sign up SIGN UP

Mau Putus Tapi Nggak Tega, Begini Langkah Tepatnya!

Arum Narwastu | Jumat, 01 Oct 2021 21:15 WIB
Mau Putus Tapi Nggak Tega, Begini Langkah Tepatnya!
caption
Jakarta -

Mencintai seseorang dan berkomitmen untuk terus bersama nyatanya bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Meskipun sudah menjalin hubungan bertahun-tahun, ada satu titik kamu dan pacarmu harus menempuh jalan yang berbeda.

Saat hubungan bisa diperbaiki, maka akan jadi hal yang sangat baik. Tapi, kalau kebersamaan kalian hanya akan memberi pengaruh buruk untuk satu sama lain, maka putus bukanlah hal yang salah.

Lalu, apa yang harus kamu lakukan saat ingin putus namun tidak tega untuk mengakhiri hubungan? Biasanya, kondisi ini terjadi saat kamu tahu tak mungkin bisa melanjutkan hubungan dengan pacar walaupun sebenarnya tidak sedang ada masalah besar yang terjadi.

Agar kamu tak melulu merasa bersalah, ada beberapa cara putus saat kamu sebenarnya masih peduli kepadanya.

Jangan Menghilang Tanpa Kabar

Bikin ilfeel gebetan jadi alasan seseorang kena ghosting.Menghilang tanpa kabar/ Foto: Freepik.com

Menghilang tanpa kabar atau ghosting mungkin jadi cara termudah yang bisa kamu lakukan saat ingin meninggalkan pasangan tapi enggan mengungkapkannya. Tapi, cara ini bahkan lebih menyakitkan daripada saat kamu harus berpisah karena bertengkar hebat.

Ghosting bisa membuat pasangan kamu mempertanyakan nilai dirinya sendiri. Dia akan merasa ada yang salah pada dirinya, padahal tidak. Jadi, selalu ungkapkan saat kamu tidak ingin lagi melanjutkan hubungan. Jangan tiba-tiba menghilang tanpa memberi kabar.

Jangan Berbohong

Tatkala menolak permintaan teman, jangan sekali-kali kamu berbohong untuk menutupi hal yang sebenarnya.Berbohonh/ Foto: Freepik.com

Jujurlah saat harus memutuskan hubungan dengan pasanganmu. Kalau kamu bosan, katakan kamu bosan. Jika kamu merasa ada hal yang tidak bisa lagi diperbaiki dalam hubungan kalian, maka ungkapkannya. Meskipun terdengar menyakitkan, tapi kejujuran akan lebih dihargai. Jangan sampai kamu berbohong dan ketahuan suatu saat nanti. Kejadian ini hanya akan membuatnya jadi lebih sakit.

Tak Perlu Playing Victim

Dalam menjalani suatu hubungan asmara, kita perlu sama-sama belajar saling mengenal, kompromi, dan saling mengerti satu sama lain.Bertengkar/ Foto: Freepik.com

Dalam memutuskan hubungan, tidak ada satu pihak yang 100 persen salah ataupun 100 persen benar. Karena itu, tak perlu playing victim atau merasa jadi orang yang paling berkorban dalam menjalani hubungan. Terimalah kenyataan kalau kamu yang ingin hubungan ini berakhir. Sangat wajar jika ada rasa tidak terima dari pasanganmu. Sikapnya mungkin akan jadi menyebalkan, tapi kamu tak perlu terpancing dan justru merasa menjadi korban.

Hubungan yang dewasa adalah hubungan yang berani dijalani serta diakhiri dengan baik. Jadi, jika memang kamu merasa hubunganmu tidak lagi memiliki jalan ke depannya, akhirilah dengan persetujuan kedua belah pihak.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id