Mengenal Skinimalism: Benarkah Semakin Sedikit Penggunaan Skincare Justru Lebih Baik untuk Kulit?

Anggita Kusmadewi | Beautynesia
Senin, 31 Aug 2026 16:30 WIB
Mengenal Skinimalism: Benarkah Semakin Sedikit Penggunaan Skincare Justru Lebih Baik untuk Kulit?
Ilustrasi perempuan dengan beberapa produk skincare yang tersusun di meja/Foto: Magnific/magnific

Beauties, pernah dengar istilah skinimalism? Sederhananya, konsep ini berkaitan dengan rutinitas skincare yang lebih sederhana dan fokus pada produk yang benar-benar dibutuhkan kulit.

Skinimalism muncul di tengah kebiasaan memakai banyak produk dalam satu rutinitas. Padahal, semakin banyak skincare yang digunakan belum tentu membuat perawatan kulit menjadi lebih efektif.

Lalu, benarkah semakin sedikit skincare justru lebih baik untuk kulit? Sebelum mengurangi produk yang biasa digunakan, ada beberapa hal tentang skinimalism yang perlu kamu pahami.

Seperti Apa Prinsip Skinimalism?

Ilustrasi perempuan sedang melakukan rutinitas skincare sederhana/Foto: Magnific/magnific

Dalam praktiknya, skinimalism bukan hanya soal mengurangi jumlah produk dalam rutinitas skincare. Konsep ini juga mengajak kita lebih selektif memilih produk yang memang dibutuhkan dan sesuai dengan kondisi kulit.

Melansir Real Simple, menurut celebrity esthetician Ian Michael Crumm, skinimalism berfokus pada produk esensial, termasuk yang punya lebih dari satu manfaat. Jadi, satu produk bisa digunakan untuk memenuhi beberapa kebutuhan tanpa harus menambah banyak langkah dalam rutinitas.

Konsep ini juga muncul seiring dengan perubahan cara orang melihat penggunaan skincare. Setelah rutinitas dengan banyak tahapan sempat populer, semakin banyak orang mulai mempertimbangkan waktu, biaya, hingga jumlah produk yang digunakan.

Crumm mengatakan, lebih banyak produk tidak selalu berarti hasil yang lebih baik untuk kulit maupun lingkungan. Karena itu, skinimalism bisa menjadi cara untuk tetap merawat kulit sekaligus lebih bijak dalam memilih produk.

Produk Dasar yang Dibutuhkan dalam Rutinitas Skinimalism

Ilustrasi skincare sederhana dengan cleanser, moisturizer, dan sunscreen/Foto: Magnific/magnific

Rutinitas skinimalism sebenarnya bisa dimulai dari tiga produk utama. Melansir IPSY, dermatolog Nkem Ugonabo, MD, menyebut pembersih lembut, pelembap yang aman untuk skin barrier, dan sunscreen SPF 30 atau lebih sebagai dasar perawatannya.

Pilih pembersih yang tidak terlalu berbusa dan sebaiknya bebas pewangi. Saat mencuci wajah, gunakan air suam-suam kuku dan hindari menggosok kulit terlalu keras.

Kalau tiga langkah dasar ini sudah terpenuhi, barulah perhatikan kondisi kulit yang ingin ditangani. Misalnya, vitamin C untuk membantu mencerahkan, retinol untuk menyamarkan garis halus, atau niacinamide untuk menenangkan kulit.

Jadi, tidak perlu menggunakan banyak bahan aktif dalam satu waktu, Beauties. Ugonabo menyarankan untuk memilih bahan sesuai masalah kulit yang paling ingin diatasi.

Cara Menerapkan Skinimalism dalam Rutinitas Skincare

Ilustrasi perempuan sedang memilah beberapa produk skincare/Foto: Magnific/magnific

Beauties, coba cek lagi isi meja atau rak skincare kamu. Kalau ada produk yang sudah kedaluwarsa, tidak cocok di kulit, atau punya fungsi yang sama, mungkin sudah waktunya disortir.

Dermatolog Jeannette Graf, MD, FAAD, menyebut produk dengan kandungan serupa juga bisa dianggap sebagai duplikat. Misalnya, ada beberapa serum vitamin C, retinoid, atau pelembap dengan fungsi yang hampir sama, cukup pilih yang paling sering kamu gunakan.

Setelah itu, susun rutinitas dasar untuk pagi dan malam. Kamu bisa mulai dengan cleanser, dilanjutkan serum sesuai kebutuhan kulit, lalu gunakan pelembap untuk menjaga kelembapannya.

Untuk pagi hari, jangan lupakan sunscreen dan kamu bisa menambahkan serum antioksidan jika memang dibutuhkan. Sementara pada malam hari, retinoid atau eksfoliator lembut bisa digunakan sesuai kondisi kulit.

Ian Michael Crumm menyarankan untuk memilih produk yang memang sesuai dengan kebutuhan kulit dan digunakan secara konsisten. Nah, dari semua skincare yang kamu punya, mana yang paling jarang digunakan?

Benarkah Semakin Sedikit Skincare Lebih Baik?

Ilustrasi perempuan sedang memakai pelembab wajahl/Foto: Magnific/

Mengurangi jumlah skincare memang bisa membuat rutinitas terasa lebih praktis. Namun, bukan berarti semakin sedikit produk pasti lebih baik karena kebutuhan setiap kulit juga berbeda.

Terlalu banyak produk atau bahan aktif dalam satu rutinitas juga justru bisa membuat kulit mudah iritasi. Akibatnya, kulit bisa terasa lebih sensitif, kemerahan, atau muncul masalah lain.

Begitu juga jika beberapa produk yang digunakan ternyata punya fungsi serupa. Daripada memenuhi rak dengan banyak produk, pilih saja yang paling sesuai dengan masalah kulit yang sedang ingin ditangani.

Produk multifungsi juga bisa menjadi pilihan untuk membuat rutinitas lebih ringkas. Satu produk dengan beberapa manfaat membantu memenuhi kebutuhan kulit tanpa menambah terlalu banyak langkah.

Jadi, Beauties, skinimalism bukan berarti harus mengurangi skincare sebanyak mungkin. Cukup pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit agar rutinitas tetap sederhana dan tidak berlebihan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.