sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Begini Cara Menyampaikan Tidak, Jika Diajak Berkumpul Saat Pandemi

Munjidah Hamsa | Senin, 02 Nov 2020 17:00 WIB
Begini Cara Menyampaikan Tidak, Jika Diajak Berkumpul Saat Pandemi
caption
Jakarta -

Selama pandemi COVID-19, mungkin ada beberapa teman, kerabat, atau rekanan yang mengajakmu untuk keluar rumah dan berkumpul untuk bertemu. Namun, ada beberapa orang, dan mungkin kamu salah satunya, yang cemas untuk keluar selama penyebaran COVID-19 masih berlangsung. Naiknya angka pasien COVID-19 yang semakin naik juga bisa menambah kekhawatiranmu keluar rumah untuk berkumpul dengan beberapa atau banyak orang.

Jika kamu mengalami hal ini, kamu bisa lho mempertimbangkan lagi ajakan tersebut dan menyampaikan keputusanmu untuk ikut atau tidak dengan beberapa cara berikut ini.

Tentukan dengan Bijak, Bukan Karena Panik dan Ketakutan

Tentukan keputusanmu dengan bijak dan tidak sedang panik atau takut.
Tentukan keputusan/ sumber: freepik.com

Selama bersosial, kita akan mencapai momen di saat ada titik perbedaan dengan teman atau kerabat. Hal ini akan membuatmu harus mau tidak mau menegosiasikan dengan batasan atau boundaries yang kamu miliki. Dengan kamu melakukan negosiasi dan mengungkapkan apa saja batasanmu kepada orang lain, kamu akan belajar untuk lebih menghargai prinsipmu.

Namun, penting untuk kamu catat bahwa pertimbangkan untuk melakukan negosiasi atau melakukan penerimaan atau penolakan ajakan harus kamu lakukan dengan bijak. Pastikan kamu tidak sedang dalam keadaan terpaksa, panik, atau takut orang lain akan meninggalkanmu jika keputusanmu berbeda dengan mereka. Pastikan keputusanmu kamu pertimbangkan untuk kebaikan orang lain dan dirimu sendiri.

Dorong Komunikasi Terbuka di Dalam Lingkaran Pertemananmu

Berkomunikasilah secara terbuka ke lingkaran pertemanan atau rekananmu.
Komunikasi jarak jauh/ sumber: freepik.com

Jika kamu menjadi bagian dari suatu lingkaran pertemanan atau rekanan, pastikan kamu melakukan komunikasi secara terbuka kepada semua individu yang ada dalam lingkaran tersebut. Dengan kamu menunjukkan bahwa kamu mengungkapkan hal yang sebenarnya, kamu juga secara tidak langsung mendorong adanya budaya komunikasi terbuka di dalam circle tersebut.

Buatlah boundaries atau batasan sehat saat bersosial agar masing-masing dapat saling mendengarkan dan mengetahui kebutuhan emosional unik, dan menjadi tidak sama bukanlah suatu masalah. Adanya batasan bukanlah untuk mengundang konflik atau ketidaksetujuan, tetapi tentang menghargai dan menghargai perbedaan. Ketika ada seseorang yang mengatakan tidak pada sesuatu tidak akan ada judgement buruk untuk hal itu.

Jelaskan Situasimu dengan Jelas, Kalem, dan Tidak Berlebihan

Sampaikan keputusanmu dengan tenang, jelas, dan tidak berlebihan.
Sampaikan dengan jelas/ sumber: freepik.com

Tanamkan ke dirimu bahwa keputusan yang kamu buat untuk ajakan bertemu selama pandemi merupakan hal yang terbaik untukmu. Bukanlah aib kalaupun kamu mengungkapkan bahwa kamu khawatir dan merasa tidak aman untuk berkumpul selama masih adanya penyebaran COVID-19. Ungkapkanlah dengan jelas, tenang, dan tidak berlebihan. Di saat yang sulit dan membingungkan seperti ini, bersikap tegas kepada diri sendiri adalah hal yang patut diapresiasi.

Kamu, pikiran, dan perasaanmu adalah hal yang valid, termasuk cemas dan khawatir yang kamu rasakan. Hargailah dirimu dengan mengambil keputusan menahan diri dari ajakan untuk bertemu selama pandemi bukan untuk menjadi pribadi yang egois, tetapi untuk bisa saling menjaga satu sama lain. Stay in touch without having to touch, that’s okay.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id