Physical vs. Chemical Sunscreen, Opsi Mana yang Lebih Aman untuk Kulit?

Hanny A | Beautynesia
Kamis, 02 Jul 2026 18:30 WIB
Perbedaan Physical Sunscreen dan Chemical Sunscreen
Ilustrasi mengaplikasikan sunscreen pada anak / Foto: pexels.com/Kindel Media

Tinggal di negara tropis dengan cuaca terik sepanjang hari membuat kita sulit menghindari ancaman paparan sinar UV, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan. Terlalu banyak terpapar sinar UV dapat memicu penuaan dini hingga risiko kanker kulit.  Itulah mengapa sunscreen atau tabir surya kini menjadi produk perawatan kulit yang tidak boleh dilewatkan.

Bicara soal tabir surya, tak sedikit yang memperdebatkan opsi paling baik di antara physical sunscreen dan chemical sunscreen. Keduanya sama-sama dapat melindungi kulit dari paparan UV berlebih.

Physical sunscreen (atau sering disebut mineral sunscreen) bekerja layaknya perisai di permukaan kulit yang memantulkan dan menyerap sinar UV. Sementara itu, chemical sunscreen meresap ke dalam jaringan kulit untuk menyerap radiasi UV lalu mengubahnya menjadi energi panas.

Lalu, apa yang membedakan keduanya dan mana yang sebenarnya lebih ramah dan aman untuk kulit? Yuk, bedah satu per satu.

Perbedaan Physical Sunscreen dan Chemical Sunscreen

Ilustrasi mengaplikasikan sunscreen pada anak / Foto: pexels.com/Kindel Media

Bagi Beauties yang masih dalam tahap mencari jenis sunscreen yang cocok atau berencana mengganti produk lama, coba lihat dulu pembeda dari keduanya berikut ini. Khusus untuk pemilik kulit sensitif, simak bagian ini baik-baik, ya!

Physical Sunscreen 

Komposisi

Umumnya hanya menggunakan bahan aktif zinc oxide (seng oksida) dan titanium dioxide (titanium dioksida), atau salah satu dari keduanya.

Caranya melindungi kulit dari UV

Produk hanya menempel di permukaan kulit dan tidak meresap ke dalam jaringan. Caranya dalam melindungi kulit ada dua, yaitu memantulkan langsung cahaya dan panas matahari, sekaligus menyerap sebagian kecil energi UV untuk diubah menjadi panas seperti mekanisme chemical sunscreen.

Kelebihan

  • Dapat langsung melindungi kulit tanpa perlu waktu tunggu setelah dioleskan
  • Perlindungannya cenderung lebih stabil dan tahan lama
  • Aman untuk kulit sensitif, bayi, hingga lansia karena tidak meresap ke dalam jaringan kulit
  • Masa simpan lebih lama
  • Lebih ramah lingkungan (dengan catatan produk tersebut tidak menggunakan teknologi nano partikel).

Kekurangan 

  • Meninggalkan white cast (bercak putih) yang memengaruhi estetika tampilan kulit
  • Formulanya terasa lebih berat dan agak susah diratakan
  • Kurang cocok jika dipadukan dengan kosmetik berat
  • Tidak semua produknya bersifat tahan air sehingga mudah luntur saat berkeringat atau berenang.

Chemical Sunscreen 

Komposisi

Biasanya mengandung bahan aktif seperti oxybenzone, avobenzone, octisalate, octinoxate, octocrylene, atau homosalate.

Caranya melindungi kulit dari UV

Meresap ke dalam lapisan kulit untuk menyerap radiasi UV, mengubahnya menjadi energi panas, yang kemudian dilepaskan kembali ke luar kulit serta lingkungan. 

Kelebihan

  • Lebih nyaman digunakan karena teksturnya ringan
  • Mudah meresap
  • Tidak meninggalkan white cast
  • Mudah ditimpa dengan losion, serum, atau make-up sehari-hari sehingga lebih menarik secara kosmetik
  • Lebih tahan air atau keringat
  • Variasi produk luas, ada yang dalam bentuk losion, krim, gel, hingga spray.

Kekurangan

  • Perlu menunggu sekitar 15–30 menit setelah aplikasi baru bisa melindungi dari sinar matahari
  • Formulanya cenderung kurang tahan lama dan perlu sering diaplikasikan ulang
  • Kurang aman untuk kulit sensitif karena bahan kimia di dalamnya kerap memicu reaksi alergi atau iritasi
  • Beberapa kandungan chemical sunscreen (seperti oxybenzone dan octinoxate) diketahui tidak ramah lingkungan dan dapat memicu coral bleaching (pemutihan terumbu karang) yang merusak ekosistem laut
  • Menyerap ke aliran darah, dibuktikan dari studi klinis FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS) yang menemukan bahwa bahan aktif dalam chemical sunscreen dapat menyerap ke dalam aliran darah bahkan hanya dalam satu hari pemakaian dengan kadar yang melebihi ambang batas aman.

Jadi, Mana yang Lebih Aman untuk Kulit?

Ilustrasi menggunakan sunscreen di wajah / Foto: magnific.com/freepik

Kalau untuk kulit sensitif, berdasarkan hasil bedah perbedaan kedua tabir surya di atas, opsi physical sunscreen dinilai lebih aman.

Dr. Suzan Obagi, MD, seorang dermatolog dari University of Pittsburgh Medical Center (UPMC) juga menyarankan penggunaan mineral atau physical sunscreen karena jenis ini dinilai jauh lebih aman, baik untuk kesehatan kulit jangka panjang maupun untuk kelestarian lingkungan.

Lantas, mana yang paling baik?

Sebenarnya, tidak ada satu produk yang mutlak paling bagus untuk semua orang. Pilihan terbaik sejatinya kembali lagi pada kondisi kulit dan aktivitas harian masing-masing individu. Banyak ahli dermatologi mengatakan bahwa sunscreen terbaik adalah yang cocok di kulitmu. Jadi, dengarkan kebutuhan kulitmu sebelum menentukan pilihan.

Pilih physical sunscreen jika kulitmu cenderung sensitif atau mudah kemerahan. Ambil opsi chemical sunscreen jika membutuhkan produk yang mudah menyatu di bawah riasan tebal, atau ingin menghindari tampilan white cast yang mengganggu estetika.

____

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE