sign up SIGN UP

Ibu Muda, Hati-hati Terlena Saling Lakukan 'Kekerasan Emosional' Tanpa Disadari Bernama Mom Shaming!

Fina Prichilia | Selasa, 23 Nov 2021 09:45 WIB
Ibu Muda, Hati-hati Terlena Saling Lakukan 'Kekerasan Emosional' Tanpa Disadari Bernama Mom Shaming!
lustrasi merasa sedih karena perlakuan mom shaming. /Freepik.com
Jakarta -

Pernahkah kamu merasa dibuat nggak nyaman dari sekitar atau sesama ibu, karena komentar terkait pengasuhan anak yang berbeda? Misalnya pernah mendapat kritik kenapa anakmu tidak diberikan ASI. Atau kamu disebut 'belum sempurna' karena melahirkannya tidak lewat jalur normal, dan sebagainya.

Fenomena ini dinamakan mom shaming, yakni sebuah perilaku yang sebenarnya mempermalukan ibu lainnya dan menganggap diri sendiri lebih baik. Hal ini bisa tergolong bullying, meski kemungkinan besar nggak semua kritik yang dilontarkan ke kamu dikategorikan mom shaming, Beauties.

Menurut data yang Beautynesia terima dari rilis BukaReview, 88 persen ibu milenial dan Gen Z di Indonesia pernah mengalaminya. 38 persen ibu paling sering menerima perlakuan mom shaming dari saudara/anggota keluarga. Lalu 11 persen dari teman atau rekan kerja.

Sebagian besar atau 54 persen perlakuan mom shaming ini diterima lewat perbincangan atau chat pribadi.

Mom Shaming = Ajang untuk Siapa yang Lebih Baik Jadi Ibu

seasonal affective disorderIlustrasi merasa frustasi karena mengalami mom shaming. /Foto: Freepik/Kitz Corner

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa masukan-masukan yang dianggap penting oleh pemberi nggak juga berarti auto mom shaming bagi si penerima, meski penyampaiannya mungkin terkesan tajam hingga menghakimi. Demikian menurut Psikolog Vera Itabiliana S.Psi, M.Psi, pada rilis.

Lantas yang mengarah pada mom shaming adalah ketika pelaku merasa dirinya paling baik, dan tengah mengibaratkannya seperti ajang 'perlombaan'.

Efek Buruk Perlakuan Mom Shaming

Sejatinya perlakuan ini bisa memberi dampak buruk bagi korban. Di antaranya ibu merasa terisolir, merasa tidak ada yang mendukungnya, juga merasa dirinya salah dan memengaruhi tingkat kepercayaan diri dalam mengasuh anak.

Vera juga menyebut bahwa efek mom shaming ini bisa membekas lama, dan kalau tidak diatasi bisa mengarah pada depresi. Sebagai salah satu ibu yang pernah hingga kerap mengalaminya, Vera menyarankan pentingnya ditanamkan pikiran bahwa kamu nggak melakukan kesalahan apa pun, sehingga nggak perlu merasa bersalah, apalagi sampai terlalu menyalahkan diri sendiri.

Zodiak Capricorn mampu menjadi teman bertukar cerita yang memberikanmu solusi realistis dengan tetap mengajakmu tenang menghadapi permasalahan.Support system yang baik bisa membuat kamu merasa lebih baik. /foto: freepik.com/tirachardz/ Foto: Freepik.com

Selain itu, pentingnya untuk mencari support system yang memahami kondisimu, lalu bikin kamu makin percaya diri jadi seorang ibu dengan perbanyak ilmu lewat membaca dari sumber terpercaya terkait dunia parenting, serta menanggapi dengan bijak dan terima masukan mereka bila perlu.

Nah kenapa bila perlu? Itu karena kembali ke kamu, bila kamu rasa bermanfaat maka bisa dijadikan masukan tapi bila tidak, kamu bisa menganggapnya angin lalu.

Perlu juga diingat bahwa perlakuan teman atau kerabat yang melakukan mom shaming, belum tentu menunjukkan ada yang salah padamu, namun dalam beberapa hal, kamu dan mereka memang punya cara yang berbeda dalam pengasuhan anak.

Juga menjadi pengingat penting bahwa siapa saja bisa melakukan mom shaming, termasuk dirimu kepada orang lain. Caranya, pentingnya untuk berpikir sebelum berkomentar: apakah kira-kira akan menyakiti perasaannya atau tidak?

-----------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id