sign up SIGN UP

LIFE

Perubahan Penis Seiring Bertambahnya Usia, Pria Harus Tahu!

Rumaysha Milhania | Sabtu, 17 Oct 2020 20:00 WIB
Perubahan Penis Seiring Bertambahnya Usia, Pria Harus Tahu!
Ilustrasi Perubahan Penis/ Sumber: Freepik.com
Jakarta -

Seperti halnya bagian tubuh lain, penis para pria akan mengalami serangkaian perubahan sepanjang perjalanan hidupnya seiring dengan pertambahan usia. Setiap fase sebagian besar dikendalikan oleh kadar testosteron dalam tubuhnya.

Seperti halnya bagian tubuh lain, penis para pria akan mengalami serangkaian perubahan sepanjang perjalanan hidupnya seiring dengan pertambahan usia.
Penis/ Sumber: Freepik.com

Dilansir dari webmd.com, pada usia antara usia 9 dan 15 tahun, kelenjar pituitari melepaskan hormon yang memberi tahu tubuh pria untuk mulai membuat testosteron. Pubertas dimulai dan membawa perubahan. Testis, skrotum, penis, dan rambut kemaluan pada anak laki-laki semuanya mulai tumbuh. Kadar testosteron memuncak pada akhir masa remaja hingga awal 20-an. Jumlah testosteron dalam tubuh pria mungkin turun sedikit pada usia akhir 20-an hingga 40-an, tetapi perubahannya tidak terlalu signifikan.

Setelah 40, level testosteron juga mungkin turun hanya dalam jumlah kecil. Tetapi tubuh pria perlahan mulai membuat lebih banyak protein yang disebut globulin pengikat hormon seks (SHBG). Inilah protein yang akan menempel pada testosteron dalam darah dan menurunkan jumlah yang tersedia untuk digunakan tubuh.


Saat kadar testosteron turun, kamu akan mengamati perubahan lain, pada:

  • Rambut kemaluan: Seperti rambut di seluruh tubuh, rambut di area kemaluan akan menipis dan bisa berubah menjadi abu-abu.
  • Ukuran penis: Kamu mungkin memperhatikan bahwa ukurannya tidak sebesar dulu. Ukuran sebenarnya mungkin tidak berubah sama sekali. Tetapi jika kamu memiliki lebih banyak lemak di tulang kemaluan tepat di atas penis, area itu bisa melorot dan membuatnya terlihat lebih kecil.
  • Bentuk penis: Untuk sejumlah kecil pria, bentuknya bisa melengkung seiring bertambahnya usia. Ini dapat memengaruhi panjang, ketebalan, dan fungsinya. Kondisi yang disebut penyakit Peyronie ini disebabkan oleh trauma fisik. Umumnya ini terjadi karena batang penis bengkok saat berhubungan seks.
Untuk sejumlah kecil pria, bentuknya bisa melengkung seiring bertambahnya usia. Ini dapat memengaruhi panjang, ketebalan, dan fungsinya. Kondisi yang disebut penyakit Peyronie ini disebabkan oleh trauma fisik.
Perubahan Pada Penis/ Sumber: Freepik.com
  • Testis: Organ kecil di dalam skrotum sebagian besar ada untuk membuat sperma. Saat kadar testosteron turun, produksi sperma melambat dan menyusut. Jika kamu menjalani terapi penggantian hormon, kelenjar pituitari dalam tubuhmu akan berhenti mengirim sinyal ke testis untuk membuat testosteron, dan ukuran mereka akan semakin menyusut.
  • Skrotum: Tugasnya adalah mengatur suhu testis. Bagian ini dilapisi dengan otot polos yang berkontraksi dan rileks untuk menarik testis dekat dan menjauh dengan tubuh sesuai dengan kondisi suhu. Seiring bertambahnya usia, otot tidak bekerja dengan baik, dan skrotum pria berusia lanjut umumnya akan tetap dalam posisi yang lebih kendur.
  • Fungsi penis: Saraf di penis akan menjadi kurang sensitif seiring bertambahnya usia. Hal ini dapat menyebabkan masalah dengan gairah dan orgasme. Saat kadar testosteron turun, disfungsi ereksi menjadi lebih mungkin terjadi. 
Saraf di penis akan menjadi kurang sensitif seiring bertambahnya usia. Hal ini dapat menyebabkan masalah dengan gairah dan orgasme.
Perubahan Pada Penis/ Sumber: Freepik.com

Nah, itulah beberapa perubahan penis yang umum terjadi seiring dengan pertambahan usia. Perubahan pada organ seks dan seksualitas adalah bagian normal dari penuaan. Bicaralah dengan dokter jika perubahan terkait usia memengaruhi kehidupan dan hubunganmu dengan pasangan. 

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id