sign up SIGN UP

Sumbang Emas Pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ini 4 Fakta Inspiratif Greysia Polii dan Apriyani Rahayu

Dimitrie Hardjo | Selasa, 03 Aug 2021 12:00 WIB
Sumbang Emas Pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ini 4 Fakta Inspiratif Greysia Polii dan Apriyani Rahayu
caption

Indonesia kembali dibuat bangga dengan prestasi anak bangsa. Greysia Poli  dan Apriyani Rahayu menyumbangkan emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 cabang bulutangkis ganda putri pada Senin (2/8) kemarin.

Prestasi luar biasa ini bukan cuma mendapat sambutan baik, tapi juga menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia. Yuk, baca fakta-fakta Greysia-Apriyani yang akan semakin menginspirasimu untuk berprestasi juga, Beauties!

1. Sudah Berpasangan Sejak 2017

Berpasangan dengan Apriyani sejak 2017/
Berpasangan selama 4 tahun/ Foto: instagram.com/greyspolii

Greysia Polii sudah memasuki dunia perbulutangkisan sejak lama. Ia bergabung di Tim Piala Uber pada tahun 2004, sedangkan Apriyani Rahayu tahun 2014 di level junior.

Keduanya dipasangkan tahun 2017, setelah pasangan Greysia Polii sebelumnya, Nitya Krishinda Maheswari, mengalami cedera. Greysia dan Apriyani yang berusia 33 dan 23 tahun itu pun menjadi pasangan ganda putri yang dikenal dunia. Wah, memang usia tidak bisa membatasi kamu untuk mencapai keberhasilan ya, Beauties!

2. Peringkat 6 Dunia

Pasangan ganda putri bulutangkis peringkat 6 dunia/
Pasangan ganda putri bulutangkis peringkat 6 dunia/ Foto: instagram.com/olympics

Prestasi pasangan ganda putri yang cemerlang ini berhasil menempati peringkat 6 dunia. Pada Olimpiade Tokyo 2020, mereka bahkan mengalahkan sang nomor satu dunia, Yuki Fukushima dan Sayaka Hirota. Keduanya mulus melangkah ke final melawan pasangan Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan, hingga mereka berhasil merebut medali emas.

3. Penerus Tradisi Emas Bulutangkis Sekaligus Pencetak Sejarah Emas Ganda Putri

Penerus tradisi emas dan pencetak sejarah bulutangkis ganda putri/
Penerus tradisi emas dan pencetak sejarah bulutangkis ganda putri/ Foto: instagram.com/tokyo2020

Tidak jarang cabang olahraga bulutangkis menyumbangkan medali membanggakan untuk Indonesia, termasuk medali-medali emas. Mengutip CNBC Indonesia, medali emas dari bulutangkis terakhir diraih oleh pasangan ganda campuran Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad di Olimpiade Rio 2016.

Tapi lebih dari itu, Greysia dan Apriyani tidak hanya meneruskan tradisi, tapi juga mencetak prestasi bersejarah dengan mempersembahkan medali emas pertama dalam ganda putri bulutangkis Indonesia. Tentu saja dibalik perolehan medali emas ini, perjuangan besar dilakukan, baik secara fisik dan mental.

4. Ambisius dan Bermental Baja

Ambisius dan bermental baja/
Ambisius dan bermental baja/ Foto: instagram.com/olympics

Di mana ada permainan, di situ ada kemenangan dan kekalahan. Tekanan yang ditimbulkan dari babak final begitu besar. Sudah wajar jika para pemain merasakan sensasi dan tekanan tersendiri saat menghadapinya. Namun, pasangan ganda putri Greysia dan Apriyani begitu yakin dan ambisius akan tujuannya.

Mengutip CNN Indonesia, sejak 2017, Apriyani berambisi membuat sejarah di ajang Olimpiade. Medali yang berhasil diraihnya itu pun dipersembahkan untuk keluarganya yang senantiasa mendorong dan mendukungnya.

"Medali emas ini bukan hanya impian kak Greysia, tetapi juga saya. Medali emas ini untuk almarhum orang tua saya dan kakakku," tutur Apriyani seusai penampilan mengagumkan bersama Greysia di final bulutangkis ganda putri Olimpiade Tokyo 2020.

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id