Kuku Polos Alami Trending, Cerminan Quiet Luxury atau Tanda Resesi?

Justina Nur | Beautynesia
Selasa, 28 Jul 2026 07:30 WIB
Tren Bare Nails Sebagai Simbol Quiet Luxury
Bare nails dianggap sebagai simbol dari quiet luxury, atau kemewahan yang tidak terlihat menonjol./ Foto: instagram.com/mirandadoesbrands, magnific.com/magnific

Kamu tentu tidak asing lagi melihat nail art lucu dan cantik seperti kuku glazed donut ala Hailey Bieber, atau bahkan nail art dengan hiasan buah, bintang, glitter serta kristal. Akan tetapi, manikur rumit yang membutuhkan waktu berjam-jam membuatnya tersebut justru mulai ditinggalkan.

Akhir-akhir ini, tampilan kuku yang simpel natural tanpa cat atau yang kerap disebut sebagai bare nails semakin menjadi tren. Namun, hal itu tidak meninggalkan kebiasaan para perempuan untuk tetap merawat kuku agar tetap terlihat terawat meski tanpa cat kuku.

Ada yang menganggap bare nails adalah simbol quiet luxury atau kemewahan yang tidak terlalu mencolok. Di sisi lain, ada juga yang melihat bare nails sebagai suatu indikator resesi karena diduga orang-orang mulai mengurangi pengeluaran untuk merawat kecantikan.

Seperti yang dilansir dari PBL Magazine, bisa jadi kedua pendapatan tersebut sama-sama benar. Tren ini tentu bisa menjadi cerminan antara gaya hidup dan kondisi setiap orang, serta bukan tren kecantikan biasa.

Tampilan Kuku Bare Nails

Kuku bare nails biasanya terlihat seperti kuku yang dipotong pendek, berbentuk soft square atau almond./ Foto: magnific.com/nikitabuida

Menurut laporan PBL Magazine, tampilan bare nails biasanya adalah kuku yang dipotong pendek seperti bentuk soft square atau almond. Kemudian, kuku akan diberi lapisan warna pink transparan, putih susu atau milky white, dan nude, atau hanya dipoles sampai mengilap tanpa dioleskan dengan kuteks berwarna.

Bare nails tidak menggunakan ekstensi kuku sama sekali, lapisan chrome, atau nail art yang rumit, yang beberapa waktu lalu kerap jadi tren manikur.

Meski begitu, tren kuku yang maksimalis dengan nail art bermotif masih belum benar-benar hilang. Hingga kini, nail art masih disukai banyak orang, dan dengan hadirnya tren bare nails itu artinya pasar kecantikan tidak mengarah pada satu tren saja, melainkan ada dua macam yaitu minimalis dan nail art yang lebih ekspresif.

Tren Bare Nails Sebagai Simbol Quiet Luxury

Bare nails dianggap sebagai simbol dari quiet luxury, atau kemewahan yang tidak terlihat menonjol./ Foto: instagram.com/mirandadoesbrands, magnific.com/magnific

Saat ini, bare nails dianggap sebagai simbol dari quiet luxury, atau kemewahan yang tidak terlihat menonjol. Seperti yang dilansir dari Glossy, ada sebuah video di Instagram content creator Miranda Shanahan yang menanggapi keputusan influencer Valeria Lipovetsky berhenti melakukan rutinitas manikur.

Menurut Shanahan, banyak perempuan ‘sukses’ mengaku tidak lagi bisa pergi ke salon karena merasa waktu mereka yang terlalu berharga untuk dihabiskan selama berjam-jam setiap beberapa minggu.

Namun, di sisi lain, kondisi ini juga terkait dengan suatu fenomena bernama counter-signaling. Seperti yang dilaporkan oleh PLB Magazine, counter-signaling adalah suatu istilah yang menggambarkan ketika suatu simbol status kini sudah jadi hal yang umum dan mudah diakses oleh semua kalangan, kelompok yang dianggap benar-benar berada di posisi ‘atas’ justru berhenti menggunakannya untuk menunjukkan status mereka.

Kuku yang natural dianggap sebagai suatu simbol kemewahan baru karena lebih sulit diwujudkan, membutuhkan perawatan yang tidak sedikit untuk menjaganya agar tetap sehat.

Berbeda dengan kuku yang penuh dengan nail art, gel manicure bisa menyamarkan berbagai kekurangan kuku, sedangkan bare nails hanya dapat terlihat menarik dan hanya bisa diraih kalau memang kondisinya sehat dan rutin dirawat.

Tren Bare Nails Justru Menuai Kritik

Tren bare nails bisa berpotensi menjadi quiet discrimination atau diskriminasi yang dilakukan secara halus./ Foto: magnific.com

Tidak semua orang setuju bare nails adalah suatu tren quiet luxury atau simbol kemewahan. Seperti yang dilansir dari Glossy, kreator konten sekaligus mantan Beauty Director Women’s Wealth, Kristina Rodulfo justru mengkritik anggapan bahwa tren bare nails otomatis menunjukkan selera lebih baik atau kelas sosial lebih tinggi.

Menurutnya, anggapan ini justru berpotensi memperkuat standar kecantikan yang tidak inklusif dan mengabaikan keragaman budaya. Nail art sendiri juga punya sejarah panjang sebagai bentuk ekspresi diri, terutama bagi masyarakat komunitas kulit hitam, Latino, dan Asia-Amerika. 

Dilansir dari PLB Magazine, perempuan kulit hitam dan Latino bahkan kerap mendapat stigma bahwa kuku akrilik panjang atau nail art berwarna cerah membuat mereka terkesan tidak profesional, atau bahkan dianggap ‘kampungan’. 

Namun, ketika gaya menghias kuku yang sama dilakukan oleh perempuan kulit putih, justru mendapatkan pujian dan dianggap trendi. Maka dari itu, tren bare nails bisa berpotensi menjadi quiet discrimination atau diskriminasi yang dilakukan secara halus.

Tren Bare Nails Dianggap Sebagai Tanda-tanda Resesi

Bare nails yang mulai jadi tren lagi bisa menjadi pertanda adanya resesi atau kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja./ Foto: magnific.com

Tidak hanya dianggap sebagai simbol kemewahan baru, bare nails yang kembali disukai banyak orang ini justru dinilai sebagai tanda-tanda adanya resesi atau kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja. Hal ini karena setiap melakukan perawatan kuku terutama gel manicure, kita perlu mengeluarkan uang cukup banyak. Apalagi manikur dengan teknik khusus atau nail art.

Kuku yang pendek tanpa dilengkapi berbagai dekorasi juga jauh lebih murah untuk dirawat, tidak perlu rutin datang ke salon, dan tidak harus membeli banyak produk tambahan. Dengan kata lain, kamu tetap bisa terlihat rapi dan bersih sambil mengurangi pengeluaran untuk nail art. 

Itu tadi Beauties, pro kontra dari tren bare nails yang sekarang sedang kembali hype, apakah kamu setuju dengan tren ini atau justru menolaknya?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE