sign up SIGN UP

LIFE

Mengapa Wanita Jadi Lebih Emosional Saat PMS?

Rumaysha Milhania | Jumat, 29 May 2020 17:00 WIB
Mengapa Wanita Jadi Lebih Emosional Saat PMS?
caption
Wanita memang menjadi lebih sensitif dan emosional di masa PMS-nya. Simak ulasan tentang penyebab wanita menjadi lebih emosional saat mendekati masa menstruasinya berikut ini.

Para wanita pasti memahami bagaimana sulitnya mengontrol emosi yang meledak-ledak di masa-masa PMS. Premenstrual syndrome (PMS) faktanya memang mempengaruhi perubahan suasana hati pada hari-hari sebelum tanggal menstruasi. Itulah sebabnya, banyak orang mengenal gejala menstruasi seperti lekas marah, marah, dan perubahan suasana hati sebagai bagian dari siklus bulanan mereka. Namun, kira-kira apa penyebab hal ini terjadi? Yuk, simak ulasan tentang penyebab wanita menjadi lebih sensitif saat PMS berikut ini.

Penyebab Wanita Menjadi Lebih Emosional Saat PMS

Alasan yang tepat untuk hilangnya mood, emosi yang meledak-ledak dan sensitivitas yang meningkat memang masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, para ahli percaya bahwa penurunan estrogen dan progesteron, yang terjadi setelah ovulasi, merupakan salah satu pemicunya. 
 


Foto: https://flo.health/


Kadar Serotonin Rendah


Serotonin kadang-kadang disebut sebagai bahan kimia dalam tubuh yang menjadi sumber kebahagiaan. Ini membantu mengatur suasana hati, nafsu makan, dan kemampuan Anda untuk tidur nyenyak. Ketika kadar serotonin rendah, perasaan sedih dapat terjadi, bahkan jika tidak ada yang salah.
 



Kualitas Tidur yang Buruk

Kualitas tidur juga dapat memengaruhi suasana hati. Pasalnya, kadar serotonin yang berkurang membuat seseorang menjadi lebih sulit untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Kamu mungkin mendapati diri kurang tidur dan lelah secara mental hingga akhirnya menjadi cepat marah dan sensitif.
 


Foto: https://www.wgbh.org/


Perubahan Nafsu Makan

Perubahan nafsu makan, atau keinginan untuk makan makanan bergula atau tinggi karbohidrat adalah hal yang biasa terjadi pada wanita dengan PMS. Tetapi makanan ini dapat memiliki efek buruk pada suasana hati. Berdasarkan sebuah penelitian, karbohidrat secara singkat memang dapat meningkatkan kadar serotonin. Namun, kebahagiaan dari sekotak donat ini hanya bersifat sementara dan bahkan dapat menyebabkan perasaan depresi yang lebih dalam setelahnya.
 



Tidak Berolahraga

Beragam gejala PMS lainnya, seperti sakit dan kembung, juga akan mengganggu beragam aktivitasmu. Ini akan membuat kamu ingin meringkuk daripada mendapatkan sinar matahari atau berlari di treadmill. Inilah yang akan menyebabkan turunnya mood dan membuatmu semakin depresi.
 


(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id