sign up SIGN UP

Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan: Warna Ungu Jadi Simbol Perjuangan, Ini Maknanya

Sherley Gucci | Kamis, 25 Nov 2021 22:00 WIB
Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan: Warna Ungu Jadi Simbol Perjuangan, Ini Maknanya
Kekerasan terhadap perempuan di Indonesia Terus Meningkat/Foto: Pexels.com/RODNAE Productions

Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional diperingati setiap tanggal 25 November setiap tahunnya. Masih begitu banyak agenda soal anti kekerasan terhadap perempuan yang harus diperjuangkan. Menurut Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan, di tahun 2020 kasus kekerasan terhadap perempuan naik menjadi 2.389 kasus dan meningkat sejak pandemi COVID-19.

Ada banyak hal menarik yang dapat disimak dari perjuangan melawan kekerasan terhadap perempuan, salah satunya adalah warna yang identik dengan gerakan ini. Yup, warna ungu yang menjadi warna resmi Hari Perempuan Internasional juga menjadi simbol pergerakan perjuangan melawan kekerasan terhadap perempuan.

Ingin tahu sejarah dan makna ungu yang menjadi simbol perjuangan perempuan? Simak selengkapnya di sini ya!

Sejarah Pemilihan Warna Ungu

warna ungu jadi simbol perjuangan perlawanan kekerasan terhadap perempuan
Stop kekerasan terhadap perempuan/Foto: instagram.com/likeawoman.it/

Awal warna ungu menjadi simbol perjuangan melawan kekerasan terhadap perempuan dapat terlihat pada pita ungu yang tersemat di baju orang-orang yang melakukan demonstrasi isu-isu perempuan, terutama di Amerika dan Inggris. Secara historis, ungu juga dikaitkan dengan usaha untuk mencapai kesetaraan gender.

Pada tahun 1960 hingga 1970 penggunaan warna ungu dihidupkan kembali oleh kaum feminis untuk mewakili gerakan pembebasan perempuan, seperti memperjuangkan hak atas tubuh, seksualitas, dan reproduksinya.

Lebih lanjut, penggunaan warna ungu ditandai dengan pertama kalinya digunakan bersama warna hijau dan putih sebagai warna serikat sosial dan politik perempuan Inggris oleh para anggota organisasi perempuan di Inggris dan Amerika pada awal abad ke-20. Mereka menyadari bahwa warna dapat menjadi simbol visual dan menjadi cara untuk menyampaikan pesan ke banyak orang.

Sejak saat itu, ungu menjadi identik sebagai identitas perjuangan kaum perempuan. Orang-orang pun mulai menggunakan warna ungu dalam  tampilan sehari-hari, dari pakaian hingga aksesoris.

Ungu Sebagai Visi dan Harapan 

perempuan masih terus berjuang untuk memperoleh pemenuhan hak-haknya dan melawan kekerasan, terutama pelecehan seksual
Ilustrasi perempuan/Foto: Pexels.com

Melansir dari International Woman Days, ungu dimaknai sebagai inspirasi visi dan harapan. Warna ungu kini juga dikaitkan sebagai perlawanan kaum feminis kontemporer yang melambangkan pencapaian yang telah dicapai dan akan dicapai di masa yang akan datang.

Jika ditelaah melalui psikologi warna, warna ungu dimaknai ambisius, bijaksana, visioner, dan kemewahan. Ini menunjukkan perempuan juga bisa setara seperti kaum laki-laki, seperti dapat berpikir, memiliki nalar, dan menjadi sosok yang visioner. 

Ungu dan Simbol Perjuangan

Hannah Al Rasyid menjadi salah satu sosok yang terus menyuarakan perlawanan terhadap kekerasan pada peremuan yang dapat dilihat dari foto profil instagramnya
Hannah Al Rashid menyuarakan perlawanan kekerasan terhadap perempuan/Foto: instagram.com/hannahalrashid/

Kini warna ungu resmi menjadi simbol perjuangan kaum perempuan. Tak hanya itu, ungu kini juga telah menjadi identitas kesetaraan.

Di Indonesia sendiri, beberapa publik figur yang aware pada isu-isu perempuan beberapa waktu lalu sempat ramai-ramai mengganti foto profil akun Instagram mereka dengan warna ungu. Contohnya seperti Gita Savitri, Hannah Al Rashid, dan Gustika Jusuf Hatta, yang merupakan cucu dari Bung Hatta. Hal ini sebagai bentuk dukungan pengesahan RUU PKS yang hingga saat ini masih ramai diperbincangkan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id