sign up SIGN UP

Dikenal Lebih 'Ganas', Inilah Virus Covid-19 Varian Delta dan Cara Mencegahnya

Raudiya Nurfadilah H | Selasa, 22 Jun 2021 10:00 WIB
Dikenal Lebih 'Ganas', Inilah Virus Covid-19 Varian Delta dan Cara Mencegahnya
caption

Covid-19 varian Delta merupakan varian baru dari Covid-19. Mengutip dari Detik News, virus Covid varian baru ini telah memasuki DKI Jakarta, Kudus, hingga Bangkalan.

Covid-19 varian Delta dikenal lebih ganas dan memiliki gejala yang berbeda dengan Covid-19 biasanya lho, Ladies. Pertama kali ditemukan di India pada Desember 2020, kemudian menyebar ke berbagai negara di dunia. Dikutip dari Health, virus Covid-19 varian Delta dapat menyebar lebih cepat, mudah dan menimbulkan gejala yang lebih parah.

Hal tersebut dapat mengkhawatirkan bagi orang-orang yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 dan orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Lalu apa saja gejala yang ditimbulkan?

Covid-19 akan menimbulkan demam selama 3-4 hari
Covid-19 menimbulkan gejala demam/Pexels.com

Pada umumnya, virus tersebut akan menyebabkan demam selama 3-4 hari, timbul rasa sakit kepala disertai sakit tenggorokan, pilek, sesak napas, kehilangan rasa atau bau. Selain itu covid-19 varian Delta memiliki gejala diare, sakit perut, kehilangan nafsu makan, mual, gangguan pendengaran, pembekuan darah, dan gangren.

Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut segera periksakan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan kamu juga dapat menyelamatkan anggota keluarga lain.

Dan agar tidak tertular virus Covid-19 varian Delta, kita bisa mengikuti beberapa cara mencegahnya yang dikutip dari Healthline untuk menjaga diri dan keluarga agar tetap sehat.

Kurangi Waktu Berkumpul

Ketika masih berada di masa pandemi Covid-19, sebaiknya kegiatan kumpul harus dikurangi dan lakukan kontak seminimal mungkin
Kurangi waktu berkumpul/Pexels.com

Berkumpul dengan orang-orang terdekat memang menyenangkan karena bisa bertukar pikiran, cerita mengenai banyak hal. Namun ketika masih berada di masa pandemi, sebaiknya kegiatan tersebut harus dikurangi dan dilakukan kontak seminimal mungkin karena bisa memicu adanya klaster baru.

“Ini akan menjadi saat yang tepat untuk mengurangi jumlah (orang) dalam bersosial, seiring dengan meningkatnya tingkat (pasien) positif,” ujar Braunstein, direktur medis dari Sollis Health di Los Angeles.

Batasi Belanja di Luar Rumah

sebaiknya kita kurangi belanja di luar rumah yang dapat memicu risiko tertularnya virus dan cobalah berbelanja dari rumah menggunakan aplikasi online
Batasi belanja di luar rumah/Pexels.com

Semakin merebaknya Covid-19 varian Delta yang dikenal ganas dan dapat menyebar dengan cepat, sebaiknya kita kurangi belanja di luar rumah yang dapat memicu risiko tertularnya virus dan cobalah berbelanja dari rumah menggunakan aplikasi online.

“jika memungkinkan, gunakan opsi penjemputan di tepi jalan atau layanan pengiriman untuk lebih mengurangi paparan (virus),” ujar Braunstein.

Waspada Ketika Kerja atau Sekolah

selama pandemi Covid-19, atur jadwal meeting di luar ruangan, karena bisa memicu adanya klaster di tempat kerja.
Jaga protokol kesehatan ketika bekerja/Pexels.com

Jika kamu bekerja secara langsung di kantor, Braunstein menyarankan untuk mengatur jadwal meeting tidak di dalam ruangan, karena bisa memicu adanya klaster di tempat kerja.

“Banyak virus Covid-19 yang menyebar melalui kontak di tempat kerja, jadi pastikan untuk terus menjaga jarak sosial di tempat kerja, mengatur jadwal rapat atau pertemuan lain di luar, jika memungkinkan (lebih baik dilakukan) secara virtual,” ujarnya.

Selain bekerja, Braunstein juga menyarankan untuk mengurangi jumlah siswa ketika sekolah, melakukan pembelajaran di luar ruangan ketika cuaca sedang cerah.

Beribadah dengan Aman

survei menunjukkan bahwa tempat ibadah menjadi tempat yang berisiko tinggi untuk penularan virus
Lakukan ibadah dengan aman/Pexels.com

Survei yang dilakukan oleh ahli epidemiologi yang dikelola oleh pusat jurnalisme nirlaba CivicMeter menunjukkan bahwa tempat ibadah menjadi tempat yang berisiko tinggi untuk penularan virus, selain bar, penjara, panti jompo, dan restoran.

Jason Tetro, seorang ahli mikrobiologi mengatakan adanya pertemuan yang ramai disertai nyanyian dan partisipasi lokal lainnya dapat memberikan pernularan secara besar-besaran.

“Berdoa di rumah mungkin tidak senyaman bersama sesama jemaah, tetapi itu akan memberi rasa aman,” katanya.

Selain itu, melakukan ibadah secara virtual dapat menghubungkan dengan komunitas agama dan mengurangi risiko penularan.

Masker

Masker adalah barang penting yang wajib digunakan kemanapun kita pergi, karena masker bisa menghalau kita dari percikan yang keluar dari mulut
Memakai masker selama pandemi Covid-19/Pexels.com

Masker adalah barang penting yang wajib digunakan kemanapun kita pergi, karena masker bisa menghalau kita dari percikan yang keluar dari mulut. Berbagai macam masker telah tersedia di pasaran dan masker jenis N95 merupakan masker yang lebih efektif untuk menghalau virus Covid-19.

Tetapi jika kamu tidak memiliki jenis masker tersebut, maka bisa dengan menggunakan dua lapis masker agar bisa lebih terlindungi.

 

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id