Inilah cerita Ibu Made Sumiati, seorang guru tata kecantikan SMKN 3 Bogor. Merantau dari Bali ke Jakarta pada tahun 1986, Ibu Made menempuh tiga tahun perkuliahan dengan beasiswa untuk menjadi calon guru di jurusan kecantikan. Setelah lulus, perempuan paruh baya itu langsung menjadi guru dan pegawai negeri.
"Bangga saya menjadi guru kecantikan karena banyak alumni-alumni yang sudah sukses," ucapnya sambil tersenyum saat bercerita kepada media, di L'Oréal Indonesia Head Office, dalam acara Media Gathering "Beauty That Moves: World Teacher's Day" (27/10/2026). Rasa bangga tak bisa dibendung Ibu Made ketika mendengar cerita para lulusan yang telah berhasil menghidupi diri lewat keterampilan yang pernah diajarkannya.
Tata rambut dan makeup jadi keahlian yang diwariskannya kepada anak didik, dimulai dari perawatan kulit, tata rias, lalu tata rambut. Selain menjadi seorang guru, Ibu Made juga menawarkan jasa tata rambut dan rias di salonnya di rumah, serta mengelola SMK Plus Pelita Nusantara. Ia juga ingin mengembangkan program khusus untuk kecantikan, Beauties.
"Pokoknya punya keterampilan itu sangat membantu," lanjut Ibu Made, memberikan pesan bagi para perempuan masa kini. "Kalau ada kursus-kursus, ikutin saja."
Ia percaya, suatu keterampilan itu pasti berguna. Bukan cuma agar bisa menata rambut dan merias sendiri, tapi akan lebih baik lagi jika bisa menerima order untuk membantu orang lain. "Perempuan itu jangan bergantung sama suami," lanjut Ibu Made yang kemudian menjelaskan bahwa suaminya telah meninggal dunia sebelas tahun yang lalu. Namun dengan memiliki keterampilan di bidang kecantikan, dia bisa menyambung hidup secara mandiri.