Kenali Bahan Skincare yang Tidak Boleh Dipakai Bersamaan, Jangan Asal Layering!

Belinda Safitri | Beautynesia
Selasa, 14 Jul 2026 20:00 WIB
4. Retinol dan Vitamin C
Retinol dan vitamin C/ Foto: Magnific.com/freepik

Penggunaan skincare dengan kandungan bahan aktif semakin populer karena dinilai mampu mengatasi berbagai masalah kulit, mulai dari jerawat, hiperpigmentasi, hingga tanda-tanda penuaan. Namun, banyak orang belum tahu bahwa tidak semua bahan aktif bisa dipakai bersamaan dalam satu waktu.

Alih-alih membuat kulit semakin sehat, kombinasi skincare yang kurang tepat justru dapat menyebabkan kemerahan, kulit mengelupas, rasa perih, hingga merusak skin barrier. Karena itu, penting memahami kandungan yang sebaiknya dipisahkan waktu pemakaiannya agar setiap bahan tetap bekerja secara maksimal sekaligus meminimalkan risiko iritasi.

Dirangkum dari Very Well Health, yuk kenali bahan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan, Beauties! 

1. Retinol dan Benzoil Peroksida

Retinol dan benzoil peroksida/ Foto: Magnific.com/freepik

Retinol dikenal sebagai turunan vitamin A yang membantu mempercepat regenerasi sel kulit, meningkatkan produksi kolagen, serta menyamarkan garis halus, bekas jerawat, dan hiperpigmentasi. Sementara itu, benzoil peroksida merupakan bahan andalan untuk mengatasi jerawat karena mampu membunuh bakteri penyebab jerawat sekaligus mengurangi minyak berlebih di kulit.

Meski sama-sama bermanfaat, keduanya tidak disarankan dipakai bersamaan dalam satu rutinitas. Benzoil peroksida dapat mengurangi stabilitas retinol sehingga manfaatnya menjadi kurang optimal. Selain itu, kombinasi ini juga berisiko menyebabkan kulit terasa kering, mengelupas, dan lebih sensitif. Agar tetap aman, gunakan benzoil peroksida pada pagi hari dan retinol pada malam hari. 

2. Retinol dan AHA

Retinol dan AHA/ Foto: Magnific.com/freepik

AHA atau Alpha Hydroxy Acid, seperti glycolic acid dan lactic acid, merupakan eksfoliator kimia yang membantu mengangkat sel kulit mati sehingga kulit tampak lebih cerah dan halus. Di sisi lain, retinol juga meningkatkan regenerasi kulit melalui mekanisme yang berbeda.

Karena sama-sama mempercepat proses pergantian sel kulit, penggunaan keduanya sekaligus dapat membuat lapisan pelindung kulit melemah. Akibatnya, kulit lebih mudah mengalami kemerahan, rasa terbakar, mengelupas, bahkan lebih sensitif terhadap sinar matahari. Untuk mengurangi risiko tersebut, gunakan AHA dan retinol pada malam yang berbeda.

3. Retinol dan Asam Salisilat

Retinol dan asam salisilat/ Foto: Magnific.com/freepik

Beauties, asam salisilat merupakan BHA atau Beta Hydroxy Acid yang bekerja masuk ke dalam pori-pori untuk melarutkan minyak berlebih sekaligus membantu mengatasi komedo dan jerawat. Sementara retinol juga membantu membersihkan pori-pori melalui percepatan regenerasi kulit.

Jika digunakan secara bersamaan, kedua bahan aktif ini dapat menghilangkan terlalu banyak minyak alami kulit. Alhasil, kulit menjadi sangat kering, kemerahan, bahkan dapat memproduksi minyak lebih banyak sebagai respons terhadap kekeringan tersebut. Jadi, sebaiknya gunakan asam salisilat pada pagi hari dan retinol di malam hari. 

4. Retinol dan Vitamin C

Retinol dan vitamin C/ Foto: Magnific.com/freepik

Vitamin C merupakan antioksidan yang ampuh melindungi kulit dari radikal bebas, mencerahkan warna kulit, merangsang produksi kolagen, dan membantu memudarkan noda hitam. Adapun retinol bekerja memperbaiki tekstur kulit dan mengurangi tanda penuaan melalui percepatan regenerasi sel.

Masalahnya, vitamin C bekerja optimal dalam kondisi yang lebih asam, sedangkan retinol lebih stabil pada pH yang berbeda. Jika diaplikasikan bersamaan, efektivitas kedua bahan dapat menurun dan risiko iritasi meningkat. Oleh karena itu, vitamin C lebih ideal digunakan pada pagi hari, sedangkan retinol dipakai sebagai bagian dari rutinitas malam.

5. Vitamin C dan Benzoil Peroksida

Vitamin C dan benzoil peroksida/ Foto: Magnific.com/KamranAydinov

Vitamin C dan benzoil peroksida turut termasuk bahan skincare yang tidak boleh digabung. Vitamin C membantu melindungi kulit dari paparan polusi dan sinar UV sekaligus membantu proses pembentukan kolagen. Di sisi lain, benzoil peroksida efektif mengatasi jerawat dengan membunuh bakteri penyebabnya.

Namun, benzoil peroksida memiliki sifat oksidatif yang dapat membuat vitamin C menjadi kurang stabil dan kehilangan sebagian manfaatnya. Pada kulit sensitif, kombinasi ini juga dapat memicu rasa perih, kemerahan, atau kering. Solusinya, gunakan vitamin C pada pagi hari dan benzoil peroksida di malam hari atau pada hari yang berbeda.

6. Vitamin C dan AHA

Vitamin C dan AHA/ Foto: Magnific.com/frimufilms

Vitamin C bekerja sebagai antioksidan sekaligus membantu membuat kulit tampak lebih cerah. Sementara itu, AHA berfungsi mengangkat sel kulit mati agar tekstur kulit menjadi lebih halus dan warna kulit tampak lebih merata.

Karena keduanya memiliki tingkat keasaman yang tinggi, penggunaan dalam satu rutinitas dapat mengganggu skin barrier. Akibatnya, kulit bisa terasa perih, kemerahan, kering, hingga lebih sensitif terhadap faktor lingkungan. Agar manfaat keduanya tetap maksimal, gunakan vitamin C pada pagi hari dan AHA pada malam hari. 

Jadi, itulah beberapa kombinasi bahan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan. Ingat baik-baik ya, Beauties! 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE