sign up SIGN UP

FASHION

Makna Menarik Kain Jarik Khas Jawa

Esra Dopita | Rabu, 05 Aug 2020 20:30 WIB
Makna Menarik Kain Jarik Khas Jawa
caption

Jagat maya tengah dihebohkan dengan penampakan seseorang yang dililit sekaligus dibungkus menggunakan kain jarik. Ternyata, orang tersebut telah menjadi korban pelecehan seksual dengan fetish kain jarik.

Rupanya, lilitan kain-kain jarik itu menjadi alat pemuas seksual bagi pelaku. Kain jarik pun menjadi populer. Lantas, apa makna kain jarik dalam kehidupan masyarakat?

Dilansir dalam laman Wolipop, kain jarik adalah sebutan lain untuk kain khas Jawa yang memiliki motif beragam. Dalam bahasa Jawa, jarik mempunyai makna aja gampang siri yang dapat diartikan jangan mudah iri hati.


Dalam bahasa Jawa, kain jarik mempunyai makna aja gampang siri yang dapat diartikan jangan mudah iri hati.
https://www.instagram.com/tapih_jarik/

Filosofinya, jarik akan membuat si pemakainya lebih berhati-hati saat berjalan. Dulu, kain jarik menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Mereka biasanya menggunakan kain jarik sebagai bawahan, alas tidur bayi, kain gendong bayi, hingga alas dan kain penutup untuk orang meninggal. Namun, seiring perubahan zaman, kini kain jarik lebih sering dikenakan dalam acara formal seperti pernikahan adat Jawa. Motifnya pun disesuaikan agar maknanya sejalan dengan pernikahan itu sendiri. 

Kain jarik memiliki filosofinya agar pemakainya lebih berhati-hati saat berjalan.
https://www.instagram.com/tapih_jarik/

Misalnya, jarik yang dikenakan Kahiyang Ayu, putri Presiden Joko Widodo, saat pernikahannya pada 2017. Jarik bermotif wahyu gumulung menjadi salah satu pilihan keluarga Jokowi untuk momen bahagia tersebut. Rupanya, motif itu punya makna baik.

"Maknanya mengumpulkan segala berkah dari Tuhan. Terlihat dari isenan atau wahyu yang seperti berkumpul," kata Ki Ronggojati Sugiyatno, pemilik Toko Busana Jawi Suratman. 

Seiring perubahan zaman, kini kain jarik lebih sering dikenakan dalam acara formal seperti pernikahan adat Jawa seperti pernikahan Kahiyang Ayu.
https://wolipop.detik.com/

Pak No, sapaan akrabnya, dipercaya keluarga pengantin untuk mengurus busana tradisional Jawa dalam pernikahan tersebut. Ada pula jarik bermotif jati kusumo yang dipakai saat midodareni.

Pak No menjelaskan, jati bermakna abadi dan kusuma adalah bunga yang melambangkan keharuman. "Jadinya, nama yang abadi. Midodareni itu kan menyongsong dan hari yang penting juga untuk menjadikan keabadian yang madya," ucapnya.

Dulu, jarik menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur.
https://wolipop.detik.com/

Tak ketinggalan, jarik bermotif bokor kencono. Pak No mengatakan bokor kencona memiliki arti sebagai wadah kemuliaan manusia karena pernikahan adalah tahapan kedua dari tiga peristiwa penting dalam kehidupan manusia, yaitu kelahiran, pernikahan, juga kematian.

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id