sign up SIGN UP

Kenali 6 Tanda Kamu Menjadi Korban Kekerasan Emosional dalam Sebuah Hubungan

Novianty Aulia | Senin, 15 Nov 2021 19:45 WIB
Kenali 6 Tanda Kamu Menjadi Korban Kekerasan Emosional dalam Sebuah Hubungan
6 Tanda Kamu Menjadi Korban Kekerasan Emosional/Foto:Freepik.com/Freepik

Tidak terluka secara fisik bukan berarti kamu bebas dari tindak kekerasan emosional dalam hubungan. Tipe kekerasan yang bersifat verbal ini, 'menyerang' perasaan serta kondisi emosional dari korbannya.

Bentuknya yang tidak melalui fisik membuat kekerasan ini sulit untuk dilihat secara jelas. Seperti yang dicatat pada National Association of Adult Survivors of Child Abuse di mana baik pelaku ataupun korban cenderung tidak mengetahui tindakan kekerasan yang sedang terjadi. Oleh karena itu penting untuk sedini mungkin mengidentifikasi pola-pola kekerasan emosional dalam hubungan.

Agar lebih jelas, berikut Beautynesia telah merangkum sekiranya 6 tanda kekerasan emosional yang kamu alami dalam hubungan. Seperti apa? Simak artikelnya berikut ini! 

1. Kehilangan Kepercayaan atas Kemampuan Diri Kamu Sendiri 

Seringkali diragukan oleh pasangan membuat kamu ragu atas kemampuan yang kamu miliki.
Hilangnya kepercayaan diri/Foto:Freepik.com/Master1305


Pasangan yang kasar secara emosional cenderung gemar membuat kamu ragu atas kebenaran pada diri kamu sendiri. Sebanyak apapun pendapat serta ide menarik yang kamu berikan akan ditolaknya mentah-mentah, bahkan diremehkan dengan kata-kata yang tidak pantas.

Bukan pengakuan yang baik, kamu malah mendapatkan ejekan serta tuduhan tidak jelas atas kerja kerasmu selama ini. Pada akhirnya, kamu akan kehilangan rasa percaya diri dan merasa tidak mampu untuk berdiri sendiri tanpa kehadiran pasanganmu.

2. Selalu Merasa Bersalah Terhadap Apapun 

Apapun masalahnya, kamu selalu disalahkan oleh pasanganmu.
Kamu selalu menjadi yang paling bersalah atas apapun/Foto:Freepik.com/Yanalya


Tidak peduli bagaimana masalah dapat terjadi, kamu selalu menjadi orang paling bersalah di dalam hubunganmu. Beragam kalimat menohok terus saja dilontarkan oleh pasangan hingga kamu meminta maaf atas kesalahan yang tidak kamu lakukan.

Bukan saja masalah hubungan, kamu juga akan dianggap sebagai sumber masalah atas ketidakberuntungan yang dialami oleh pasanganmu. Lambat laun kamu akan mempercayai segala kalimat buruknya dan malah menyalahkan diri kamu sendiri atas apapun yang terjadi pada pasangan ataupun orang lain di sekitarmu. 

3. Sulit Menjalani Hidup dengan Bebas

Setiap kegiatan dimanapun dan dengan siapapun harus diatur oleh pasangan.
Kebebasanmu dibatasi oleh pasangan/Foto:Freepik.com/Mego-studio


Seakan ingin membuatmu semakin tidak berdaya, pelaku kekerasan emosional juga mencoba mengatur kehidupanmu melebihi batas yang wajar. Seperti dilansir dari laman Healthline, keinginan untuk menjadi superior membuat pasanganmu melakukan segala cara agar dapat mengendalikan kehidupanmu dengan 'tangannya sendiri'.

Mereka akan terus memantau keberadaanmu, mengambil keputusan atas hidupmu hingga memperlakukan selayaknya anak kecil yang tidak mampu berdiri di kaki sendiri. Kamu akan dibuatnya bergantung sepenuhnya dan tidak bebas dalam memilih sesuatu yang kamu hendaki untuk hidupmu sendiri. 

4. Menutup Diri dari Orang-orang di Sekitarmu 

Pasangan akan terus mengekang kehidupanmu sehingga kamu akan lebih menutup diri dengan orang-orang di sekitarmu.
Hubungan sosial dengan orang lain menjadi terbatas/Foto:Freepik.com/Jcomp


Membangun hubungan sosial yang leluasa tentunya sulit dilakukan ketika hidupmu dikontrol secara penuh oleh pasangan. Bertemu dengan teman terdekat sekalipun juga semakin dibatasi oleh aturan sepihak yang ditentukan oleh pasangan. Lama-kelamaan kamu hanya akan berputar di sekitar pasangan tanpa menjalin hubungan yang baik dengan orang di sekitar.

Kondisi ini semakin berbahaya ketika kamu mulai mengabaikan dan sulit percaya saran dari orang terdekat karena besarnya pengaruh dari pasanganmu. Sesuai dengan tujuannya, pasangan akan membuat kamu merasa bergantung kepadanya tanpa membutuhkan kehadiran orang lain. 

5. Selalu Merasa Takut dan Cemas Berlebihan 

Anggapan ketidakmampuan diri untuk melawan pasangan membuat kamu takut dan cemas berlebihan.
Timbul ketakutan berlebih pada diri kamu/Foto:Freepik.com/Freepik


Kekerasan emosional yang kamu terima dari pasangan tentunya bisa mengganggu kesejahteraan mental dan emosi yang kamu miliki. Sebuah studi pada The British Journal of Psychiatry mengungkap, pelecehan emosional menimbulkan sebuah perasaan tidak aman sehingga selalu takut dan cemas tidak wajar terhadap apapun yang dilakukannya.

Kondisi ini cenderung kamu rasakan setiap kali berhadapan dengan pasangan di mana kamu tidak memiliki keberanian untuk berbicara ataupun membela diri kamu sendiri. Setiap kali ingin mencoba bebas kamu selalu takut akan bayang-bayang ancaman yang diberikan oleh pasangan. 

6. Sering Diabaikan 

Pasangan akan berdiam dan mengabaikan dirimu dengan  tujuan membuatmu semakin merasa bersalah.
Keberadaanmu kerap kali tidak dianggap oleh pasangan/Foto:Freepik.com/DCStudio


Kebiasaan utama dari pelaku kekerasan emosional ialah melakukan stonewalling kepada pasangan. Mengutip laman Psych Central, stonewalling ialah bentuk pelecehan emosional di mana pasangan akan diabaikan dan ditolak kehadirannya ketika terjadi suatu masalah dalam hubungan.

Mereka hanya akan diam tanpa menunjukkan emosi apapun sekalipun kamu sudah memberikan penjelasan. Hal ini dapat meningkatkan kecemasan pada kamu yang mengalami pelecehan karena menimbulkan rasa tidak layak untuk dicintai dan dimaafkan sekalipun oleh pasanganmu sendiri.

-----------------------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id