sign up SIGN UP

Film Paranoia: Gambaran Kelam Kehidupan di Tengah Pandemi COVID-19, Angkat Isu KDRT

Riswinanti Permatasari | Kamis, 18 Nov 2021 09:00 WIB
Film Paranoia: Gambaran Kelam Kehidupan di Tengah Pandemi COVID-19, Angkat Isu KDRT
Poster Film Paranoia/Foto: Instagram/nirinazubir_

Baru saja dirilis pada Kamis (11/11) lalu, film Paranoia langsung melejit dan menjadi perbincangan di kalangan pecinta film. Film yang diproduksi oleh Miles Film ini dibintangi oleh sejumlah aktris dan aktor ternama, antara lain Nirina Zubir, Lukman Sardi, Caitlin North-Lewis, dan Nicholas Saputra.

Miles Film yang sebelumnya identik dengan film drama romantis, pada akhirnya memulai debut di genre thriller. Walaupun penuh tantangan, terutama karena diproduksi di tengah pandemi COVID-18, namun tayangan ini cukup sukses dan mendapat apresiasi tinggi dari penonton.

Gambaran Keterbatasan di Era Pandemi

Poster Film Paranoia/Foto: Instagram/nirinazubir_
Poster Film Paranoia/Foto: Instagram/nirinazubir_

Dalam trailer, diungkapkan bahwa Dina (Nirina Zubir) adalah seorang ibu dengan satu anak bernama Laura (Caitlin North-Lewis). Dia adalah salah satu dari sekian banyak orang yang terkena dampak pandemi COVID-19. Dia melarikan diri ke sebuah vila dan berusaha menjalani hidup tenang di sana.

Namun alasan Dina melarikan diri sebenarnya bukan sekadar karena situasi pandemi. Dia adalah sosok wanita tak berdaya yang hidup bersama suami abusive bernama Gion (Lukman Sardi). Untungnya, sang suami kemudian dipenjara karena tindakan kasarnya tersebut sehingga memberikan sedikit ruang bernapas untuk Dina dan Laura.

Di tempat baru, Dina memang berusaha hidup normal. Dia tetap tersenyum dalam kesehariannya dan terlihat menunjukkan sikap layaknya orang pada umumnya. Padahal, di balik itu, dia adalah orang yang paranoid, dan selalu hidup dalam ketakutan. Dia selalu khawatir bahwa Gion bisa menemukan keberadaannya, sehingga melarang anaknya bergaul dengan siapapun.

Ketakutan Terbesar Akhirnya Muncul

Poster Film Paranoia/Foto: Instagram.com/milesfilms
Poster Film Paranoia/Foto: Instagram.com/milesfilms

Penggarapan film ini memang sebisa mungkin dibuat sesuai kenyataan. Salah satunya adalah ketika Gion dibebaskan dari penjara sebagai bentuk antisipasi dari penyebaran virus corona. Faktanya, di kehidupan nyata, pemerintah memang sempat membuat kebijakan untuk membebaskan sejumlah tahanan sebagai bentuk upaya menekan pertumbuhan kasus COVID-19.

Kebijakan ini pun terlihat dituangkan dalam film. Namun kebebasan Gion ini jelas bukan kabar baik untuk Dina. Segera setelah tahu suaminya bebas, dia buru-buru berkemas dan mencari tempat tinggal baru. Dia tidak mau ada petunjuk apapun yang bisa menuntun Gion untuk bisa menemukannya.

Namun pada saat itulah Laura bertemu dengan seseorang bernama Raka (Nicholas Saputra). Rupanya pesona pemuda itu telah berhasil memikat Laura, sehingga membuatnya ingin mengenal lebih dekat. Namun hal ini jelas membuat sang Ibu menjadi khawatir. Dia berpikir bahwa Raka mungkin saja mengenal, atau bahkan berteman dengan Gion.

Seiring berjalannya waktu, konflik pun semakin meningkat. Gion berusaha mencari keberadaan keluarganya dengan berbagai cara. Pada akhirnya identitas Raka pun akhirnya terungkap. Siapa dia sebenarnya? Apakah dia akan membantu, atau justru menjerumuskan Dina dalam situasi yang sulit?

Depresi dan KDRT, Dua Momok di Era Pandemi

Poster Film Paranoia/Foto: Instagram/nirinazubir_
Poster Film Paranoia/Foto: Instagram/nirinazubir_

Walaupun ini adalah film thriller pertama Miles Film, namun penggarapannya dibuat sesempurna mungkin dengan segala keterbatasan. Mereka mengangkat tema yang dianggap sangat wakili kehidupan masyarakat di era pandemi.

Sebagaimana diketahui, depresi dan KDRT adalah dua hal yang sangat rentan terjadi di masa ini. Walaupun kekerasan dalam rumah tangga adalah isu umum yang biasa dibahas, namun tidak banyak yang menyadari bahwa dampaknya sangat besar untuk kondisi psikologis, terutama korban.

Dengan kondisi pandemi, tekanan psikologis semakin meningkat sehingga menimbulkan depresi yang mengarah pada tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Hal ini menimbulkan perilaku paranoid, terutama jika korban merasa tidak berdaya untuk menghadapi situasi ini.

So, apakah kamu tertarik menonton film Paranoia, Beauties?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id