sign up SIGN UP

Covid-19 Belum Selesai, Kini Ada Varian Covid-22? Lebih Parah atau Sama Aja?

Fina Prichilia | Jumat, 27 Aug 2021 14:30 WIB
Covid-19 Belum Selesai, Kini Ada Varian Covid-22? Lebih Parah atau Sama Aja?
caption
Jakarta -

Apa itu covid-22?

Istilah ini sendiri pertama kali dikatakan oleh Profesor dari ETH Zurich, bernama Sai Reddy. Selain itu 'covid-22' juga mendadak viral di Twitter, sebab diperkirakan akan lebih buruk dari covid-19 maupun varian Delta. Benarkah?

Jangan khawatir dulu, Beauties. Pasalnya covid-22 itu sendiri bukan atau belum jadi istilah resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

Dari Mana Asal Mula Covid-22 Mulai Diperbincangkan?

Corona Viruses against Dark BackgroundCorona Viruses/ Foto: Getty Images/loops7

Seperti yang telah disebutkan di atas, jenis covid ini belum bisa dibilang resmi, tapi sudah terlanjur diketahui masyarakat. Mulainya, Reddy diwawancara oleh koran Blick, berbahasa Jerman-Swiss.

"Covid-22 bisa menjadi lebih buruk daripada yang kita saksikan sekarang," kata Reddy, dikutip The Sun.

Wawancara yang Memunculkan Kehebohan

Akhirnya, pernyataan tersebut akhirnya memunculkan kehebohan hingga menimbulkan polemik. Profesor Lawrence Young, seorang virologis dari Universitas Warwick, mengungkap bahwa perkiraan tersebut masih terlalu dini, Beauties.

Itu karena mutasi kombinasi strain dari berbagai varian virus yang ada saat ini akan sangat kecil kemungkinannya. Meski begitu, ia juga mengingatkan agar kita pun tak lengah dengan generasi varian baru.

medicalVaksinasi untuk menekan penyebaran virus covid-19/ Foto: Getty Images/iStockphoto/show999

Klarifikasi Wawancara: Tidak Tepat Mengatakan Covid-22

Karena ramai di media sosial, akhirnya Reddy mengklarifikasinya. Ia mengakui bahwa tidaklah tepat menyebut covid-22, sebab nama resmi penyakit yang disebabkan Sars-CoV-2 adalah covid-19.

Meski begitu, ia juga ingin memberi pandangan terkait dari statement-nya itu. Yakni, ia percaya akan covid masih ada di tahun 2022, khususnya di awal bulan, yang punya peluang lebih buruk dari 2021.

Itu karena adanya faktor-faktor dari munculnya aneka varian baru yang lebih ganas, mutasi virus, tak meratanya vaksinasi, hingga pelonggaran aktivitas masyarakat di tengah kondisi pandemi, yang berisiko menimbulkan varian virus yang bisa lebih ganas.

Bagaimana tanggapanmu, Beauties? Apakah masuk akal?

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id