sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Kenali Ciri-Ciri Persahabatan Toxic yang Merugikan, Apa di Sekitar Kamu Ada?

Astari Dewi Larasati | Rabu, 13 May 2020 21:00 WIB
Kenali Ciri-Ciri Persahabatan Toxic yang Merugikan, Apa di Sekitar Kamu Ada?
caption
Sahabat merupakan orang terdekat yang dapat saling mengerti, selalu ada, dan dapat menghibur sahabat lainnya di kala sedih. Namun ada pula sahabat yang toxic yang mempunyai perlakuan dari kebalikannya. Apa di antara Beautynesian pernah mengalaminya?

Orang yang toxic bisa menjadi penyakit dalam lingkungan di sekitarnya, namun apa yang terjadi jika orang tersebut menjadi sahabat? Tentunya ini bukan hal yang baik dan perlu dihindari agar tidak terjadi perselisihan.
 


Jika memiliki sahabat yang toxic, maka biasanya sumber masalah pasti berasal dari dirinya. Ada beberapa ciri yang dimiliki persahabatan yang toxic dan perlu dihindari lho. Simak sebagai berikut ini Ladies.
 


Tidak suka sahabatnya punya banyak teman


Foto: Istimewa

Biasanya ia tidak menyukai sahabatnya memiliki banyak teman. Ia merasa iri karena teman yang dimiliki dapat bahagia tanpa dirinya. Rasa ini timbul sebab rasa takut ditinggal dan merasa kesepian. Ia lebih menyukai mereka selalu berada di sisinya dan hanya mempunyai teman di lingkungan yang sama saja.
 



Sering menimbulkan perselisihan


Foto: Istimewa

Ia tidak akan membiarkan hidup sahabatnya tenang, untuk itu ia kerap menimbulkan drama. Sehingga perselisihan pun tidak bisa disangkal, mulai dari perkelahian kecil hingga perseteruan yang cukup besar. Tujuannya pun tidak jelas, ia hanya ingin menjadi perhatian dari lingkungannya.
 


Memprioritaskan diri sendiri


Foto: Istimewa

Tidak jarang ia akan terus menerus menjadikan diri sendiri pemeran utama dalam persahabatan toxic tersebut. Ia akan bersikap dan membicarakan dirinya untuk selalu jadi perhatian. Hanya ingin didengarkan namun tak ingin mendengarkan orang lain. Jangankan untuk saling mengerti, ia hanya ingin mengerti diri sendiri.
 


Memanfaatkan sahabat


Foto: Istimewa

Sahabat toxic tersebut memang memiliki maksud dan tujuan sebelum memasuki sebuah lingkungan baru. Biasanya ia akan melihat sahabat-sahabatnya sebagai orang yang bisa dimanfaatkan. Tentunya hal ini membuat dirinya untung sendiri. Setelah sahabatnya menolong, ia akan hilang begitu saja.
 


Menganggap remeh sahabat


Foto: Istimewa

Selain itu, ia juga bisa menganggap remeh sahabat-sahabatnya. Maka dari itu, ia mengecap dirinya sendiri sebagai orang yang superior atau merasa hebat sendiri. Tidak jarang ia akan bersikap seenaknya tanpa memperdulikan perasaan orang lain. Jika ada yang tidak sesuai dengan keinginannya, maka ia akan bersikap sangat menjengkelkan.
 


(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id