sign up SIGN UP

LIFE

Lamaran Kerja Tak Kunjung Ditanggapi HRD? Bisa Jadi Kamu Melakukan Kesalahan Ini

Penny Fatikasari | Selasa, 23 Jun 2020 15:00 WIB
Lamaran Kerja Tak Kunjung Ditanggapi HRD? Bisa Jadi Kamu Melakukan Kesalahan Ini
caption
Jakarta -

Melihat banyaknya peluang lowongan kerja baik dari media cetak dan sosial media, membuat seseorang tertarik mencoba peruntungan agar diterima di tempat kerja impian. Kamu pun membuat surat lamaran bahkan CV semenarik mungkin agar dirimu di-notice oleh HRD. Namun, berbulan-bulan tak kunjung mendapat kabar dan feedback dari HRD sebuah perusahaan, membuat dirimu merasa kecewa dan putus asa. Belum lagi dirimu merasa khawatir karena belum mendapatkan pekerjaan dalam kurun waktu yang cukup lama. Nah, coba cek kembali lamaran kerja yang kamu ajukan, bisa jadi kamu melakukan kesalahan berikut ini, lho!

Malas Membaca dan Tidak Mengikuti Panduan Lamaran Kerja Perusahaan

Malas membaca dan tidak mengikuti panduan lamaran kerja
Malas Membaca dan Tidak Mengikuti Panduan/Freepik.com

Setiap perusahaan tentunya selalu mencari kandidat terbaik untuk berpeluang bergabung menjadi anggota perusahaannya. Mereka pun gencar mencari calon kandidat terbaiknya dengan mempromosikan pembukaan lowongan kerja baik lewat website perusahaan, job fair, media sosial, media cetak dan elektronik, portal khusus lowongan kerja bahkan menyebarkan brosur ke mading-mading kampus. Dalam surat lowongan kerja pun sudah jelas tertera syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Namun tak jarang masih banyak para pencari kerja yang kurang memahami syarat dan ketentuan yang sudah jelas tertulis pada lowongan kerja.


Biasanya HRD akan meminta para pelamar kerja untuk mengirimkan surat lamaran via email maupun dikirim bahkan diantar langsung ke perusahaan yang dituju. Perlu diketahui biasanya HRD pun memiliki syarat dan ketentuan perihal teknis pengiriman aplikasi surat lamaran ke alamat email yang dituju. Misalnya dengan menuliskan nama jelas, posisi yang dilamar, nomor handphone yang dapat dihubungi bahkan berkas-berkas dengan maksimal ukuran lampiran yang dibutuhkan.

Walaupun sudah dijelaskan secara detail, namun masih saja ada pelamar kerja yang mengabaikan hal tersebut. Sudah pasti jika kamu mengabaikan apa yang telah ditentukan, mereka pun enggan membaca surat lamaranmu. Walaupun kemungkinan peluangnya ada, namun mereka pun akan berusaha mencari kandidat terbaik dengan ratusan bahkan ribuan email yang masuk. Maka dari itu, coba teliti kembali dalam menyusun syarat lamaran pekerjaan yang ingin kamu apply ya?

Curriculum Vitae Kurang Menarik

CV kurang menarik
Curriculum Vitae Kurang Menarik/Freepik.com

Pada saat melamar pekerjaan, kamu juga harus memiliki daya tarik di mata HRD, bahkan kamu mampu “menjual” potensi dirimu. Selain kamu berminat untuk bekerja di perusahaan tersebut, kamu pun harus bersungguh-sungguh dalam menyusun lamaran pekerjaan salah satunya dengan membuat Curriculum Vitae. Pada dasarnya, banyak pelamar pekerjaan yang menuliskan CV seputar data pribadi saja, namun tidak menceritakan potensi diri d idalam CV sehingga hal ini mudah terlewatkan. Oleh karena itu, kamu dapat membuat Curriculum Vitae dengan semenarik mungkin dan jelas. Cukup tulis secara ringkas yang dapat menceritakan potensimu secara keseluruhan, jika memiliki prestasi dan pengalaman kerja sangat boleh untuk dicantumkan.

Alamat Email Kurang Profesional

Email kurang profesional
Alamat Email Kurang Profesional/Freepik.com

Bagi sebagian HRD tentunya akan menilai alamat email para pelamar kerjanya. Jika kamu membuat alamat email dengan nama yang cukup berlebihan, maka hal ini akan dipandang kurang profesional. Bahkan ada yang menganggap jika email dengan nama-nama yang berlebihan bahkan kurang jelas tersebut akan dianggap sebagai spam belaka. Kamu pun dapat mengubah alamat emailmu dengan menuliskannnya dengan bahasa yang formal atau kamu dapat memisahkan alamat emailmu khusus untuk melamar pekerjaan dan email untuk di sosial media.

Email Kosong Tanpa Pengantar

Email kosong tanpa pengantar
Email Kosong Tanpa Pengantar/Freepik.com

Pada saat mengirim surat lamaran via email, sebaiknya jangan biarkan emailmu kosong begitu saja tanpa pengantar bahkan tidak lengkap. Tentu hal ini akan membuat pihak HRD menjadi kesulitan dalam mengkualifikasi para pelamar kerja. Bahkan emailmu pun tidak ditanggapi sama sekali. Maka dari itu, jangan lupakan bagian pengantar dalam mengirim email baik pada subject email, badan email dan sebagainya.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id