Waspadai Dampak Serius dari Kebiasaan Sering Mencabut Rambut

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Jumat, 01 May 2026 20:00 WIB
Pengertian Trikotilomania
Trikotilomania merupakan salah satu bentuk gangguan mental/Foto: Pinterest/SHEfinds

Mencabut rambut mungkin tampak seperti kebiasaan sepele bagi sebagian orang. Namun, tahukah kamu, kebiasaan ini bisa menjadi indikasi gangguan mental yang serius?

Trikotilomania, atau kebiasaan mencabut rambut secara kompulsif, dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mentalmu. Trikotilomania adalah kondisi di mana seseorang tidak mampu menahan dorongan untuk mencabut rambutnya sendiri, baik dari kulit kepala, alis, bulu mata, atau area lain di tubuh.

Meskipun mungkin terlihat sepele, kebiasaan ini dapat menyebabkan kerontokan rambut yang signifikan, infeksi kulit, dan masalah emosional seperti rasa malu atau depresi.

Pengertian Trikotilomania

Trikotilomania merupakan salah satu bentuk gangguan mental/Foto: Pinterest/SHEfinds

Trikotilomania adalah kondisi di mana seseorang memiliki dorongan tak tertahankan untuk mencabut rambutnya sendiri, baik dari kulit kepala, alis, bulu mata, atau area tubuh lainnya. Kebiasaan ini tidak hanya memengaruhi penampilan fisik tetapi juga kesehatan mental secara keseluruhan.

Gangguan ini sering kali dimulai pada masa remaja dan dapat berlangsung hingga dewasa jika tidak ditangani dengan tepat. Meskipun penyebab pastinya belum diketahui secara pasti, beberapa faktor seperti genetik, lingkungan, dan kondisi kesehatan mental lainnya diduga berperan dalam perkembangan trikotilomania.

Menurut Mayo Clinic, trikotilomania sering kali dimulai sebelum atau pada awal masa remaja dan dapat berlangsung seumur hidup jika tidak ditangani dengan baik. Penderita biasanya merasa tegang sebelum mencabut rambut dan merasa lega atau puas setelah melakukannya.

Penyebab Trikotilomania

Depresi bisa menyebabkan seseorang memiliki sindrom trikotilomania/Foto: Pinterest/30Seconds Health

Hingga saat ini, penyebab pasti trikotilomania belum sepenuhnya dipahami. Namun, para ahli percaya bahwa faktor genetik dan lingkungan berperan dalam perkembangan gangguan ini.

Menurut National Health Service (NHS) di Inggris, trikotilomania mungkin terkait dengan ketidakseimbangan kimia di otak yang mengatur suasana hati dan dorongan. Selain itu, riwayat keluarga dengan gangguan serupa atau gangguan obsesif-kompulsif dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan trikotilomania.

Situasi atau kejadian yang memicu stres JUGA dapat menyebabkan sebagian orang untuk mengalami trikotilomania. Orang dengan trikotilomania juga dapat mengalami kondisi kesehatan lainnya, seperti depresi, ansietas, atau gangguan obsesif-kompulsif.

Solusi untuk Mengatasi Trikotilomania

Banyak hal yang bisa jadi solusi trikotilomania, salah satunya adalah obat-obatan yang diresepkan dokter/Foto: Pinterest/Care First

Salah satu metode yang efektif adalah terapi perilaku kognitif (CBT), khususnya pelatihan pembalikan kebiasaan. Terapi ini membantu individu mengenali dorongan untuk mencabut rambut dan menggantinya dengan perilaku lain yang tidak merusak. Dukungan dari keluarga dan teman juga sangat penting dalam proses pemulihan. 

Selain itu, terapi kognitif membantu mengidentifikasi dan memeriksa keyakinan yang menyimpang yang mungkin dimiliki seseorang sehubungan dengan mencabut rambut. Dalam beberapa kasus, obat-obatan seperti antidepresan dapat diresepkan untuk membantu mengendalikan dorongan tersebut.

Pencegahan Trikotilomania

Menyibukkan diri dengan kegiatan positif/Foto: Pinterest/Sempre Genial

Meskipun tidak ada metode pencegahan yang pasti untuk trikotilomania, mengelola stres dengan baik dapat membantu menurunkan risiko terjadinya kondisi ini. Beberapa cara untuk mengelola stres dan menghindari kebiasaan mencabut rambut antara lain:

  • Menyibukkan diri dengan kegiatan positif
  • Mencari teman untuk berbagi cerita
  • Mempelajari metode relaksasi, seperti meditasi
  • Berolahraga secara rutin
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang
  • Belajar disiplin dan memiliki manajemen waktu yang baik
  • Beristirahat dan tidur yang cukup
  • Mencari dukungan dari orang terdekat dan meluangkan waktu dengan seseorang yang bisa membuat nyaman

Dampak Negatif Trikotilomania

Kebotakan adalah salah satu dampak negatif trikotilomania/Foto: Pinterest/SHEFinds

Kebiasaan mencabut rambut tidak hanya memengaruhi penampilan fisik, tetapi juga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Menurut American Academy of Dermatology, kerontokan rambut yang parah dapat menyebabkan kebotakan permanen dan jaringan parut pada kulit kepala.

Selain itu, mencabut rambut dengan tangan yang tidak bersih dapat menyebabkan infeksi kulit. Secara emosional, penderita mungkin mengalami rasa malu, rendah diri, dan isolasi sosial akibat kondisi ini.

Beauties, jika kamu menyadari adanya dorongan untuk mencabut rambut, penting untuk segera mencari bantuan profesional. Ingatlah bahwa kamu tidak sendirian, dan ada banyak sumber daya serta dukungan yang tersedia untuk membantumu mengatasi kebiasaan ini.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE