sign up SIGN UP

Bukan Karena Nyeri Atau Kram, Kenapa Bisa Merasa Ingin Menangis & Sedih Saat Menstruasi?

Fina Prichilia | Senin, 26 Jul 2021 13:00 WIB
Bukan Karena Nyeri Atau Kram, Kenapa Bisa Merasa Ingin Menangis & Sedih Saat Menstruasi?
caption
Jakarta -

Menstruasi bagi beberapa perempuan, diiringi rasa nyeri maupun kram tak tertahankan. Tak heran hal ini kerap membuat mereka sampai menitikkan air mata.

Di luar itu dan tanpa rasa sakit, pernahkah kamu bawaanya merasa sedih dan ingin menangis saja? Lantas karena air mata tak juga keluar, akhirnya kamu berusaha 'memancing' dengan nonton film sedih.

Alhasil memang berhasil menangis, sih. Tapi mungkin kamu masih merasa belum puas.

Menangis, menjerit, berteriak, lakukan apapun yang perlu kamu lakukan untuk merasakan perasaan kamu dan melepaskannya.Menangis saat menstruasi. /Foto: Freepik.com

Dilansir dari Healthline, penyebab kamu bisa begitu di antaranya karena tingkat serotonin atau 'bahan kimia kebahagiaan' yang rendah, tidur yang kurang atau tak berkualitas, tingginya nafsu makan pada makanan manis sebab tinggi karbohidrat, serta tidak berolahraga.

Selain itu, menurut Dokter Ahli Obstetri dan Ginekologi, Ardiansjah Dara, dinding rahim yang menyeluruh saat haid bisa membuat daya tahan tubuh menurun. Akibatnya tubuh jadi mudah lelah dan membuat kamu mood swing.

"Biasanya gampang marah, gampang nangis karena faktor hormonal, di samping faktor nyeri," kata dr Dara seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Selain suasana hati yang berubah, ternyata fase menstruasi bisa juga dipengaruhi oleh faktor psikologi yang lagi melanda kamu, Beauties. Apa maksudnya?

Nonton Sambil Menangis/Foto: Freepik.comNonton Sambil Menangis/Foto: Freepik.com

Misalnya saja pada perempuan yang lagi mengalami kesepian, seperti lagi berjauhan dari keluarga atau dari suami. Gangguan menstruasi pun bisa muncul.

"Mungkin ketika berpisah jauh ada perasaan sendiri. Faktor itu membuat hormon tidak seimbang," ujarnya

"Ada pasien saya mahasiswa dia haidnya lebih sering. Ternyata dia lagi homesick. Dia kangen orang tuanya di Dumai."

"Itu hormonnya enggak seimbang," katanya melanjutkan.

Gangguan menstruasi itu sendiri biasanya adalah nyeri perut, volume darah yang keluar terlalu sedikit atau banyak, menstruasi menjadi sering atau bahkan waktu menstruasi menjadi singkat.

"Hidup di daerah yang stresfull atau keluarga broken home juga bisa bikin menstruasi enggak teratur. Bahkan daerah tinggal di dataran tinggi berpengaruh," ujarnya.

Untuk itulah salah satu hal yang harus dilakukan ketika gangguan menstruasi datang dan kamu merasa sedih berkepanjangan, kamu bisa melakukan pemeriksaan psikologis.

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id