sinar UV yang dapat mempercepat penuaan dini dan dapat memicu kanker kulit. Kesadaran masyarakat ini memicu tingginya permintaan pasar, yang berbanding lurus dengan sengitnya persaingan antar-brand dalam meluncurkan berbagai inovasi produk.
Namun, di tengah banjirnya pilihan sunscreen di pasaran, tidak sedikit brand yang memutar otak secara berlebihan demi menarik perhatian konsumen dan tak jarang sampai menggunakan klaim promosi yang tergolong overclaim bahkan cenderung menyesatkan (misleading). Supaya Beauties tidak gampang termakan strategi promosi yang keliru, yuk, kenali klaim apa saja yang semestinya diwaspadai, lengkap dengan panduan resmi memilih sunscreen dari BPOM RI!
Klaim Salah dan Misleading dari Produk Sunscreen
Ilustrasi menggunakan sunscreen / Foto: pexels.com/Kampus Production
Sebelum tergiur oleh buaian kalimat promosi yang manis, berikut adalah beberapa klaim yang perlu kamu kritisi:
1. Waterproof (Tahan Air Sepenuhnya)
Opsi produk sunscreen yang tahan air adalah yang paling sering dipilih bagi yang ingin melakukan aktivitas air di luar ruangan. Namun perlu diketahui bahwa tidak ada produk sunscreen yang benar-benar waterproof. Istilah resmi yang diakui secara medis dan oleh FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) adalah water-resistant.
Label water-resistant pun masih memiliki batasan durasi yang jelas pada kemasannya, misalnya efektif selama 40 atau 80 menit saat berenang/berkeringat. Ketika kulit dibasuh air lalu diusap dengan handuk pun, lapisan pelindungnya juga akan ikut tersapu sehingga produk perlu diaplikasikan ulang (reapply) sesuai ketentuan yang tertulis di kemasan.
2. Proteksi 100% dari Sinar Matahari
Beberapa iklan mengesankan seolah produknya sanggup membentengi kulit secara total tanpa celah dari radiasi UV. Nyatanya sunscreen tidak bisa memblokir 100% radiasi UV. Bahkan, produk dengan tingkat SPF tinggi sekalipun tetap menyisakan sekian persen sinar UV yang bisa menembus kulit.
Klaim sunscreen dengan perlindungan total adalah bentuk promosi yang salah dan terlalu dilebih-lebihkan. Sebagai pembeli, sebaiknya pilih produk dengan klaim dan instruksi penggunaan yang realistis serta terapkan takaran aplikasi yang dianjurkan.
3. Sweat-Proof (Tahan Keringat)
Klaim sweat-proof pada produk sunscreen sangat tidak akurat. Keringat adalah proses alami tubuh untuk mengatur suhu. Mengoleskan tabir surya tidak akan menghentikan produksi keringat pada kulit. Keringatlah yang justru dapat melunturkan lapisan tabir surya secara perlahan dan menurunkan efektivitas perlindungannya jika tidak diaplikasikan ulang.
4. Perlindungan Sepanjang Hari
Tidak ada tabir surya yang cukup dioleskan sekali bisa melindungi kulit seharian penuh dari sinar UV matahari. Justru, bahan aktif pelindung UV akan terdegradasi seiring paparan sinar matahari serta produksi minyak dan keringat.
Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk mengulangi penggunaan setiap 2 jam sekali, atau lebih cepat saat habis membasuh muka dan berkeringat banyak. Sebisa mungkin hindari juga berada di bawah terik matahari langsung pada jam-jam panas, seperti pukul 10.00 hingga 14.00.
5. Klaim yang Mengarah ke Ranah Medis
Contoh klaim yang tidak seharusnya ada dalam produk sunscreen adalah mampu mencegah kanker kulit, mengobati masalah kulit, atau klaim sejenis lainnya yang menyerupai fungsi obat.
Menurut regulasi BPOM RI, sunscreen digolongkan sebagai produk kosmetik, bukan obat. Fungsi utamanya adalah perawatan untuk melindungi kulit dari paparan radiasi UV, bukan untuk tindakan medis seperti mengobati penyakit kulit tertentu.
Jadi, iklan yang menjanjikan fungsi pengobatan medis pada produk kosmetik, termasuk sunscreen, wajib diwaspadai.
Panduan Resmi Memilih dan Menggunakan Sunscreen dari BPOM RI
Ilustrasi mengaplikasikan sunscreen di wajah / Foto: pexels.com/Kampus Production
Menyikapi maraknya klaim berlebihan pada iklan tabir surya, Badan POM RI melalui Penjelasan Publik NOMOR HM.01.1.2.08.23.33 mengimbau masyarakat untuk menjadi konsumen yang cermat dalam memilih produk.
Cara umum yang disarankan adalah Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa) setiap produk yang akan dibeli lalu memastikan legalitas produk melalui situs https://cekbpom.pom.go.id atau melalui aplikasi BPOM Mobile.
Cara lainnya meliputi:
1. Pilih Produk Sesuai Jenis Kulit (Bukan Berdasarkan Nilai SPF)
Efektivitas penggunaan tabir surya tergantung pada takaran pemakaian dan jenis kulit masing-masing individu. Pemilik jenis kulit berminyak disarankan memilih tabir surya berbasis air (water-based/gel) yang lebih ringan dan tidak menyumbat pori. Sementara untuk kulit kering disarankan menggunakan tabir surya berbasis minyak (oil-based/cream) untuk memberikan kelembapan ekstra.
2. Simpan Produk Sesuai Petunjuk di Kemasan
Hindari menyimpan tabir surya di tempat yang panas, seperti dalam dasbor mobil yang terjemur, dekat jendela kamar, atau terkena sinar matahari langsung. Suhu panas ini dapat merusak susunan molekul pelindung UV sehingga bahan aktifnya rusak lebih cepat sebelum masa kedaluwarsa habis.
3. Gunakan Produk Sesuai Petunjuk di Kemasan
Oleskan tabir surya 15–30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan agar meresap dan membentuk lapisan pelindung secara optimal, atau sesuaikan dengan petunjuk penggunaan di label kemasan. Gunakan dalam jumlah yang cukup dan merata pada seluruh area wajah serta bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian.
4. Cerdas Menyikapi Iklan dan Hentikan Pemakaian Jika Terjadi Alergi
Selalu bersikap kritis terhadap janji-janji manis di iklan yang terlalu bombastis dan tidak realistis. Apabila timbul reaksi alergi atau efek samping yang tidak diinginkan, segera hentikan pemakaian dan konsultasikan kondisi kulitmu ke tenaga kesehatan atau dokter spesialis kulit.
Bagi yang ingin menyarankan produk tersebut ke kerabat, atau ke banyak orang melalui media sosial, pastikan dulu keabsahan informasi produk terutama yang bersinggungan tentang keamanan dan mutu produk.
____
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!