sign up SIGN UP

Fakta Gliter, Mikroplastik di Balik Kerlap-kerlip Cantik yang Ternyata Tidak Ramah Lingkungan

| Kamis, 04 Nov 2021 08:00 WIB
Fakta Gliter, Mikroplastik di Balik Kerlap-kerlip Cantik yang Ternyata Tidak Ramah Lingkungan
caption
Jakarta -

Bagi para pengguna dan pecinta makeup, keberadaan gliter produk makeup bukan hal asing lagi di keseharian. Mulai dari lipstik hingga highlighter, beberapa produsen menambahkan gliter pada produk mereka agar tampak lebih menarik calon konsumen.

Tak dimungkiri, efek kilau dan gemerlap dari gliter pada produk makeup juga memberi kesan glamor dan mewah. Makeup tipis pun akan tampak wah dengan tambahan gliter di kulit kita. Namun, di balik gemerlap gliter yang cantik, pernahkah kamu mencari tahu dari apa gliter terbuat dan bagaimana efeknya pada lingkungan?

Banyak dari konsumen, mungkin termasuk kamu, lepas tangan akan hal ini, tetapi sebagai manusia yang diberikan akal lebih baik dari makhluk hidup lain, kamu perlu mengetahui sekelumit fakta mengenai gliter beserta dampaknya pada lingkungan dan isinya.

Eyeshadow glitter ala Korean Make Up/Pinterest.com/We Heart ItEyeshadow glitter ala Korean Make Up/Pinterest.com/We Heart It

Dikutip dari Allure, para ilmuwan melihat setiap gliter yang terbuat dari bahan sintetis atau alami, meninggalkan jejaknya di planet ini. Ada empat pilihan bahan dalam membuat gliter, yaitu mikroplastik, selulosa, mika, atau kaca.

Jenis pertama, adalah jenis sintetis yang dijual dengan harga murah, manik-manik mikroplastik adalah contohnya. Di Amerika, FDA (Food and Drug Administration) telah melarang gliter jenis ini untuk mengurangi polusi air oleh plastik, termasuk mikroplastik yang berkilau.

Permasalahan dari pelarangan ini adalah adalah gliter tidak dapat terurai secara hayati dan dapat membahayakan saluran air. Kemungkinan ini besar terjadi melalui siklus ketika kamu mencuci gliter, lalu gliter mengalir ke saluran pembuangan dan mengalir ke pabrik pengolahan air limbah.

Inspirasi Glitter Eyeshadow yang wajib dicoba ketika pakai masker/pinterest.com/hoplessberryIlustrasi gliter. (Foto: pinterest.com/hoplessberry)/ Foto: detik

Di sana, gliter akan terkumpul dengan limbah lain dan menjadi lumpur yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanah pertanian, sedangkan sisanya akan bermuara ke laut, sungai, dan danau hingga berabad-abad. Hal ini disampaikan oleh peneliti mikroplastik di Turki.

"Setelah sekali pakai, ribuan potongan glitter dapat masuk ke perairan atau tanah dan menumpuk di lingkungan," kata Meral Yurtsever, profesor teknik lingkungan di Universitas Sakarya di Turki, yang meneliti mikroplastik.

Efek Bagi Makhluk Hidup Lain

Tingkatkan penampilan kamu dengan kilau yang inovatif dari eyeshadow ColourPop.Ilustrasi gliter. (Foto: colourpop.com)/ Foto: Intan Dwi

Nggak cuma buruk bagi lingkungan, potensi kerusakan yang ditimbulkan oleh gliter juga terjadi pada ikan di laut dan hewan lain yang memakannya. Menurut Yurtsever, gliter mikroplastik menimbulkan bahaya besar bagi makhluk hidup. Mungkin kita tahu bahwa gliter mikroplastik masuk ke dalam tanah, tapi kita tidak akan tahu apakah cemaran itu juga akan masuk ke makanan kita.

"Belum banyak penelitian tentang itu, tetapi kami tahu mikroplastik memengaruhi kualitas tanah dan panjang akar, dan kami tahu bahwa kami memakan mikroplastik melalui ikan dan garam laut," kata Lisa Erdle, manajer penelitian dan inovasi di 5 Gyres, sebuah lembaga nonprofit yang berfokus pada pengurangan polusi plastik.

Pernyataan FDA

Kepada Allure, FDA mengatakan larangan mikroplastik berlaku hanya untuk kosmetik yang bisa dibilas. "FDA belum menyetujui penggunaan gliter sebagai aditif warna dalam kosmetik."

Tetapi Erdle yakin bahwa di masa depan akan ada perubahan bahkan tanpa tindakan. "Ada kemungkinan bahwa industri kecantikan akan memutuskan untuk beralih ke gliter alternatif karena permintaan konsumen," kata Erdle dikutip dari Allure.

Mudah dan Cepat, Yuk Buat Sendiri DIY Eyeshadow Glitter yang Menawan!Ilustrasi gliter. (Foto: detik)/ Foto: beautynesia

Pada kenyataannya, bukan hanya gliter jenis mikroplastik saja yang meninggalkan dampak, tetapi juga selulosa, bahan nabati yang ditemukan hasil modifikasi. Begitu juga dengan mika, yang didapat melalui tambang dengan melibatkan banyak anak-anak di dalamnya. Juga kaca, yang dikatakan meninggalkan jejak bagi lingkungan.

Makeup memang memberi kebahagiaan bagi pemakainya, tetapi jika sesudahnya mengancam keberadaan makhluk lain dan diri kita sendiri, apakah ini sudah saatnya kita lebih bijak mengonsumsi produk makeup?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI


Our Sister Site

mommyasia.id