sign up SIGN UP

5 Fakta Tentang Paris Fashion Week yang Jarang Diketahui! Ternyata Sudah Ada Sejak Abad ke-18

Dimitrie Hardjo | Kamis, 30 Sep 2021 12:00 WIB
5 Fakta Tentang Paris Fashion Week yang Jarang Diketahui! Ternyata Sudah Ada Sejak Abad ke-18
caption

Kalender fashion week sudah di penghujung acara, Beauties! Paris Fashion Week, pekan mode terakhir dari ‘The Big Four’ digelar Senin (27/9) hingga Selasa (5/10). Sebagai pusat berkembangnya fashion, peragaan busana di Paris menjadi yang paling ditunggu. Banyak rumah mode besar dunia lahir di kota yang dijuluki City of Lights tersebut. Menariknya, Semaine des Créateurs du Mode atau Paris Fashion Week terdiri beberapa shows, diantaranya Haute Couture shows yang secara eksklusif diselenggarakan di Paris, koleksi Prêt-à-Porter atau Ready-to-Wear, dan Men’s Fashion.

Pekan mode di Ibukota Perancis tersebut mempunyai sejarah yang menarik. Mulai dari cikal bakal Paris Fashion Week yang sudah ada lebih dari satu abad lalu hingga saat ini, artikel berikut akan membahas fakta dari pekan mode tersebut.

5 Fakta Paris Fashion Week

Identik dengan koleksi haute couture, desainer-desainer asal Perancis telah menyuguhkan karya terbaiknya sejak lebih dari 170 tahun yang lalu. Simak fakta lainnya dibalik sejarah Paris Fashion Week berikut ini, Beauties.


1. Sudah Ada Sejak Abad Ke-18

Pameran busana sejak abad ke-18/
Pameran busana sejak abad ke-18/ Foto: theitalianreve.com

Perkembangan fashion di Perancis sangat berdampak pada fashion global. Menjadi episentrum fashion di dunia, pameran busana di Perancis sudah ada sejak tahun 1700an lho, Beauties! Pameran yang dilakukan dua kali dalam setahun ternyata berpengaruh besar untuk menetapkan fashion week di dunia. Namun, tentu saja berbeda dengan sekarang, pameran busana tersebut dikenal dengan nama Défilés de mode dengan konsep yang berbeda pula.

2. Pertama Diperagakan Menggunakan Maneken sebagai Model

Menggunakan maneken sebagai model/
Menggunakan maneken sebagai model/ Foto: theitalianreve.com

Pameran busana Défilés de mode dilakukan rumah mode Perancis sebagai tindakan komersial. Menariknya, mereka menggunakan boneka berbentuk manusia atau maneken untuk memamerkan kreasi busananya. Hal ini menimbulkan problem bagi para klien karena sulit untuk membayangkan pakaian-pakaian tersebut tampak pada manusia sesungguhnya.

3. Parade Busana Berupa Pesta 

Pesta The Thousand and Second Night Poiret/
Pesta The Thousand and Second Night Poiret tahun 1911/ Foto: headtotoefashionart.com

Memasuki abad ke-19 hingga ke-20, Charles Frederick Worth dan Paul Poiret mencetuskan sebuah ide untuk menunjukkan koleksinya dengan sebuah aksi. Charles Worth dengan labelnya House of Worth menjadi desainer pertama yang menggunakan model manusia untuk fitting dan memamerkan busana karyanya. Ia dikenal sebagai pelopor karir modeling berkat ide inovatif tersebut.

Di sisi lain, desainer Paul Poiret menggabungkan teater dan parade busana untuk menunjukkan koleksi anyar miliknya. Pada tahun 1911, sebuah pesta kostum diselenggarakan dengan tajuk T'he Thousand and Second Night'––sebuah koleksi Poiret dengan tema Persia. Ia mengharuskan 300 tamu undangannya untuk berdandan glamor menggunakan kostum oriental. Parade busana berupa pesta serta menggunakan model manusia menjadi inspirasi tersendiri bagi kota-kota lain, seperti New York, untuk melakukan parade busana secara teatrikal.

4. Acara Eksklusif Desainer-Klien

Thierry Mugler Haute Couture Fashion Show 1984/
Thierry Mugler Haute Couture Fashion Show 1984/ Foto: vogue.co.uk/Daniel Simon

Sekitar tahun 1920-1930, peragaan busana sudah mulai memiliki regulasi sendiri, yakni bukan berupa pesta mewah. Namun berbeda dengan saat ini, pameran busana yang dilakukan merupakan acara khusus yang diselenggarakan hanya untuk klien demi menjaga hak cipta. Bahkan tidak ada jurnalis ataupun fotografer yang boleh hadir dalam acara eksklusif tersebut. Hingga tahun 1984, Thierry Mugler menjadi desainer pertama yang menyelenggarakan peragaan busana terbuka untuk publik di sebuah stadium dan dihadiri oleh lebih dari 6.000 orang.

5. 'The Battle of Versailles' Membuka Paris Fashion Week Pertama Tahun 1973

The Battle of Versailles/
The Battle of Versailles tahun 1973/ Foto: vogue.co.uk/Daniel Simon

Pasca perang dunia ke-2 membawa banyak perubahan bagi dunia, termasuk bidang fashion. Selain peragaan busana yang teratur, Paris Fashion Week pertama kali resmi dilakukan tahun 1973 oleh French Fashion Federation dengan menghadirkan desainer asal Perancis dan Amerika. Kubu Perancis terdiri dari Yves Saint Laurent, Emanuel Ungaro, Marc Bohan dari rumah mode Christian Dior, Pierre Cardin, dan Hubert de Givenchy, sedangkan pada kubu Amerika, terdapat desainer Anne Klein, Halston, Oscar de la Renta, Bill Blass, dan Stephen Burrows.

Peragaan busana bersifat teatrikal ini dimenangi oleh kubu Amerika Serikat berkat 11 model African-American yang melenggang di atas runway untuk pertama kali. Peragaan busana bersejarah tersebut pun dikenal dengan nama 'The Battle of Versailles' oleh karena motif fashion week sebagai penggalangan dana untuk renovasi Versailles yang diperkirakan mencapai 60 juta dollar.

Dilansir dari berbagai sumber, itulah 5 fakta Paris Fashion Week yang masih berlangsung hingga saat ini, Beauties!

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id